Hikmah BerQurban dari beberapa Manfaat Hari Raya Idul Adha

Sebagian Hikmah berqurban dari beberapa Manfaat

Alhamdulillahrblmn Idul Adha semakin dekat⁣⁣ dan Semoga Allah Memberikan keberkahan rezeki kepada kita semua, Aamiin ya Rabbal Aalamin..⁣⁣
⁣⁣
Bagi Anda Yang Ingin Berqurban, Jangan Tunggu Nanti, berusaha lah Berqurban… Selagi Masih Ada Kesempatan… Qurban..

Tentang Qurban :

Kurban adalah hewan tertentu (unta, kerbau, sapi, kambing, dan domba) yang disembelih pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah dengan niat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Apabila kebutuhan-kebutuhan pokok dan utama terpenuhi serta tidak memiliki utang pada hari Raya Iduladha, setiap muslim yang hartanya mencapai nisab atau memiliki kelebihan harta disunahkan (sunah muakkad) untuk menyembelih kurban sekali dalam satu tahun.

Cara Menjaga keberhasilan Daging qurban

Belilah hewan kurban yang tidak memiliki penyakit dan telah dilakukan pengecekan kesehatan.

Ketika menyembelih, menguliti, memotong, memindahkan, menyimpan, dan memasak hewan kurban, kebersihan harus diperhatikan dengan sebaik mungkin.

Dianjurkan agar meletakkan daging di tempat yang berbeda, antara daging dengan hati, paru-paru, lambung, dan organ dalam lainnya ataupun kaki dan kepala hewan kurban.

Penyembelihan, pengulitan, dan pemotongan daging dianjurkan di tempat yang sejuk. Selain itu, darah, usus, dan kotoran lainnya tidak boleh dibuang di sembarang tempat ataupun di saluran air yang mengalir.

Daging-daging yang baru dipotong dan masih hangat hendaklah tidak diletakkan secara menumpuk dalam bentuk potongan-potongan yang besar di dalam kulkas, plastik, atau di sebuah tempat yang tertutup rapat.

Setelah kehangatan daging menurun, daging harus diletakkan di dalam kulkas selama 12 jam.

Setelah itu, daging-daging yang tidak langsung dimakan hendaknya diletakkan di dalam freezer (bagian pembeku) sesuai kebutuhannya atau daging tersebut disimpan di dalam kulkas setelah direbus.

Daging hewan kurban hanya dapat bertahan selama 2-3 hari di dalam kulkas yang bukan pada bagian pembeku, sedangkan daging-daging yang digiling lembut hanya dapat bertahan selama 1 hari.

Agar dapat bertahan lebih lama, daging tersebut harus ditaruh di freezer dalam bentuk paket-paket kecil.

Untuk mencairkan daging yang telah dibekukan, hendaknya daging tersebut diletakkan di kulkas yang bukan pada bagian pembeku.

Hendaklah daging tidak diletakkan di atas mesin pemanas ruangan atau di ruangan yang panas.

Daging yang telah dimasak tidak boleh diletakkan di kulkas dalam keadaan masih panas dan jangan ditempatkan di ruangan yang panas lebih dari 2 jam.

Sebelum dan setelah menyiapkan daging mentah, cucilah tangan dengan bersih kemudian keringkan.

Pisau dan papan yang digunakan untuk memotong daging tidak boleh digunakan untuk memotong sayur-sayuran dan buah-buahan.

Apabila hewan yang boleh dimakan dagingnya disembelih dengan mengucapkan kalimat ;

“Bismillaahi allahu akbar”, daging hewan tersebut hukumnya halal.

Dengan memotongnya pada bagian leher, daging hewan tersebut akan bersih dari darah yang najis dan kotor.

Dalam kurban juga terdapat jamuan untuk hamba-hamba Allah SWT.

Berkurban merupakan suatu pengorbanan di jalan Allah SWT, wujud rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh-Nya, dan sebagai wasilah untuk mendapatkan pahala sekaligus mendekatkan diri kepada-Nya, serta sebagai benteng agar bisa terhindar dari bencana atau musibah.

Di berbagai belahan dunia, ratusan ribu hewan disembelih setiap harinya, tetapi hal tersebut hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya.

Namun, pada hari Raya Iduladha, semua lapisan masyarakat termasuk orang-orang miskin pun bisa mendapatkan manfaat dan menikmati daging ataupun kulit hewan kurban sehingga kepentingan umum lebih dikedepankan daripada kepentingan pribadi.

Berkurban adalah sebuah pengorbanan besar yang bersifat sosial dan manusiawi.

Pada dasarnya, jumlah hewan yang disembelih pada hari Raya Iduladha tidaklah terlalu bertambah banyak daripada hari-hari yang lain.

Sebab, para penjual daging pasti akan mengurangi hewan yang disembelihnya pada hari tersebut dibandingkan hari-hari yang lain karena mereka merasa khawatir tidak akan bisa menjualnya.

Orang-orang yang menganggap bahwa puluhan ribu hewan yang disembelih setiap harinya demi kesenangan sendiri  adalah suatu hal yang biasa, jika meraka membesar-besarkan hewan kurban yang disembelih setahun sekali untuk mendapatkan ridha Allah SWT dan kemaslahatan bagi manusia, hal itu adalah suatu perilaku yang tidak pantas.

Hewan Apa Sajakah Yang dapat diqurbankan ?

Hewan yang boleh dikurbankan adalah domba, kambing, sapi, kerbau, dan unta.

Domba dan kambing boleh dikurbankan setelah berumur satu tahun dan masuk tahun kedua, sedangkan sapi dan kerbau setelah berumur dua tahun dan masuk tahun ketiga. Sementara itu, unta boleh dikurbankan setelah berumur lima tahun dan masuk tahun keenam.

Akan tetapi, anak domba juga boleh dikurbankan apabila umurnya lebih dari enam bulan dan beratnya sama dengan domba dewasa yang berumur satu tahun. Hewan liar tidak boleh dijadikan hewan kurban.

Satu ekor sapi, kerbau, atau unta boleh dikurbankan untuk tujuh orang, yakni tujuh orang tersebut dapat berkurban secara bersama-sama satu ekor sapi atau unta sebagai kurban mereka.

Jumlah orang tersebut boleh kurang dari tujuh, misalnya untuk satu atau dua orang.

Satu ekor kambing atau domba hanya boleh dikurbankan untuk satu orang. Namun, satu orang boleh berkurban dengan dua ekor domba.

Sebab, setiap tahun Rasulullah SAW selalu berkurban dua ekor domba. Namun, ketika Haji Wada, Rasulullah SAW memotong seratus ekor unta untuk dikurbankan.

Orang yang berkurban sapi, unta, atau kerbau secara patungan disunahkan hadir bersama atau mewakilkannya kepada salah seorang di antara mereka pada saat berkurban.

Selain itu, orang yang berkurban secara patungan disyaratkan agar melakukannya dengan orang muslim, serta berniat berkurban untuk ibadah, mendapatkan pahala, mengorbankan hawa nafsunya, dan membagi-bagikan daging kurbannya secara merata.

Biaya yang harus dibayar setiap orang yang berkurban tersebut jangan sampai kurang dari 1/7 dari biaya hewan tersebut.

Kurban yang dilakukan secara patungan ini boleh juga dipotong dengan niat untuk seseorang yang sudah meninggal, anak kecil, atau orang tua yang sudah pikun, dan dapat juga diniatkan sebagai kurban sunah, ataupun kurban karena memiliki hajat.

Pembagian Hewan Kurban

Disunahkan membagi daging kurban ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiganya diberikan sebagai sedekah, sepertiganya lagi dihadiahkan atau dihidangkan kepada kerabat, tetangga, dan teman-temannya, serta sepertiga sisanya diberikan kepada keluarganya sendiri.

Sebagian daging kurban boleh dihadiahkan atau seluruh daging tersebut boleh juga disumbangkan.

Hewan Mana saja yang tidak boleh di qurbankan ?

Hewan-hewan yang tidak bisa dikurbankan meliputi ;

  • hewan yang salah satu atau kedua matanya buta,
  • hewan yang tulang sumsumnya keropos karena kurus,
  • hewan yang tidak mampu berjalan ke tempat penyembelihannya,
  • hewan yang hanya memiliki satu telinga,
  • dan hewan yang hidungnya terpotong.
  • Domba atau kambing yang salah satu puting susunya tidak ada serta unta atau sapi yang kedua puting susunya tidak ada, baik karena rusak (sakit atau terpotong) maupun karena sebab lain, juga tidak boleh untuk dikurbankan. Akan tetapi, apabila bisa menyusui anaknya, hewan tersebut boleh untuk dikurbankan.
  • Hewan yang tidak memiliki gigi tidak boleh untuk dikurbankan. Namun, jika sebagian besar giginya itu ada, hewan itu boleh untuk dikurbankan, tetapi hukumnya makruh.
  • Selain itu, hewan yang tidak memiliki gigi tetapi sama dengan hewan yang memiliki gigi dalam hal mengenyangkan perutnya, hewan ini boleh untuk dikurbankan.
  • Hewan yang terpotong ekornya tidak sah dijadikan kurban. Adapun hewan yang tidak berekor semenjak lahir sah dan bisa dijadikan kurban.
  • Hewan yang gila dan kurus atau hewan yang akan mati tidak boleh dijadikan hewan kurban.
  • Hewan kurban yang telinganya terpotong atau terkoyak tidak boleh dijadikan hewan kurban. Jika semenjak lahir tidak ada telinganya, boleh dijadikan hewan kurban.
  • Begitu juga hewan yang salah satu atau kedua tanduknya patah atau retak tidak boleh dijadikan hewan kurban. Akan tetapi, hewan yang tidak bertanduk semenjak lahir boleh dijadikan hewan kurban.

Beberapa Hukum Terkait Dengan Qurban

Seseorang tidak diperbolehkan menyembelih hewan yang bukan miliknya atas nama dirinya sendiri, seperti hewan yang diamanahkan, hewan yang digadaikan, atau hewan yang penyembelihannya diwakilkan kepadanya.

Seorang suami tidak boleh menyembelih hewan kurban istrinya untuk dirinya sendiri tanpa izin darinya atau sebaliknya meskipun kemudian dia meminta ridha darinya dengan membayar harganya.

Jika seseorang tidak sengaja menyembelih hewan kurban milik orang lain (karena menyangka hewan tersebut adalah miliknya), hewan kurban tersebut boleh diambil selama belum dimakan dengan syarat pemilik hewan tersebut mengetahuinya.

Apabila mereka mengetahuinya setelah dimakan, hukumnya menjadi boleh ketika mereka menghalalkan hewan kurbannya satu sama lain. Namun, jika mereka tidak menghalalkannya satu sama lain, mereka harus saling mengganti uang kurbannya dan uang yang diterima menjadi sedekah untuk mereka.

Kesimpulannya Berqurban ;

berkurban adalah suatu ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT demi kemaslahatan bersama dan yang mengandung berbagai hikmah diniyah (agama), serta akhlak. Hal ini, tidak mungkin dipungkiri oleh orang akal.

Sumber artikel : FAZİLET TAKVİMİ Juli 2020, Jumat

Editor : yudi Hartoyo