Pengertian Taqwa dan dalilnya

61 views
banner 468x60)

Inspirasibersama.com – Sahabat inspirasi yang berbahagia Takwa adalah takut kepada Allah SWT, menjauhkan manusia dari segala sesuatu yang dapat menyebabkannya berbuat dosa dan menjadi hina, dan melindunginya dari hawa nafsu dan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

Orang yang bersikap seperti ini, yakni berusaha menjalankan kewajiban agamanya disebut ‘muttaqi’. Seorang muttaqi (ahli takwa) harus menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa dan berpegang teguh pada amal-amal saleh.

Janganlah mengira bahwa takwa hanyalah menjauhkan diri dari sesuatu yang haram dan dilarang (oleh syariat Islam). Misalnya, di dalam Al-Quran terdapat tempat-tempat yang kata ‘takwa’ digunakan dalam arti takut, iman, taubat, taat, meninggalkan dosa, dan ikhlas.

Di dalam Al-Quran, ittiqa, dan takwa disebutkan atas tiga derajat, yaitu sebagai berikut.

Pertama

Beriman dan menjauhkan diri dari perbuatan syirik untuk melindungi diri dari azab yang abadi, seperti yang disebutkan dalam surat Al-Fath ayat 26, “…dan Allah SWT mewajibkan kepada mereka kalimat takwa…(mereka menjauhkan diri dari menentang Allah SWT dan mereka beriman).”

Kedua,

takwa yang dikenal (secara umum) dan diketahui dari segi syariat, yaitu melaksanakan kewajiban-kewajiban agama dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa-dosa besar dan menjauhkan diri dari dosa-dosa kecil agar tidak dilakukan secara terus-menerus.

Ketiga,

menjauhkan diri dari segala sesuatu yang menghalangi rahasia hati dari kebenaran dan mengarahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Ini adalah takwa yang sesungguhnya yang diperintahkan dalam Al-Quran surat Ali-Imran ayat 102,

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya…”

Tingkatan (takwa) ini sangatlah luas dan dalam sehingga terbagi atas derajat-derajat yang berbeda sesuai dengan derajat sebab-sebabnya hingga mencapai derajat para rasul.

Dengan demikian, para nabi dan rasul menyatukan kepemimpinan atas kenabian dan kewaliannya, hubungan mereka dengan alam lahir tidak menghalangi mereka untuk mencapai alam ruh, dan kesibukan mereka dengan urusan kaumnya sedikit pun tidak menjadi penghalang mereka untuk beribadah kepada Allah SWT.

Sebenarnya, ketakwaan ini bukan diperoleh dari usaha mereka sendiri, melainkan tanda rahmat khusus dari Allah SWT.

Oleh sebab itu, hidayah Al-Quran mencakup keseluruhan dari setiap derajat-derajat takwa ini. (Tafsir Al-Quran “Hak Dini Kur’an Dili, Elmalılı Hamdi Yazar, Penerbit Fazilet)

Sumber artikel ; Fazilet takvimi

banner 468x60)
Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply