Rasa Takut imam Syafi’i Ra kepada Allah SWT

57 views
banner 468x60)

Rasa Takut imam Syafi’i Ra kepada Allah SWT

Inspirasibersama.com – adalah Abdullah bin Muhammad Al-Ba’lawi menerangkan, “Suatu hari, kami duduk bersama Umar bin Nabatah dan membicarakan orang-orang abid dan zahid. Umar bin Nabatah berkata,

“Aku tidak pernah melihat orang yang lebih wara’ dan fasih daripada Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i RH.

Suatu hari, aku bersama Harits bin Labid dan Imam Syafii RH pergi ke puncak bukit Safa. Harits adalah seorang murid yang memiliki suara merdu.

Pada waktu itu, ia membaca Al-Quran surat Al-Mursalat ayat 35 dan 36 yang artinya,
“Inilah hari yang mana mereka tidak bisa berbicara dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan.”

Seketika itu, raut muka Imam Syafi’i RH berubah, tubuhnya menggigil, lalu ia pingsan dan terjatuh ke tanah. Setelah tersadar, beliau berdoa kepada Allah SWT,

“Ya Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari kebohongan dan kelalaian. Hamba-hamba-Mu yang mengharapkan-Mu dan hati orang-orang arif (bijaksana) datang ke hadirat-Mu dengan penuh hina.

Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kebaikan dan kemurahan-Mu.

Tutuplah dosa-dosaku dengan keberkahan nama agung-Mu yang Sattar.

Ampunilah kesalahan-kesalahanku dengan kemuliaan-Mu.”

Imam Syafi’i RH pernah berkata, “Sejak 16 tahun yang lalu, aku tidak pernah makan sampai kenyang karena rasa kenyang dapat memberatkan badan, mengeraskan hati, dan melemahkan kecerdasan. Selain itu, rasa kenyang juga mendatangkan rasa kantuk serta membuat seseorang lemah dan tidak kuat dalam beribadah.” (Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali)

Nasehat Nabi Nuh As kepada Anaknya

Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kalian ingin aku kabarkan tentang nasihat Nabi Nuh AS kepada anaknya?

Nabi Nuh AS berkata, ‘Anakku, aku memerintahkan kepadamu dua hal dan juga melarangmu dua hal.’

Aku memerintahkan kepadamu membaca ‘Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah.’

Sebab, seandainya langit dan bumi diletakkan di sebuah wadah timbangan, dan di sisi lainnya diletakkan kalimat‘Laa ilaaha illallaah’, sudah pasti kalimat tauhid ‘Laa ilaaha illallaah’ akan lebih berat.

Aku memerintahkan kepadamu membaca ‘Subhaanallaahi wa bihamdihii.’ Sebab,
kalimat tasbih ini adalah istigfar para malaikat dan doa para makhluk. Dengan sebab tasbih ini, para makhluk diberikan rezeki.

Anakku, aku melarangmu melakukan syirik (menyekutukan Allah SWT dengan suatu apa pun) karena barang siapa melakukan syirik kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT mengharamkan surga baginya.

Aku juga melarangmu melakukan kesombongan karena barang siapa di dalam hatinya terdapat rasa sombong walaupun sebesar biji zarah, ia tidak akan masuk surga.” (Tafsir Ruhul Bayan)

Sumber : Fazilet Takvimi

banner 468x60)
Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply