Janganlah Kalian Tertipu oleh Rayuan Nafsu

48 views
banner 468x60)

Janganlah Kalian Tertipu oleh Rayuan Nafsu

Inspirasibersama.com – Hawa adalah cenderungnya nafsu pada hal-hal yang berbau syahwat dan melakukan semua hal yang dikehendaki nafsu. Keadaan ini dapat menjerumuskan seseorang ke jurang kehancuran ruhaniyah dan membawa bencana, baik di dunia maupun di akhirat.

Adalah Rasulullah SAW bersabda,
“Janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ia membuat tuli dan buta.”

Orang yang tidak mampu menjauhi hawa nafsunya tidak akan bisa mengendalikan pancaindranya.

Nafsu adalah musuh terbesar manusia. Setelah mengendalikan nafsu, seseorang juga harus menguasai pancaindranya. Sebab, pancaindra membantu hawa nafsu dan membawa seseorang pada keinginan-keinginan yang berbahaya.

Ketika seseorang hampir terlindung dari hal-hal yang berbahaya, petunjuk dan dorongan dari salah satu pancaindera saja dapat membuatnya lalai dan jatuh ke tempat yang berbahaya tersebut.

Berikut ini Contoh-contoh Rayuan Nafsu

Misalnya, mengikuti indra pendengaran

dapat digambarkan seperti ini : seekor rusa biasanya selalu berhati-hati, lalu ketika benda-benda seperti mangkuk, ember, dan alat-alat tembaga lainnya dibunyikan seperti rebana, rusa itu pun sibuk dengan suara benda-benda tersebut.Hal ini membuat rusa menjadi lalai dan tertangkap oleh pemburu.

Contoh tertipu oleh indra sentuh adalah seperti seekor gajah.

Walaupun gajah adalah hewan yang besar dan kuat, belaian perawatnya yang lembut membuat ia merasa tenang dan lalai sehingga perawatnya pun dapat menaikinya dan mengendalikannya.

Contoh mengikuti indra penglihatan adalah seperti seekor belalang.

Seekor belalang memandang indahnya sinar matahari yang membuatnya lupa sehingga dirinya terbakar olehnya.

Contoh mengikuti indra penciuman adalah seperti kumbang.

Seekor kumbang mawar selalu hinggap pada sesuatu yang baunya harum. Kumbang mawar itu hinggap di samping telinga gajah yang mengeluarkan bau harum.

Bau harum itu membuat kumbang tersebut lalai sehingga ketika gajah itu mengibaskan telinganya, ia terkena kibasan tersebut dan mati.

Contoh mengikuti indra perasa adalah seperti seekor ikan.

Ikan di laut dibuat lalai oleh umpan pada pancingan sehingga lupa adanya jarum pancing di sana, kemudian ia mendatanginya dan terpancing.

Dengan demikian, orang yang mampu menguasai pancaindranya dapat juga menguasai hawa nafsunya, dan orang yang mampu menguasai hawa nafsunya dapat juga menguasai pancaindranya.

Kesimpulannya ;

seorang manusia semestinya tidak mengikuti hawa nafsunya. Setiap perilaku dan tindakannya harus ditentukan dengan baik sesuai perintah dan larangan agama kita dan jangan sampai membiarkan dirinya terperosok pada hal-hal yang berbahaya.

sumber : Fazilet takvimi

banner 468x60)
Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply