Penuhilah Janjimu karena Janji itu Pasti diminta Pertanggung jawabannya

54 views
banner 468x60)

Inspirasibersama.com – Pabila engkau berjanji jangan lah kau ingkari,pabila kau ingkari merusak harga diri janji itu hutang harus ditepati sedikit Mengutip lirik lagu Bang haji Rhoma irama Tentang Janji ;

” Apa yang diucapkan
janganlah dipungkiri
Apa yang diikrarkan jangan ditarik lagi

Janji itu hutang harus dipenuhi
Janji itu hutang harus ditepati
Pabila dipungkiri merusak harga diri

Pabila diingkari akan dibawa mati
Janji itu hutang harus dipenuhi
Janji itu hutang harus ditepati

Ringan diucapkan berat dalam tanggungan
Citra manusia ada dalam ucapan
Sebelum berjanji baiknya dipikirkan

Mengingkari janji hilang kepercayaan
Apa yang diucapkan
janganlah dipungkiri

Apa yang diikrarkan jangan ditarik lagi
Janji itu hutang harus dipenuhi
Janji itu hutang harus ditepati

Ringan diucapkan berat dalam tanggungan
Citra manusia ada dalam ucapan
Sebelum berjanji baiknya dipikirkan

Mengingkari janji hilang kepercayaan
Apa yang diucapkan
janganlah dipungkiri

Saudaraku, Salah satu sifat buruk adalah INGKAR JANJI kali ini admin Share dari sumber artikel Fazilet takvimi.

bahwa Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra ayat 34 (yang artinya),

“…dan penuhilah janji karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” Maksudnya, ‘Wahai umat muslim, tepatilah janji kalian! Janganlah kalian setengah-setengah dalam menepati janji-janji kalian, baik janji kepada Allah SWT tentang berpegang teguh kepada perintah dan larangan-Nya, janji-janji yang berkaitan dengan transaksi jual beli, maupun perjanjian-perjanjian lainnya yang dilakukan di antara manusia.

Sesungguhnya terdapat tanggung jawab dalam setiap janji yang diberikan. Orang yang berjanji akan bertanggung jawab atas setiap janjinya dan dituntut untuk menepati janjinya.

Ingkar janji adalah sebuah sifat tidak menepati janji setelah melakukan perjanjian dengan seseorang. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 1 (yang artinya),

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji.”

Diriwayatkan dari Sulaiman bin Amir RH bahwasanya telah terjadi kesepakatan di antara Muawiyah RA dan bangsa Romawi. Meskipun demikian, ketika Muawiyah RA berangkat untuk mengadakan serangan dadakan ke wilayah Romawi, Amr bin Abasah RA berkata kepadanya,

“Pada suatu hari, aku mendengar dari lisan mulia Rasulullah SAW sebagai berikut, ‘Apabila seseorang memiliki ikatan perjanjian dengan suatu kaum, selama masa perjanjian itu belum selesai, janganlah ia berusaha merusak ikatan perjanjian tersebut, atau beritahukanlah terlebih dahulu kaum itu tentang batalnya kesepakatan yang pernah dibuat agar kedua pihak sama-sama mengetahui rusaknya perjanjian dan tidak ada pengingkaran janji’.”

Atas peringatan Amr bin Abasah RA tersebut, Muawiyah RA mengurungkan niatnya untuk mengadakan serangan dadakan.

Para ulama berkata, “Setiap orang yang lemah pasti memiliki penolong. Namun, jika ia membiasakan diri untuk tidak menepati janjinya, tidak ada seorang pun yang akan mengulurkan tangannya (untuk membantunya).”

SEBUAH HIKMAH

Telah berkata seorang ahli hikmah,

“Orang yang durhaka kepada ibu bapaknya, dia tidak akan melihat kebaikan dari anaknya.”

“Orang yang tidak bermusyawarah pada setiap pekerjaanya, dia tidak akan mencapai hasil yang diinginkan.”

Sumber artikel by Fazilet takvimi

banner 468x60)
Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply