Kesulitan yang dirasakan dalam Menuntut ilmu

20 views
banner 468x60)

Inspirasibersama.com – Suatu Kesulitan yang dirasakan atau di hadapi dalam Menuntut ilmu itu adalah suatu hal yang lumrah dan wajar karena menuntut ilmu itu jalannya mendaki lagi sukar namun dengan keuletan dan kesabaran ikhlas karena Allah jalan jadi mudah.

Ketika masih menjadi seorang murid, Sayyid Syarif Jurjani RH (wafat: 1413) membaca kitab Syarhi Mathali’ yang berisi tentang ilmu mantik sebanyak enam belas kali secara keseluruhan. Akan tetapi, beliau tidak dapat menguasai kitab tersebut seperti yang diinginkannya.

Beliau berkata, “Aku harus mempelajari kitab ini dari musannif-nya langsung.” Kemudian, beliau pergi ke kota Herat. Beliau meminta izin kepada musannif kitab tersebut yang bernama Qutbuddin Razi RH untuk belajar dari dirinya. Ketika itu, Razi RH sudah berumur 120 tahun dan alisnya telah tumbuh begitu panjang hingga menutupi matanya.

Setelah mengangkat alis-alisnya yang telah memanjang itu dan memandang Sayyid Syarif RH, Qutbuddin Razi RH berkata, “Orang yang sudah tua sepertiku tidak mampu mengajarkan ilmu kepada seorang pemuda yang akalnya masih segar sepertimu. Aku memiliki seorang murid yang bernama Mubaraksyah Mantiqi di Mesir. Aku telah mengajarkannya semua ilmu yang aku miliki. Datangilah ia dengan suratku, pelajarilah darinya ilmu mantik dan kitabku ini!”

Pada saat itu Maulana Mubaraksyah RH merupakan seorang guru di Mesir. Sayyid Syarif Jurjani RH pun pergi ke Mesir dengan membawa surat dan kitab di tangannya. Setelah menerima surat itu, Mubaraksyah RH pun memberikan izin kepadanya untuk belajar dengan syarat ia hanya datang ketika dirinya sedang mengajar murid lain dan harus merasa cukup meskipun sekadar mendengarkan pelajaran itu.

Dengan demikian, Sayyid Syarif Jurjani RH datang pada saat Mubaraksyah RH mengajar anak salah seorang pembesar Mesir dan beliau hanya mendengarkan pelajaran tersebut.

Rumah Mubaraksyah RH berdekatan dengan madrasahnya, kadang-kadang ia berkeliling untuk melihat keadaan muridnya. Suatu malam ketika keluar ke teras madrasahnya dan berkeliling di sekitar kamar para muridnya, ia tiba di depan kamar Sayyid Syarif RH. Beliau mendengar bagaimana Sayyid Syarif RH belajar, yaitu setelah membaca teks dari kitab Qutbuddin Razi dan penjelasan-penjelasan dari Mubaraksyah RH yang ia tulis, ia juga memberikan tambahan-tambahan mengenai pembahasan itu.

Terkadang, ia menguatkan pendapat para ulama dalam kitab tersebut, terkadang ia juga mengkritik mereka. Perilaku Sayyid Syarîf RH ini menyenangkan Maulana Mubaraksyah RH. Keesokan harinya Mubaraksyah RH memberikan izin kepadanya untuk berbicara pada saat pelajaran. Berkat pelajaran dan ceramah Maulana Mubaraksyah RH, Sayyid Syarîf RH telah menulis sebuah karya yang bernama Hasyiyah Mathâli‘. (Syaqa’iq Nu’maniyyah, Taşköprüzâde)

Sumber artikel ; Fazilet takvimi

banner 468x60)
Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply