Memaknai Harta Kekayaan yang kita miliki

34 views
banner 468x60)

Inspirasibersama.com – Alhamdulillah bila kita memiliki kekayaan dhohir dan batin dengan modal ini tentu berharap bisa sesuai ridloi ALLAH SWT,dikarenakan Allah tidak memberikan kekayaan kepada setiap hamba-Nya. Kebanyakan manusia berada dalam keadaan fakir dan membutuhkan dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Sebagian orang hidup dalam keadaan menengah, dan sangat sedikit orang-orang yang memperoleh kekayaan. Ketika menjelaskan surat Az-Zukhruf ayat 32 yang artinya,

“…Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain.

Namun, rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan,” para ahli tafsir menerangkan rahasia dan hikmah tersebut dengan sangat bagus.

Membelanjakan kekayaan dapat menjadi sebab kebaikan ataupun keburukan. Seseorang yang membelanjakan kekayaannya untuk kebaikan harus mengetahui bahwa dirinya adalah orang yang berbahagia.

Sebab, ia dapat memiliki kemuliaan di dunia, dan mencapai derajat yang tinggi di akhirat. Kemuliaan-kemuliaan, seperti kedermawanan dan kebaikan, tidak dapat dimiliki oleh setiap orang yang memiliki kekayaan.

Sesungguhnya melakukan perbuatan-perbuatan mulia, seperti berderma dan melakukan kebaikan, sangatlah sulit ketika sedang berusaha keras untuk menjaga kekayaan dan menjadi lebih kaya.

Karena kesulitan inilah, kebanyakan mereka cenderung tidak berusaha melakukan kebaikan-kebaikan tersebut sehingga mereka akan terkena musibah berupa keserakahan, tamak, dan menimbun atau mengumpulkan harta.

Bahkan, lama-kelamaan mereka mulai tidak mau menggunakan harta yang dikumpulkannya (untuk dirinya sendiri) dan melewati hari-harinya seperti orang fakir.

Selain itu, disebabkan oleh makin bertambahnya harta mereka, makin berkurang pula hal-hal seperti perasaan insaf, kasih sayang, kehormatan dan mungkin juga kebaktian mereka kepada agama sehingga orang-orang seperti ini pada akhirnya akan menjadi orang yang rendah dan terhina.

BAIT

Ketika mangkuk telah penuh seluruhnya, ia tidak akan mengeluarkan suara meskipun terbuat dari porselen.

Ketika harta bertambah banyak, orang yang kaya pun akan menjadi kikir.

(Ragip Pasya)
Sumber artikel: Fazilet takvimi

banner 468x60)
Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply