Mari Menengok Kedermawanan Rosululloh agar kita Rajin Bersedekah

 

Dermawan adalah sifat seseorang yang membelanjakan harta untuk hal-hal yang besar untuk suatu kepentingannya lagi membawa manfaat ,dermawan juga merupakan sifat seseorang yang memberikan harta bendanya untuk kebaikan dan Didunia ini tidak ada orang yang paling dermawan daripada Rosulluloh.keperkasaannya beliau tiada tandingannya.

 

Tidak ada sifat yang paling dimuliakan dan diagungkan oleh bangsa arab,baik zaman jahiliyah maupun di zaman islam lebih dari sifat pemurah dan pembrani.para penguasa dan para raja sangat senang bila disebarluaskan sifat kemurahan hati dan keberanian mereka.Para penyair menjunjung tinggi dan memuji muji mereka,sajak sajaknya dibacakan di pasar atau tempat tempat umum sehingga seluruh orang mengetahui.

Sebaliknya, tidak ada sifat yang paling di benci oleh bangsa Arab, baik di zaman jahiliah maupun di zaman Islam, kecuali sifat bakhil dan penakut.bagi orang Arab, tidak ada sifat yang lebih buruk untuk mencela Lawan selain sifat penakut dan bakhil.para penyair apabila ingin mencela seseorang, maka ia akan memperolok olok Sifat Bakhil dan penakutnya.

“Rasullullah Saw,itu adalah manusia paling dermawan di muka bumi”

Yang paling berani dan sangat dermawan dari kebanyakan orang, baik sewaktu beliau belum sebagai Rosul maupun setelah nya.namun kedermawanan beliau bercorak baru dan belum pernah dikenal oleh bangsa Arab sebelumnya.bangsa bangsa Arab juga belum pernah mengenal model Kedermawanannya.

Kedermawanan Rosululoh yang Pertama

Bukan untuk mencari pujian atau untuk menutupi kekurangan-kekurangan.bukan pula untuk mencari keuntungan pribadi.kedermawanan beliau semata mata karena Allah SWT dan untuk mencari keridhoannya.

Kedermawanan Rosululoh, dimaksudkan untuk menolong kaum muslim yang telah membelanjakan harta benda mereka dijalan Allah SWT, untuk membantu para fakir, miskin,kaum dhuafa, anak yatim, para janda.kedermawanan beliau juga dimaksudkan untuk membebaskan kaum budak dan menarik hati orang-orang kafir yang punya kecenderungan untuk menerima Islam.

Kedermawanan Rosululloh  Saw yang ke dua.

Sampai mengalahkan kepentingan diri dan keluarganya.tidak jarang beliau memberikan harta benda nya kepada orang lain yang sangat butuh, padahal beliau juga sangat membutuhkannya . tidak jarang pula, beliau memberikan jatah harta rampasan perangnya kepada sahabat hingga beliau pulang dengan tangan kosong.

Oleh kaum muslim, Rosululloh Saw.di anggap layaknya seorang ayah.tidak peduli beliau kekurangan, asal anak anak nya berkecukupan.beliau seumpama bapak yang penuh kasih sayang.mendahulukan keperluan putra putranya dari pada keperluan beliau sendiri.cukuplah bagi beliau hidup sebagai Zahid ( orang Zuhud).

Sayyidina Aisyah berkata,”Rosululloh Saw, tidak pernah kenyang selama tiga hari berturut-turut hingga beliau wafat.Sesunguhnya , bila kami berkehendak, kami bisa makan kenyang.tetapi ,kami memang mengalahkan kepentingan diri kami sendiri.

 

 

Dalil tentang dianjurkan sifat dermawan ialah sebagai berikut:

( Alquran Al-Baqarah 245)

Malu kalau tak memberi

Seseorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Saw…”Shodaqoh manakah yang lebih utama? Jawab Rosululloh Saw..”Bersodaqohlah engkau saat sedang sehat, saat sedang Bakhil, saat sedang menghangankan kekayaan, dan saat takut miskin, dan, janganlah menunda nundanya sehingga engkau baru bershadaqah ketika ruhmu telah sampai di tenggorokan,lalu engkau berkata,”Untuk si Fulan sekian, untuk si Fulan sekian, sedangkan harta itu ialah Haq si Fulan.”( HR.bukhari dan muslim )

Baca juga : Manfaat sedekah walau dalam keadaan ekonomi yang sulit dan sempit

Puncak kedermawanan umat manusia sejak nabi Adam as.hingga hari kiamat terdapat pada diri Rosululloh Saw.tidak ada manusia yang lebih dermawan dari pada beliau.banyak bukti yang dapat membenarkan argumen ini.salah satunya, pada suatu hari, datanglah seorang kepada beliau meminta sesuatu.beliau memberikan begitu banyak kambing kepada.karena saking banyaknya, kambing kambing itu memenuhi jalan yang membelah dua bukit.

Orang orang yang bertanya kepada orang itu, dari mana ia memperoleh banyak kambing? Ia menjawab bahwa kambing kambing itu diminta dari Rosululloh Saw.orang orang kaget semua,sebab belum ada orang yang memberikan kambing kepada orang lain dengan jumlah yang begitu banyak.seseorang itu pun akhirnya berkata kepada mereka semua,”Peluklah agama Islam.sesungguhnya, Muhammad bila memberi seperti orang yang tidak takut miskin.

Hal yang paling menyedihkan buat Rosululloh Saw.ialah ketika beliau tidak mampu memberikan sesuatu yang diminta oleh seseorang.Beliau merasa malu bila ada seseorang pulang dari rumah nya dengan tangan kosong.pernah ada seseorang datang ke rumah beliau untuk meminta sesuatu.saat itu, beliau tidak punya apa-apa untuk diberikan kepadanya.wajah orang itu murung.beliau tidak tega melihat wajah yang murung itu.

“aku sedang tidak punya sesuatu untuk diberikan.tetapi, belilah sesuatu yang engkau perlukan, dan bilang ke penjual nya utang itu sebagai tanggungan ku.nanti, setelah aku punya uang, akan aku bayar,”sabda Rasulullah Saw.kepadanya.

Mendengar pernyataan Rosululloh Saw,itu, Umar Ra.menyela,”Wahai Rosululloh Saw, sebelumnya orang itu telah datang kepada mu dan telah kau beri sesuatu yang ia minta.sesunguhnya, Allah SWT.tidak membebaniku dengan sesuatu yang tidak mampu engkau pikul.”

Wajah Rosululloh Saw.berubah, beliau seolah olah tidak senang dengan perkataan Umar ra.tahu beliau sedih dengan kata kata Umar Ra, seorang sahabat Anshar berkata kepada beliau,”Wahai Rosululloh Saw,berilah sesuatu yang ia minta dan jangan lah kwatir bahwa Allah SWT akan memberi mu sedikit.”

Rosululloh Saw.lalu tersenyum.wajah beliau berseri seri.kemudian, beliau bersabda kepada sahabat Anshar tersebut,”hal itulah yang diperintahkan kepadaku.

Subhanallah, betapa mulianya sifat Rosululloh Saw.dalam keadaan tidak punya harta, beliau masih berderma.Beliau tidak Sudi jika seseorang yang meminta suatu hal kepada beliau pulang dengan tangan kosong.

Setiap orang yang datang ke rumah beliau untuk meminta sesuatu, pasti tidak pernah beliau kecewakan.beliau selalu memberikan sesuatu yang dimiliki nya.jika tidak punya apa-apa, beliau menyuruh orang itu untuk mendapatkan barang yang ia butuhkan ditoko atau di sahabat lain, dan utangnya menjadi tanggung an beliau.

Sumber penulis : smart niru Nabi si Mega Maulida rahayu, penerbit mahabah.

Editor : yudi Hartoyo

Baca Juga : kisah inspiratif tentang istri yang rajin sedekah