Inilah Pentingnya Niat dalam setiap Amal

48 views
banner 468x60)

Pentingnya Niat dalam setiap Amal

InspirasiBersama.com – Niat adalah merencanakan sesuatu dari awal sebelum berbuat, Niat dalam bahasa Arab ; نية Niyyat ialah keinginan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan yang ditujukan hanya kepada Allah

Sejalan dengan itu, niat atau maksud seseorang adalah sangat penting di antara sebuah tindakan dalam beribadah

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya (hukum) amal-amal itu tergantung pada niatnya. Balasan bagi setiap orang tergantung apa yang diniatkannya.” (HR Sahih Bukhari)

Amal-amal dibagi menjadi tiga bagian ;

  1. yaitu taat (ibadah)
  2. maksiat (dosa)
  3. Dan mubah

Berubahnya suatu amal yang di dalamnya mengandung dosa menjadi kebaikan berdasarkan niat seseorang tidaklah mungkin. Misalnya, memberi makan seseorang dengan harta orang lain dan membangun masjid dengan harta yang haram.

Namun, dalam sebuah hadis syarif disebutkan, “Jika seseorang berniat melakukan suatu pekerjaan yang buruk tetapi tidak jadi melakukannya, Allah SWT akan menulis baginya satu kebaikan yang sempurna di buku catatan amalnya.” (HR Muttafaqun Alaih)

Sementara itu, taat (amal-amal ibadah) tergantung pada niatnya, baik dari segi asal-usul maupun keutamaan. Berdasarkan asal-usulnya, berniat untuk mendapatkan ridha Allah SWT dalam melakukan suatu ibadah merupakan asal atau inti dari ibadah itu sendiri.

Sebaliknya, jika seseorang melakukan ibadah dengan tujuan riya, perbuatan ini bukan merupakan ibadah, melainkan kemaksiatan. Berdasarkan keutamaannya, jika sebuah ibadah dilakukan dengan bermacam-macam niat yang baik, pahalanya akan bertambah jauh lebih besar.

Sementara itu, dalam melakukan perbuatan-perbuatan yang mubah, jika tidak disertai dengan niat, tidak ada pahala baginya. Akan tetapi, perbuatan-perbuatan mubah yang dilakukan dengan niat baik, hal itu bisa menjadi salah satu perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Betapa besar kerugian orang yang meninggalkan niat pada saat mengerjakan amal-amal yang seperti ini.

“Ketahuilah bahwasanya segala perbuatan mubah yang dikerjakan untuk mendapatkan ridha Allah SWT adalah sebuah ibadah.”

Sementara itu, apabila perbuatan yang dikerjakan tanpa ada maksud untuk mendapatkan ridha Allah SWT, jika hal itu halal, akan dihisab, dan jika perbuatan itu haram, akan diazab. (At-Tafsir Al-Kabir)

Setiap Amal Tergantung dari Apa yang di Niatkannya

Rasulullah SAW bersabda,

“Niat seorang mukmin lebih baik daripada amal perbuatannya. Sesungguhnya sebagaimana Allah SWT memberikan pahala atas amal seorang hamba, Dia juga memberikan pahala atas niat seseorang untuk melakukan suatu amalan meskipun tidak dapat dilakukannya.”

Dalam sebuah hadis Qudsi, Rasulullah SAW bersabda,
“Jika seseorang berniat melakukan kebaikan tetapi tidak dapat melakukannya, Allah SWT akan menulis satu pahala yang sempurna kepada orang itu sesuai apa yang diniatkan.

Jika dia berniat dan melakukan kebaikan tersebut, Allah SWT akan menulis pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat atas kebaikan orang tersebut.” (HR Muttafaqun Alaih)

Berdasarkan keutamaannya, sebuah ibadah yang dilakukan dengan berbagai macam niat yang baik, pahalanya akan jauh lebih besar.

Misalnya, niat yang dilakukan seseorang ketika berada di dalam masjid, di antaranya sebagai berikut:

Orang tersebut bisa berniat untuk berkunjung ke hadirat Allah SWT dengan percaya bahwa masjid itu merupakan Baitullah. Sebab, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Rumah-rumah Allah SWT di muka bumi ini (tempat pilihan untuk turunnya para malaikat dan rahmat) adalah masjid-masjid.

Sesungguhnya kemuliaan yang diberikan kepada orang-orang yang berkunjung kepada Allah SWT (datang ke masjid-masjid untuk beribadah) adalah sesuatu yang hak di sisi-Nya.” (Faidhul Qadir)

Setelah selesai melaksanakan shalat fardu, seseorang dapat berniat untuk menunggu shalat berikutnya. Dalam hal ini, keadaan orang itu seperti halnya keadaan orang yang terus melakukan shalat.

Ia dapat berniat untuk iktikaf. Maksudnya, ia berniat menggunakan mata, telinga, dan semua anggota badannya dengan selayak mungkin dan menghindari perbuatan dosa. Sebab, iktikaf berarti mencegah atau menghalangi. Hal ini seperti puasa karena memiliki arti kezuhudan.

Ia dapat berniat sepenuhnya untuk mengarahkan hati dan jiwanya kepada Allah SWT.

Ia dapat berniat untuk memalingkan hatinya dari segala sesuatu selain Allah SWT.

Ia juga dapat berniat untuk beramar makruf nahi munkar.

Ia dapat berniat untuk menjauhi dosa-dosa selama berada di masjid.

Dengan cara ini, terdapat banyak niat baik yang berbeda saat melaksanakan satu ibadah, bahkan ganjaran kebaikan atas amal tersebut pun berlipat-lipat. (At-Tafsir Al-Kabir)

Mari Saudaraku Luruskan Niat salah niat salah Alamat, semoga kita selalu lurus dalam niat dan semoga kita selalu dalam bimbingan NYA.Aaamiien

Sumber : / FAZİLET TAKVİMİ 04 Agustus 2020, Selasa
Editor : yudi Hartoyo

Baca juga ; Apa pentingnya ikhlas dalam setiap amal perbuatan

banner 468x60)
Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply