Shalat adalah Tiang Agama Maka Dirikanlah

55 views
banner 468x60)

Inspirasibersama.com – Shalat adalah Tiang Agama Maka Dirikanlah didalam Al-Quran, perintah shalat lebih banyak disebutkan dengan kata-kata

“Wayuqiimuunas shalaata, Wa aqiimus shalaata, Haafizhuu ‘alaas shalawaati”

(mereka mendirikan shalat, dirikanlah shalat, dan jagalah ibadah-ibadah shalat kalian)

daripada kata-kata “Yushalluuna, shalluu” (mereka melaksanakan shalat atau kerjakanlah shalat). Ini adalah hal yang perlu diperhatikan.

Iqamah mengandung arti mengangkat dan mendirikan, atau memperbaiki dan meluruskan, atau melanjutkan, ataupun melaksanakan dengan hati-hati.

Pertama-tama, mari kita pikirkan makna mendirikan atau meluruskan.

Makna ini mengingatkan kita pada hadis syarif yang artinya “Shalat adalah tiang agama.” Dalam hadis syarif tersebut, agama diumpamakan dengan sebuah bangunan yang tinggi, shalat sebagai tiangnya, dan iman pun sebagai fondasinya.

Dalam ayat ini, shalat juga diumpamakan dengan sebuah tiang besar yang dapat diangkat bersama-sama, dan didirikan atau diluruskannya tiang tersebut dengan baik menunjukkan (kuatnya) pembangunan dan pemeliharaan bangunan agama yang tinggi tersebut.

Selain itu, seperti yang akan dijelaskan selanjutnya bahwasanya bangunan ini pun memiliki rukun-rukun, bagian-bagian lainnya beserta hiasan-hiasannya.

Maka dari itu, terdapat perbedaan yang sangat besar di antara perkataan ‘Mereka melaksanakan shalat’ dan ‘Mereka mendirikan shalat’.

Sesungguhnya agama adalah sebuah bangunan yang sangat besar dan suci. Kayu, bahan bangunan, bentuk, dan rancangan bangunan ini, yaitu syariat, adalah milik Allah SWT. Sementara itu, pembangunannya yang sesuai dengan aturan-aturan Allah SWT, pembentukan serta pendiriannya, dan hidup tentram di dalamnya adalah tugas manusia.

Sebagai perumpamaan, dapat kita katakan bahwa arsitek bangunan ini adalah Allah SWT, pengawas pembangunannya adalah Rasulullah SAW, dan pekerjanya adalah umat muslim. Fondasi bangunan ini akan diletakkan di lubuk hati yang paling dalam dan terpancar dari lisan-lisan, lalu tiangnya akan disiapkan dengan shalat-shalat yang dikerjakan sendirian, dan didirikan dengan shalat berjamaah.

Dengan sekali didirikannya bangunan ini oleh para pendahulu, bukan berarti orang-orang yang datang setelah mereka hanya akan tinggal di dalamnya. Bangunan itu akan dibangun dan dioperasikan setiap hari seperti tubuh yang hidup, dan akan dilayani setiap hari demi perkembangannya. Perumpamaan ini, yakni bangunan dan tiang, dapat memberi tahu kita tentang situasi sosial Islam dan pentingnya shalat.

Sungguh melaksanakan shalat dengan berjamaah adalah pilar kehidupan sosial agama Islam. Melaksanakan shalat berjamaah dan memimpinnya adalah mendirikan pilar tersebut.

Sementara itu, shalat-shalat sunah yang dikerjakan sendirian adalah bagian dari mempersiapkan tiang tersebut.

Sumber (Tafsir Elmalılı, Hak Dîni Kur’an Dili, Penerbit Fazilet)

banner 468x60)
Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply