Hanya dengan Mengingat Allah Swt maka Hati menjadi Tenang

75 views
banner 468x60)

Hanya dengan Mengingat Allah Swt maka Hati menjadi Tenang

inspirasibersama.com -Alhamdulillahrblmn… Sungguh kita wajib untuk selalu Banyak-banyak mengingat Allah baik dikala susah senang duduk, berdiri serta berbaring selalu Zikrullah, ketahuilah…. Bahwa …Rasulullah SAW bersabda,

“Keadaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berzikir seperti keadaan orang yang hidup dengan orang yang mati.”

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menyerupakan orang yang berzikir seperti orang yang hidup meskipun orang itu pada dasarnya memang masih hidup. Sebab, maksud dari orang hidup di sini adalah orang yang hidup hakiki dan abadi.

Hal ini pun hanya dapat terjadi dengan berzikir kepada Allah SWT. Sesungguhnya zikir memberikan kehidupan di hati orang yang berzikir, dan menjadi wasilah untuk seseorang mengenal Allah SWT dengan hak dan juga wasilah sampainya ia pada kehidupan abadi di surga.

Seseorang yang jauh dari zikir dan hatinya hampa dari zikir seperti orang mati. Sebab, orang itu jauh dari segala sesuatu yang dapat memberikan kehidupan ke dalam hatinya, dan menjadi wasilah ia mengenal Allah SWT serta wasilah sampainya pada kehidupan abadi di surga.

Kemuliaan dan keutamaan manusia hanya dapat dicapai dengan makrifatullah, yaitu mengenal Allah SWT dengan sebenar-benarnya. Manusia lebih dimuliakan daripada semua makhluk lainnya karena adanya kemampuan dalam dirinya untuk mencapai makrifatullah.

Makrifatullah hanya dapat terjadi dengan hati, bukan dengan anggota tubuh yang lain. Mungkin anggota tubuh lainnya mengikuti hati. Hati memerintahkan anggota tubuh lainnya seperti seorang raja memimpin rakyatnya atau seorang tuan memerintahkan budaknya.

Di dalam surat Ar-Ra’d ayat ke 28 dijelaskan,

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah SWT, hati menjadi tenang.” Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa hati akan menjadi tenang dan tenteram hanya dengan berzikir kepada Allah SWT.

Namun, sebelum hati sibuk dengan berzikir, seseorang harus memperbaiki akidahnya sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah dan menghindari dirinya dari keraguan orang-orang yang melakukan bid’ah.

Sesungguhnya selama hati ditutupi dengan kegelapan-kegelapan bid’ah dari sisi akidah, hati itu tidak akan pernah bisa menerima cahaya Ilahi.

Di samping itu, ia juga harus mempelajari ilmu hal (ilmu yang harus dipelajari oleh setiap mukalaf) hingga amal-amalnya menjadi sahih. Sebab, sebelum memperkuat akidah dan amal, menyibukkan diri dengan zikir termasuk keinginan hawa nafsu yang dapat menyebabkan seseorang dalam kerugian yang sangat besar di dunia dan akhirat.

Karena hal semacam ini, seseorang dapat dikelabui oleh hayalan hawa nafsu dan tipu daya setan.

Mereka mengira segala sesuatu yang mereka lakukan adalah karamah. Padahal, hal yang dilakukannya hanyalah menambah kesesatannya.

Sumber artikel ; FAZİLET TAKVİMİ

Editor: yudi Hartoyo

banner 468x60)
Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply