Pentingnya Beramal dengan Ilmu

39 views
banner 468x60)

Beramal dengan Ilmu

Inspirasibersama.com – Sahabatku yang dirahmati Allah, beramal tanpa adanya ilmu bisa sia-sia ibarat menanam pohon namun tiada berbuah,Sebaiknya dalam setiap Aktifitas apapun itu harus dilandasi ilmu Suatu misal mau ber-Amal sholeh yakni kegiatan membantu orang lain yang menjadikan kita dapatkan Pahala besar dan berlipat jikalau mengerjakannya didalam melaksanakan itu didasari ilmu, dan tidak bisa asal-asalan agar tidak sia sia diAkhirnya lalu sia sianya dimana? jikalau sudah melakukan amal sedekah tapi suka mengungkit-ungkitnya,memberi dengan marah,menyinggung penerima itulah suatu contoh beramal tidak dengan didasari dengan ilmu .

Abu Darda RA berkata,

“Seseorang tidak bisa menjadi mualim (guru atau ustaz) tanpa menjadi penuntut ilmu (santri). Begitu juga, seseorang tidak bisa menjadi seorang alim tanpa mengamalkan ilmunya (tanpa menerapkan pengetahuannya dalam kehidupannya).

Celakalah orang yang tidak berilmu dan celakalah tujuh kali lipat orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya.”

Pada hari kiamat, aku tidak takut dari pertanyaan, “Wahai Uwaimir, apakah yang sudah kamu pelajari?” Akan tetapi, aku takut dari pertanyaan, “Wahai Uwaimir, apakah yang sudah kau amalkan dengan ilmu yang engkau miliki?”

Sayidina Umar RA bertanya kepada Abdullah bin Salam RA,

“Siapakah arbabul ilmi itu?” Abdullah bin Salam RA menjawab,

“Mereka adalah orang yang beramal dengan ilmunya.” Sayidina Umar RA bertanya kembali, “Apa yang dapat mengeluarkan ilmu dari hati manusia?”

“Tamak (rakus dan serakah),” jawab Abdullah RA.

Nabi Isa AS berkata, “Apa gunanya orang yang buta membawa lampu minyak? Dengan itu, ia hanya menerangi orang lain.

Apa gunanya lampu yang berada di atas atap untuk ruangan yang gelap? Demikian juga, apa gunanya membahas hikmah ketika kalian tidak mengamalkannya?”

Ada banyak pohon, tetapi tidak semuanya berbuah. Begitu juga, ada banyak orang alim, tetapi tidak semuanya mursyid (menunjukkan jalan kebenaran). Ada banyak buah, tetapi tidak semuanya bagus.

Begitu juga, ada banyak ilmu, tetapi tidak semuanya memberikan manfaat.

Imam Auza’i RH berkata, “Barang siapa beramal dengan sesuatu yang diketahuinya, ia akan berhasil dalam mempelajari apa yang tidak diketahuinya.”

Sesungguhnya orang fakih yang zuhud di dunia adalah orang yang mencintai akhirat, sadar akan dosa-dosanya, dan selalu beribadah kepada Allah SWT.

Seorang ulama berkata, “Ketika orang-orang alim sibuk mengumpulkan harta meskipun harta itu halal, orang-orang mulai memakan makanan yang syubhat.

Ketika orang-orang alim mulai memakan makanan yang syubhat, orang-orang mulai makan makanan yang haram. Jika orang-orang alim mulai memakan makanan haram, orang-orang akan jatuh ke dalam kekufuran. (Tanbihul Ghafilin)

Sumber artikel ; / FAZİLET TAKVİMİ Agustus 2020, Jumat

Editor : yudi Hartoyo

banner 468x60)
Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply