Mari Menengok Kedermawanan Rosululloh agar kita Rajin Bersedekah

Dermawan adalah sifat seseorang yang membelanjakan harta untuk hal-hal yang besar untuk suatu kepentingannya lagi membawa manfaat ,dermawan juga merupakan sifat seseorang yang memberikan harta bendanya untuk kebaikan dan Didunia ini tidak ada orang yang paling dermawan daripada Rosulluloh.keperkasaannya beliau tiada tandingannya.

 

Tidak ada sifat yang paling dimuliakan dan diagungkan oleh bangsa arab,baik zaman jahiliyah maupun di zaman islam lebih dari sifat pemurah dan pembrani.para penguasa dan para raja sangat senang bila disebarluaskan sifat kemurahan hati dan keberanian mereka.Para penyair menjunjung tinggi dan memuji muji mereka,sajak sajaknya dibacakan di pasar atau tempat tempat umum sehingga seluruh orang mengetahui.

Sebaliknya, tidak ada sifat yang paling di benci oleh bangsa Arab, baik di zaman jahiliah maupun di zaman Islam, kecuali sifat bakhil dan penakut.bagi orang Arab, tidak ada sifat yang lebih buruk untuk mencela Lawan selain sifat penakut dan bakhil.para penyair apabila ingin mencela seseorang, maka ia akan memperolok olok Sifat Bakhil dan penakutnya.

“Rasullullah Saw,itu adalah manusia paling dermawan di muka bumi”

Yang paling berani dan sangat dermawan dari kebanyakan orang, baik sewaktu beliau belum sebagai Rosul maupun setelah nya.namun kedermawanan beliau bercorak baru dan belum pernah dikenal oleh bangsa Arab sebelumnya.bangsa bangsa Arab juga belum pernah mengenal model Kedermawanannya.

Kedermawanan Rosululoh yang Pertama

Bukan untuk mencari pujian atau untuk menutupi kekurangan-kekurangan.bukan pula untuk mencari keuntungan pribadi.kedermawanan beliau semata mata karena Allah SWT dan untuk mencari keridhoannya.

Kedermawanan Rosululoh, dimaksudkan untuk menolong kaum muslim yang telah membelanjakan harta benda mereka dijalan Allah SWT, untuk membantu para fakir, miskin,kaum dhuafa, anak yatim, para janda.kedermawanan beliau juga dimaksudkan untuk membebaskan kaum budak dan menarik hati orang-orang kafir yang punya kecenderungan untuk menerima Islam.

Kedermawanan Rosululloh  Saw yang ke dua.

Sampai mengalahkan kepentingan diri dan keluarganya.tidak jarang beliau memberikan harta benda nya kepada orang lain yang sangat butuh, padahal beliau juga sangat membutuhkannya . tidak jarang pula, beliau memberikan jatah harta rampasan perangnya kepada sahabat hingga beliau pulang dengan tangan kosong.

Oleh kaum muslim, Rosululloh Saw.di anggap layaknya seorang ayah.tidak peduli beliau kekurangan, asal anak anak nya berkecukupan.beliau seumpama bapak yang penuh kasih sayang.mendahulukan keperluan putra putranya dari pada keperluan beliau sendiri.cukuplah bagi beliau hidup sebagai Zahid ( orang Zuhud).

Sayyidina Aisyah berkata,”Rosululloh Saw, tidak pernah kenyang selama tiga hari berturut-turut hingga beliau wafat.Sesunguhnya , bila kami berkehendak, kami bisa makan kenyang.tetapi ,kami memang mengalahkan kepentingan diri kami sendiri.

 

 

Dalil tentang dianjurkan sifat dermawan ialah sebagai berikut:

( Alquran Al-Baqarah 245)

Malu kalau tak memberi

Seseorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Saw…”Shodaqoh manakah yang lebih utama? Jawab Rosululloh Saw..”Bersodaqohlah engkau saat sedang sehat, saat sedang Bakhil, saat sedang menghangankan kekayaan, dan saat takut miskin, dan, janganlah menunda nundanya sehingga engkau baru bershadaqah ketika ruhmu telah sampai di tenggorokan,lalu engkau berkata,”Untuk si Fulan sekian, untuk si Fulan sekian, sedangkan harta itu ialah Haq si Fulan.”( HR.bukhari dan muslim )

Baca juga : Manfaat sedekah walau dalam keadaan ekonomi yang sulit dan sempit

Puncak kedermawanan umat manusia sejak nabi Adam as.hingga hari kiamat terdapat pada diri Rosululloh Saw.tidak ada manusia yang lebih dermawan dari pada beliau.banyak bukti yang dapat membenarkan argumen ini.salah satunya, pada suatu hari, datanglah seorang kepada beliau meminta sesuatu.beliau memberikan begitu banyak kambing kepada.karena saking banyaknya, kambing kambing itu memenuhi jalan yang membelah dua bukit.

Orang orang yang bertanya kepada orang itu, dari mana ia memperoleh banyak kambing? Ia menjawab bahwa kambing kambing itu diminta dari Rosululloh Saw.orang orang kaget semua,sebab belum ada orang yang memberikan kambing kepada orang lain dengan jumlah yang begitu banyak.seseorang itu pun akhirnya berkata kepada mereka semua,”Peluklah agama Islam.sesungguhnya, Muhammad bila memberi seperti orang yang tidak takut miskin.

Hal yang paling menyedihkan buat Rosululloh Saw.ialah ketika beliau tidak mampu memberikan sesuatu yang diminta oleh seseorang.Beliau merasa malu bila ada seseorang pulang dari rumah nya dengan tangan kosong.pernah ada seseorang datang ke rumah beliau untuk meminta sesuatu.saat itu, beliau tidak punya apa-apa untuk diberikan kepadanya.wajah orang itu murung.beliau tidak tega melihat wajah yang murung itu.

“aku sedang tidak punya sesuatu untuk diberikan.tetapi, belilah sesuatu yang engkau perlukan, dan bilang ke penjual nya utang itu sebagai tanggungan ku.nanti, setelah aku punya uang, akan aku bayar,”sabda Rasulullah Saw.kepadanya.

Mendengar pernyataan Rosululloh Saw,itu, Umar Ra.menyela,”Wahai Rosululloh Saw, sebelumnya orang itu telah datang kepada mu dan telah kau beri sesuatu yang ia minta.sesunguhnya, Allah SWT.tidak membebaniku dengan sesuatu yang tidak mampu engkau pikul.”

Wajah Rosululloh Saw.berubah, beliau seolah olah tidak senang dengan perkataan Umar ra.tahu beliau sedih dengan kata kata Umar Ra, seorang sahabat Anshar berkata kepada beliau,”Wahai Rosululloh Saw,berilah sesuatu yang ia minta dan jangan lah kwatir bahwa Allah SWT akan memberi mu sedikit.”

Rosululloh Saw.lalu tersenyum.wajah beliau berseri seri.kemudian, beliau bersabda kepada sahabat Anshar tersebut,”hal itulah yang diperintahkan kepadaku.

Subhanallah, betapa mulianya sifat Rosululloh Saw.dalam keadaan tidak punya harta, beliau masih berderma.Beliau tidak Sudi jika seseorang yang meminta suatu hal kepada beliau pulang dengan tangan kosong.

Setiap orang yang datang ke rumah beliau untuk meminta sesuatu, pasti tidak pernah beliau kecewakan.beliau selalu memberikan sesuatu yang dimiliki nya.jika tidak punya apa-apa, beliau menyuruh orang itu untuk mendapatkan barang yang ia butuhkan ditoko atau di sahabat lain, dan utangnya menjadi tanggung an beliau.

Sumber penulis : smart niru Nabi si Mega Maulida rahayu, penerbit mahabah.

Editor : yudi Hartoyo

Baca Juga : kisah inspiratif tentang istri yang rajin sedekah

Zakat dalam Al qu’ran dan Hadist yang harus diketahui umat islam

Zakat Adalah Jembatan ISLAM Orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT tidak hanya beriman dan melakukan ibadah badani, seperti shalat, tetapi mereka juga beribadah dengan menggunakan hartanya.

Hal itu telah dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 3  Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِا لْغَيْبِ وَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ

allaziina yu`minuuna bil-ghoibi wa yuqiimuunash-sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yungfiquun

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 3)

Sedangkan Rasulullah Saw bersabda, zakat adalah jembatan (bagi kekuatan) Islam (HR. Thabrani, Targhib)

Hadis tersebut menggaris bawahi bahwa zakat merupakan fondasi penting dalam Islam, sehingga apabila kita melalaikannya maka otomatis menghancurkan sendi-sendi dalam Islam.

Pada Zaman “Khalifah Abu Bakar pernah memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat di awal pemerintahannya, baginya jika ada orang yang membeda-bedakan antara salat dan zakat, maka wajib diperangi,”

di akhirat nanti, zakat adalah jembatan akan memudahkan seseorang ketika melewati shirat yang berjumlah tujuh.

“Ketika di dunia dengan mudahnya menunaikan zakat, maka dengan mudahnya juga melewati jembatan zakat.

Dalam sejarah Islam zakat sudah terbukti dapat menjadi solusi sistem jaminan sosial di masyarakat. Saat ini ia juga bisa dijadikan sebagai jembatan dalam penyelesaian permasalahan sosio ekonomi umat.

Kemudian, orang-orang yang bertakwa itu juga menginfakkan rezeki dan segala hal, baik yang lahir maupun batin, yang diberikan dan ditakdirkan oleh Allah SWT kepadanya, dan membelanjakannya di jalan Allah SWT.

Infak adalah pengeluaran, pembelanjaan, dan penggunaan harta yang dimiliki. Di dalam agama Islam, infak terbagi menjadi dua, wajib dan sunah.

Infaq wajib 

yaitu apabila seseorang tidak melakukan akan mendapatkan dosa sebagai contoh infaq wajib membayar mas kawin di dalam agama Islam mas kawin merupakan syarat sah nya sebuah perkawinan selain itu yang termasuk infaq wajib contoh lain membayar kifarat dan nadzar.kifarat adalah denda yang harus dibayar kan oleh seorang muslim karena melanggar hukum Allah besar nya kifarat bergantung dari jenis kesalahan yang dilakukan adapun penerima infaq Jenis ini bisa siapa saja termasuk keluarga atau kerabat yang membutuhkan.

Contoh lagi infaq wajib adalah menafkahi istri dan keluarga termasuk berpahala besar.

Infaq Sunnah

Jenis infaq ini adalah merupakan infaq yang dilakukan dengan tujuan bersedekah , sedekah masuk dalam kategori infaq Sunnah jika berbentuk harta.

Infaq Sunnah di dalam islam ada dua jenis yakni infaq untuk jihad dan infaq membantu orang lain.infaq jihad diberikan kepada seseorang atau kelompok yang akan berjuang di jalan Allah, Manfaat infaq Sunnah sangat banyak teruntuk penerinya karena dapat meringankan beban penderitaan sehingga hikmah nya adalah diampuni segala dosanya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ جَآءَ بِا لْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَا لِهَا ۚ وَمَنْ جَآءَ بِا لسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰۤى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
mang jaaa`a bil-hasanati fa lahuu ‘asyru amsaalihaa, wa mang jaaa`a bis-sayyi`ati fa laa yujzaaa illaa mislahaa wa hum laa yuzhlamuun

“Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 160)

Pada dasarnya, infak adalah ibadah yang mencakup seluruh ibadah yang berkaitan dengan harta, seperti zakat, sedekah, dan menolong orang miskin.

Sementara itu, infak juga dapat mencakup hal-hal maknawiah, seperti mengajarkan ilmu dan sejenisnya. Namun, dalam hal ini, yang paling utama dari semua ini adalah zakat yang merupakan salah satu rukun Islam. Oleh karena itu, banyak ahli tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah zakat.

Dalam sebuah hadis disebutkan, “Zakat adalah jembatan Islam.” Maksudnya, zakat adalah sebuah titian atau penghubung Islam. Setelah fondasi agama dibangun dengan iman dan tiangnya dibangun dengan shalat, ada suatu tempat yang penting yang harus dilewati, maka zakatlah yang akan dibangun sebagai jembatan untuk melewatinya.

Sebab untuk melindungi diri ketika di dunia dan di akhirat, dibutuhkan anggaran biaya agar dapat membangun bangunan Islam yang megah, baik berupa Darul Islam di dunia maupun Darussalam di akhirat. Semua itu akan terwujud dengan ibadah-ibadah harta, dan yang paling utamanya adalah zakat. (Tafsir Elmalılı, Penerbit Fazilet).

Baca juga ; bayar zakat

Sebuah Tabir  Sakarotul MAUT

Sakarat merupakan bentuk jamak dari kata sakir atau sakratun. Sakir adalah suatu penghalang di antara akal dan manusia yang secara umum digunakan sebagai istilah untuk pengaruh minuman yang memabukkan. Selain itu, sakir digunakan pula untuk menunjukkan keadaan sangat marah, cinta, dan sedih.

Adapun  istilah sakaratul maut digunakan untuk menjelaskan keadaan kematian yang luar biasa yang dapat menghilangkan akal. Hal ini termaktub dalam surat Qaf ayat 19

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ جَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِا لْحَـقِّ ۗ ذٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيْدُ
wa jaaa`at sakrotul-mauti bil-haqq, zaalika maa kungta min-hu tahiid

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.”
(QS. Qaf 50: Ayat 19)

Ibnu Arabi RH berkata, “Sebagai sebuah hikmah, Allah SWT membuat keadaan sakaratul maut dan keluarnya ruh menjadi ringan bagi sebagian orang, dan berat bagi yang lainnya. Dahsyatnya sakaratul maut bagi orang kafir adalah sebagai azab, sedangkan bagi orang mukmin adalah sebagai kafarat atas dosa-dosanya atau untuk meninggikan derajatnya.”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاَ نْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَ صَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa angfiquu mimmaa rozaqnaakum ming qobli ay ya`tiya ahadakumul-mautu fa yaquula robbi lau laaa akhkhortaniii ilaaa ajaling qoriibing fa ashshoddaqo wa akum minash-shoolihiin

Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10)

Maka Mari kita berlomba lomba dalam berbuat kebaikan, semoga Allah SWT melimpahkan tolong dan KurniaNYA atas kita sehingga kita dipandaikannya dalam mengarungi kehidupan ini bisa melaksanakannya baik yang wajib dan yang sunah.

Sumber :Fazilet TAKVİMİ dan dari berbagai referensi

Editor ulang : Yudi Hartoyo

Baca juga ; inilah tanda tanda orang yang bertaqwa semoga kita termasuk didalamnya

Carilah Rezeki Kalian dengan Cara Yang Halal dan Baik

Inilah Alasan Mengapa Mencari Rezeki Harus dengan Cara Yang Halal lagi baik.

Adalah Rosululloh SAW bersabda ;

“Carilah dunia (rezeki) dengan cara yang baik karena sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuatu (dari dunia) sesuai dengan apa yang telah dituliskan untuknya.”

Maksudnya, carilah rezeki kalian dengan cara yang baik, berusahalah mendapatkan bagian dari rezeki kalian yang telah ditakdirkan tanpa mendesak, tanpa melelahkan diri kalian berlebihan, tanpa berkelahi satu sama lain, dan tanpa merasa khawatir rezeki kalian akan jatuh ke tangan orang lain.

Imam Zamakhsyari RH berkata,

Orang yang mencari rezeki hendaklah ia mencari dengan cara yang baik, tidak ambisius, dan juga tidak terburu-buru. Sebab, kenikmatan, keuntungan, dan reputasi dunia tidak akan langsung menghampirinya.”

Mencari rezeki tanpa ambisius, tanpa khawatir, tanpa melalui jalan yang buruk, tanpa kehilangan akal sampai melupakan Rabbnya, dan tanpa jatuh ke dalam keadaan syubhat juga sesuai dengan maksud hadis yang disebutkan. Sesungguhnya Allah SWT berfirman dalam surat An-Nur ayat 37

 

رِجَا لٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَا رَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِ قَا مِ الصَّلٰوةِ وَ اِيْتَآءِ الزَّكٰوةِ ۙ يَخَا فُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَا لْاَ بْصَا رُ ۙ
rijaalul laa tul-hiihim tijaarotuw wa laa bai’un ‘ang zikrillaahi wa iqoomish-sholaati wa iitaaa`iz-zakaati yakhoofuuna yaumang tataqollabu fiihil quluubu wal-abshoor

“orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual-beli dari mengingat Allah, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),”
(QS. An-Nur 24: Ayat 37)

Baca juga : bayar zakat

Bahwasanya Allah SWT yang  telah menakdirkan dan membagikan rezeki kepada setiap manusia. Dengan ilmu azali Allah SWT, rezeki tidak datang lebih cepat atau lambat, tidak berkurang atau pun bertambah.

Meskipun seorang manusia mengetahui bahwa segala sesuatu yang telah ditakdirkan untuknya tidak datang terlambat atau pun datang lebih awal, dia tidak boleh berhenti berusaha dan bekerja karena sesungguhnya setiap peristiwa yang terjadi tergantung sebabnya yang merupakan sunatullah.

Walaupun Allah SWT mampu menghilangkan rasa lapar dan haus manusia tanpa bergantung pada suatu sebab apa pun, pada dasarnya hikmah Ilahi tetap bergantung pada sebab-sebab tertentu, seperti makan agar kenyang, dan minum untuk menghilangkan dahaga.

Dengan demikian, dalam hadis disebutkan,

“Carilah rezeki dengan cara yang baik!” untuk memberitahukan ketergantungan segala sesuatu dengan sebuah sebab, seperti berusaha dengan tulus dan menggapai sesuatu dengan usaha yang baik.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya orang yang meminta dunia dan mengharapkannya dengan keinginan yang berlebihan, berarti dia telah menyibukkan dirinya dengan sesuatu yang sama sekali tidak memberikan kepentingan apa pun dan membuat dirinya lelah dengan sesuatu yang tidak bermanfaat. Padahal, sesuatu yang akan didapatkannya tidak akan lebih dari yang sudah ditakdirkan untuknya. Maka dari itu, orang yang beradab harus menyerahkan segala urusannya kepada Allah SWT, berserah diri kepada-Nya, tidak melampaui batas, dan tidak berani untuk melakukan dosa. (Faidhul Qadir)

Sumber : FAZİLET TAKVİMİ 08 Maret 2020, Minggu

Berikut Dasar hukum dalam Alquran tentang Carilah Rezeki Kalian dengan Cara Yang Halal dan baik.

1.Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّ اتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْۤ اَنْـتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
wa kuluu mimmaa rozaqokumullohu halaalang thoyyibaw wattaqullohallaziii angtum bihii mu`minuun

“Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 88)

 2.Allah subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّا شْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْـتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
fa kuluu mimmaa rozaqokumullohu halaalang thoyyibaw wasykuruu ni’matallohi ing kungtum iyyaahu ta’buduun

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 114)

3.Allah subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَا عْمَلُوْا صَا لِحًـا ۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ ۗ
yaaa ayyuhar-rusulu kuluu minath-thoyyibaati wa’maluu shoolihaa, innii bimaa ta’maluuna ‘aliim

“Allah berfirman, Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 51)

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah z, Rasulullah n bersabda:

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ: {ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ } وَقَالَ: {ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلىَ السَّمَاءِ: يَا رَبِّ، يَا رَبِّ؛ وَمَطَعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَام، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Sesungguhnya Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan sungguh Allah perintahkan mukminin dengan apa yang Allah perintahkan kepada para Rasul,

Maka Allah berfirman:

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’

dan berfirman:Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.’ Lalu Nabi n menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya kusut masai, tubuhnya berdebu, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berucap:

‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, disuapi gizi yang haram, bagaimana mungkin doanya terkabul?”
(HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

 

Dari Abdullah bin Amr c, bahwa Rasulullah n bersabda:

أَرْبَعٌ إِذَا كُنَّ فِيْكَ فَلاَ عَلَيْكَ مَا فَاتَكَ مِنَ الدُّنْيَا: حِفْظُ أَمَانَةٍ، وَصِدْقُ حَدِيْثٍ، وَحُسْنُ خَلِيْقَةٍ، وَعِفَّةٌ فِي طَعْمَةٍ

“Empat perkara bila keempatnya ada padamu maka tidak mengapa apa yang terlewatkanmu dari perkara duniawi: menjaga amanah, ucapan yang jujur, akhlak yang baik, dan menjaga (kehalalan) makanan.”

(Shahih, HR. Ahmad dan Ath-Thabarani dan sanad keduanya hasan, Shahih At-Targhib no. 1718)

Ath-Thabarani t juga meriwayatkan dari Abu Thufail dengan lafadz:

مَنْ كَسَبَ مَالاً مِنْ حَرَامٍ فَأَعْتَقَ مِنْهُ وَوَصَلَ مِنْهُ رَحِمَهُ كَانَ ذَلِكَ إِصْرًا عَلَيْهِ

“Barangsiapa mendapatkan harta yang haram lalu ia membebaskan budak darinya dan menyambung silaturrahmi dengannya maka itu tetap menjadi beban atasnya.”
(Hasan lighairihi. Shahih Targhib, 2/148 no. 1720)

Dari Al-Qasim bin Mukhaimirah z ia berkata bahwa Rasulullah n bersabda:

مَنِ اكْتَسَبَ مَالًا مِنْ مَأْثَمٍ فَوَصَلَ بِهِ رَحِمَهُ أَوْ تَصَدَّقَ بِهِ أَوْ أَنْفَقَهُ فِي سَبِيلِ اللهِ، جَمَعَ ذَلِكَ كُلَّهُ جَمِيعًا فَقُذِفَ بِهِ فِي جَهَنَّمَ

“Barangsiapa mendapatkan harta dengan cara yang berdosa lalu dengannya ia menyambung silaturrahmi atau bersedekah dengannya atau menginfakkannya di jalan Allah, ia lakukan itu semuanya maka ia akan dilemparkan dengan sebab itu ke neraka jahannam.”

(Hasan lighairihi, HR. Abu Dawud dalam kitab Al-Marasiil, lihat Shahih At-Targhib, 2/148 no. 1721)

Abdullah bin Mas’ud z juga pernah menyampaikan pesan Rasulullah :

اسْتَحْيُوا مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ. قال: قلنا: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنَّا لَنَسْتَحْيِي وَالْحَمْدُ لِلهِ. قَالَ: لَيْسَ ذَلِكَ، وَلَكِنَّ الْاِسْتِحْيَاءَ مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى، وَتَحْفَظَ الْبَطْنَ وَمَا حَوَى، وَتَذْكُرَ الْمَوْتَ وَالْبِلَى، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ تَرَكَ زِيْنَةَ الدُّنْيَا، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدِ اسْتَحْيَا مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ

“Hendaklah kalian malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya.

” Kami (para sahabat) berkata:
“Wahai Nabiyullah, kami punya rasa malu kepada Allah, alhamdulillah.”

Beliau berkata:
“Bukan itu, akan tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah kamu jaga kepala dan apa yang diliputinya (yakni lisan, mata, telinga), kamu jaga (isi) perutmu (yakni dari yang haram) dan jaga yang bersambung dengannya, kamu ingat kematian dan kehancuran.

Barangsiapa yang menghendaki akhirat tentu dia tinggalkan perhiasan dunia. Siapa saja yang melakukan itu semua, berarti dia telah malu dari Allah dengan sebenar-benarnya.”

(Hasan lighairihi, HR. At-Tirmidzi, Shahih At-Targhib: 2/149 no. 1724)

Mari kita berdoa Agar Rizqi yang kita dapatkan mendapatkan Ridlo dan berkah

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

  • Ya Allah ya Roobbi …..
    Ampunilah dosa-doa kami, dosa-dosa kedua orang tua kami dan seluruh keluarga besar kami,
  • sahabat-sahabat kami
    Karuniakanlah kami panjang umur yang bermanfaat, keselamatan dan kesehatan yang afiat.
  • Tunjukilah kami jalan yang baik dan benar ….l
  • Berilah petunjuk dan taufikMu. Bimbinglah kehidupan kepada kebaikan ….
  • Lapangkanlah hati kami , tentramkan jiwa kami , sehatkan fisik kami
  • Bahagiakan keluarga kami , jadikan anak anak kami yg sholeh sholeha….
  • Luaskan rezeki kami , seluas lautan yang engkau ciptakan ….
  • Mudahkanlah segala urusan kami , kabulkanlah cita-cita , dan harapan kami….,
  • jauhkan dari segala penyakit , fitnah , prasangka keji , berkata kasar dan ….
  • jauhkanlah dari segala musibah , serta terimalah semua amal ibadah dan kelak
    jadikanlah kami sebagai penghuni SyurgaMu

. آَمِيـٍـِـنْ … آَمِيـٍـِـنْ …
آمِــــــــــــــــــينْ يَــارَبَّ الْعَالَمِ

Baca juga : mengapa sedekah bisa membuat kita lebih bahagia

Inilah Tanda-Tanda Orang Yang BerTaqwa Semoga kita Termasuk didalamnya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ
wa saari’uuu ilaa maghfirotim mir robbikum wa jannatin ‘ardhuhas-samaawaatu wal-ardhu u’iddat lil-muttaqiin

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 133)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۚ
allaziina yungfiquuna fis-sarrooo`i wadh-dhorrooo`i wal-kaazhimiinal-ghoizho wal-‘aafiina ‘anin-naas, wallohu yuhibbul-muhsiniin

“(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134)

Sahabat inspirasibersama.com yang dimuliakan Allah, Menurut Ayat diatas ada 4 indikator yang menandai ketaqwaan seseorang.

Pertama

Orang yang senantiasa menginfaqan hartanya disaat lapang maupun sempit maka ini disebut mempunyai kecerdasan finansial dan orang-orang yang memiliki kecerdasan finansial adalah mereka yang pandai mengumpulkan pundi-pundi kekayaan melalui kerja keras dan cerdas,lalu pandai pula mengelolanya,termasuk menyisihkan sebagian untuk kaum dhuafa dan masakin.

Baca juga : Rumah yatim ypmi

Kedua

Orang-orang yang bisa mengendalikan amarahnya, mereka disebut memiliki kecerdasan emosional dan orang yang kuat Menurut Nabi shalallahu alaihi wasallam, bukanlah orang yang kuat bertarung.orang yang kuat dalam Islam adalah orang yang mampu menahan marah.

Islam tidak melarang kita marah.islam membolehkan kita marah.yang dilarang adalah marah yang tidak terkendali.emosi yang meletup-letup tanpa kontrol.

Perasaan senang dan benci, perasaan bahagia dan bersedih, demikian juga dengan marah adalah sifat alamiah manusia.persoalnya, orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi mampu mengendalikan perasaannya sehingga mereka tahu kapan dan dimana bisa mengungkapkan perasaan senang atau ketidaksenangannya.

Ketiga

Mudah memaafkan,atau memiliki kecerdasan sosial.tanda orang yang memiliki kecerdasan sosial itu bisa dilihat dari pergaulan sehari-hari, apakah mereka di terima masyarakat lingkungan atau dijauhi? Orang yang memiliki kecerdasan sosial mudah bergaul,luwes, dan diterima.

Sikapnya tidak arogan, atau sombong.Tidak egois dan mau berbagi.mereka Hidup di tengah masyarakat, berbaur,menyatu, dan tidak menyendiri.Rosululloh saw bersabda,”Mukmin yang bergaul dan sabar terhadap gangguan orang,lebih besar pahalanya dari pada yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar dalam menghadapi gangguan mereka,” ( Riwayat Ahmad dan Tirmidzi).

Dalam pergaulan sosial,ada saja di antara saudara kita yang perkataannya menyinggung perasaan, sikapnya tidak menyenangkan dan perbuatanya merugikan.Terhadap mereka, Islam mengajarkan agar kita lebih bersabar dan pandai-pandai memaafkan.

Keempat

Apabila berbuat kerusakan, mereka segera mengingat Allah, lalu meminta ampun atas kesalahan-kesalahan dan dosanya.mereka memiliki kecerdasan spiritual.

Orang yang baik, dalam pandangan Islam bukanlah orang yang tidak pernah berbuat kesalahan.Orang yang bertaqwa bukanlah orang yang sama sekali bebas dari perbuatan dosa.

Orang yang bertaqwa adalah mereka yang apabila melakukan kesalahan, perbuatan yang kurang baik, dan melanggar ketentuan segera mengingat Allah lalu meminta ampun dan bertobat.Mereka segera kembali ke jalan yang benar dan lurus ketika terperosok.mereka tidak terlalu lama berada dalam kesesatan.

Orang yang memiliki kecerdasan spiritual senantiasa mengingat Allah, kapan dan dimana pun juga.ketika hendak memulai sesuatu, mereka mengingat Allah lalu mengucapkan bismillah.Setiap langkahnya di perhitungkan, apakah sesuai dengan syariat agama? Apakah perbuatan dan tindakanya menguntungkan bagi dirinya dan memberi manfaat kepada orang lain?

Apakah perilakunya mencerminkan kasih sayang ( Rahman dan rahim)? Ketika pekerjaan telah usai, tidak lupa mereka bersyukur sambil mengucapkan Alhamdulillah.

Mereka tidak ingin dipuji,sebab mereka sadar bahwa segala puji adalah milik Allah.mereka syukuri semua karunia Allah,lalu bertawakal dan menyerahkan hasil nya kepada Allah.

 

ما هي الخسارة الحقيقة ..؟ اشد انواع الخسائر ان تكون الجنة عرضها السماوات والارض ولكن لا يكون لك مكان فيها
اللّٰهم اجعلنا من اهل الجنة

Kerugian bila tidak bertaqwa ;

Tahukah Kerugian Yg nyata..? seorang Tahu Bahwa Surga Yg indah luasnya Seperti langit dan Bumi namun Sayangnya Engkau tidak Mendapat tempat Di dalamnya!

Setiap Hamba pasti Tahu Bagaimana Allah Menjanjikan Surga Bagi Mereka Yg mau Bertaqwa kepadanya Dan Hal itu Di sampaikan lewat Ayat”nya Allah Dan Juga Lewat Para Nabi Dan Rasulnya.

maka Yg aneh adalah ketika Sudah Mengetahui Akan Kabar Surga Namun Ternyata Tidak Mendapatkanya Di Karnakan Jauhnya Dia Dr kebaikan Dan Ketaqwaan Kepada Allah swt Saat hidup Di dunia. Padahal Nasehat Selalu Tersampaikan kepadanya Namun Sayangnya Terabaikan Begitu Saja sehingga Tak Ada Yg tersisa Dalam dirinya Selain Penyesalan Yg Sia”

Krn Itu Jadikan Dunia Ini Sebagai Jalan kita Untuk Beramal Kebaikan Agar Kelak Di Akherat Kita Mendapatkan Bagian Dari Pada Surganya Allah Swt
Amin Amin Ya Robb

عبدالرحمن بن محمد العطاس
اهل الوداد

Sumber ; ustadz Abdurrahman Muhammad

Editor : yudi Hartoyo

Baca juga : Manfaat sedekah walau dalam keadaan ekonomi yang sulit dan sempit

Doa Niat Zakat fitrah untuk diri sendiri fardhu karena Allah Taala

Doa Niat Zakat fitrah untuk diri sendiri fardhu karena Allah Taala

Inspirasibersama.com – zakat  fitrah adalah  Zakat diri yang diwajibkan Atas diri sendiri baik diri laki-laki ataupun perempuan muslim yang berkemampuan yang memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan untuk mengeluarkan sebagian harta dengan Tujuan mensucikan jiwa, kata; “Fitrah adalah mengacu pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini maka manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah, tentu kita Sering baca juga kita dengar bahwasanya : 

“Harta yang  kita  makan akan jadi kotoran,harta  yang disimpan akan jadi rebutan,namun harta yang disedekahkan akan jadi penolong [ by buya hamka ] 

Seorang Muslim berkewajiban Mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya, keluarganya serta orang yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa laki ataupun perempuan dan berikut ini Mengapa setiap individu wajib untuk berzakat;

Seseorang yang punya kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan.

Seorang anak yang lahir sebelum jatuh pada akhir bulan Ramadhan dan hidup selepas terbenam matahari.

Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadhan.

Apabila kita renungkan maka harta sesungguhnya  terbagi 3 hal yaitu ;

1.Makanan yang kita makan inipun hanya melewati lidah dan kerongkongan.

2.Pakaian yang kita pakai seperti sepatu,kendaraan,rumah dan ini pun berlaku sementara.

3.harta yang disedekahkan inilah harta yang sesungguhnya. sebagaimana  sabda Rasulullah dlm ( Hr.muslim no.2958 ):
Yang  artinya :

“Manusia berkata,Hartaku -hartaku “, beliau bersabda,wahai manusia,apakah benar engkau memiliki harta? Bukankah yang engkau makan akan lenyap begitu saja? Bukankah pakaian yang engkau kenakan juga akan usang? Bukankah yang  engkau  sedekahkan akan  berlalu  begitu  saja?.

Ditambah riwayat lain :

“Hamba berkata,”hartaku-hartaku.Rasulullah berkata :bukankah hartanya hanyalah tiga,yang ia makan dan akan sirna,yang ia kenakan  dan akan usang yang ia beri yang sebenarnya harta yang ia kumpulkan.harta selain itu akan sirna dan diberi pada orang orang yang ia tinggalkan.[ Hr.muslim no.2959 ]

Dari dua hadits diatas bukan bermakna muslim tidak boleh kaya namun harus digunakan dijalan bertaqwa agar hidup tidak merugi namun penuh arti bahagia sejati adalah membuat orang lain bahagia sebagaimana ungkapan :
“Manusia paling bahagia adalah yang membuat manusia lainnya bahagia”.

الخسارة

ما هي الخسارة الحقيقة ..؟ اشد انواع الخسائر ان تكون الجنة عرضها السماوات والارض ولكن لا يكون لك مكان فيها
اللّٰهم اجعلنا من اهل الجنة

Tentang Kerugian yang Nyata

Tahukah kamu Apa itu Kerugian Yg nyata..?
Yaitu seorang Tahu Bahwa Surga Yg indah luasnya Seperti langit dan Bumi

Namun Sayangnya Engkau tidak Mendapat tempat Di dalamnya!

Bahwa Setiap Hamba pasti Tahu Bagaimana Allah Menjanjikan Surga Bagi Mereka Yg mau Bertaqwa kepada-NYA.

Dan Hal itu Di sampaikan lewat Ayat”nya Allah dan Juga Lewat Para Nabi serta Rasulnya.

Maka Yg aneh adalah ketika Sudah Mengetahui Akan Kabar Surga Namun Ternyata Tidak Mendapatkanya Di Karnakan Jauhnya Dia dari kebaikan dan Ketaqwaan Kepada Allah swt Saat hidup Di dunia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَمَثُوْبَةٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ خَيْرٌ ۗ لَوْ كَا نُوْا يَعْلَمُوْنَ
walau annahum aamanuu wattaqou lamasuubatum min ‘ingdillaahi khoiir, lau kaanuu ya’lamuun

“Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 103)

Padahal Nasehat Selalu Tersampaikan kepadanya Namun Sayangnya Terabaikan Begitu Saja sehingga Tak Ada Yg tersisa Dalam dirinya Selain Penyesalan Yg Sia”

Krn Itu Jadikan Dunia Ini Sebagai Jalan kita Untuk Beramal Kebaikan Agar Kelak Di Akherat Kita Mendapatkan Bagian Dari Pada Surganya Allah Swt.

Amin Amin Ya Robbal alamien

عبدالرحمن بن محمد العطاس
اهل الوداد

“Bulan Ramadhan,bulan yang di dalamnya diturunkan
(permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan – penjelasan mengenai
petunjuk itu dan Pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”.
(QS. Al-Baqarah:185 )

Zakat fitrah merupakan Rukun islam yang ke empat dan hukumnya wajib dan zakat fitrah ini hanya dikeluarkan pada  bulan Ramadhan jadi berbeda dengan zakat mal.jika zakat mal bisa kapan saja.

Hukum Zakat Fitrah dengan Uang Menurut Ustadz Abdul Somad, sebenarnya tindakan ini sah-sah saja.

Sang ulama berpendapat demikian dengan alasan bahwa pada zaman dahulu, Nabi Muhammad saw. membayar zakat menggunakan sistem barter, yang mana sudah sesuai dengan Mazhab Hanafi.

Walaupun pada masanya, untuk Mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali bayar zakat disarankan mengunakan makanan pokok.

Ustadz Abdul Somad berkata bahwa Rasulullah SAW membayar zakatnya menggunakan empat barang yaitu

Kurma,gandum,kismis, dan susu kambing yang sudah dijemur kering (seperti mentega).

Apabila dilihat dari barang-barang di atas, berarti membayar zakat pakai beras juga bidah, dong?

Lagi-lagi, sang ulama menangkal opini tersebut karena pada zaman dahulu, keempat barang di atas merupakan barang pokok.

Itulah sebabnya sekarang kita berani membayar pakai beras, karena memang sudah menjadi barang pokok disini.

Jadi, menurut beliau, membayar zakat dengan uang atau beras sudah mengikuti ajaran Islam.

Dalam prakteknya membayar zakat fitrah dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni bisa disetor kan kepada pengurus masjid  atau yayasan yang menerima bayar zakat atau bisa langsung diberikan kepada yang membutuhkan ( mustahik )Dan dalam perkembangan nya saat  ini bentuk zakat ada yang  berbentuk beras dan ada yang  berbentuk uang hari ini masih berjalan maka silahkan berzakat fitrah.

Baca juga : bayar zakat di yayasan Pijar Mulia Indonesia

Adapun Perintah zakat fitrah dalam hadits Abu Daud bisa Anda lihat bahwa : Rasulullah SAW bersabda ,

“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Id maka zakatnya diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Sebelum menunaikan zakat fitrah untuk diri sendiri maka inilah niatnya jangan lupa ya.

Kesimpulan bila Zakat fitrah dalam bentuk Beras ( kebutuhan Pokok)

Zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Kualitas beras atau makanan pokok untuk zakat fitrah harus sesuai dengan kualitas beras atau makanan pokok yang kita konsumsi sehari-hari. Beras atau makanan pokok tersebut dapat diganti dalam bentuk uang senilai 2,5 kg atau 3,5 liter beras.

Dalam sebuah hadits Bukhari Muslim, Rasulullah bersabda:

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim).

Lalu bagaimana niat zakat fitrah? Dilansir dari situs Badan Amil Zakat Nasional,

Nah Berikut kumpulan Doa niat zakat fitrah yang bisa Anda lafalkan dengan sepenuh Hati :

1.Doa Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu An Ukhrija Zakaata Al-fitri Anni Wa An Jami’i Ma Yalzimuniy Nafaqatuhum Syar’an Fardhan Lillahi Ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

2.Doa Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhol lillaahi ta’ala

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala.

3. Doa Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an zaujatii fardhol lillaahi ta’ala

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Ta’ala.”

4.Doa Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ…. ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri ‘aw waladii…. fardhan lillahi ta’ala

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku …. (sebutkan nama), fardu karena Allah Taala.

5.Doa Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri ‘an bintii…. fardhoollillaahi ta’ala

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku … (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta’ala.

6.Doa Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an (…) fardhol lillahi ta’ala

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk … (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta’ala.

Setelah membaca niat dan menyerahkan zakat fitrah, kamu harus membaca doa:

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim

Artinya: Ya Tuhan kami, terimalah amalan dari kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

Dalil tentang hukum orang yang enggan bayar zakat fitrah

1.Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا للّٰهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ فِى الرِّزْقِ ۚ فَمَا الَّذِيْنَ فُضِّلُوْا بِرَآ دِّيْ رِزْقِهِمْ عَلٰى مَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُهُمْ فَهُمْ فِيْهِ سَوَآءٌ ۗ اَفَبِنِعْمَةِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
wallohu fadhdhola ba’dhokum ‘alaa ba’dhing fir-rizq, fa mallaziina fudhdhiluu biroooddii rizqihim ‘alaa maa malakat aimaanuhum fa hum fiihi sawaaa`, a fa bini’matillaahi yaj-haduun

“Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama-sama (merasakan) rezeki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 71)

2.Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَفِيْۤ اَمْوَا لِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَا لْمَحْرُوْمِ
wa fiii amwaalihim haqqul lis-saaa`ili wal-mahruum

“Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta.”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 19)

3.Rasulullah Saw bersabda:

“Bentengilah harta kalian dengan Zakat, Obati orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah, siapkanlah doa untuk bala bencana.” (Diriwayatkan Abu Dawud dalam bentuk mursal dari al-Hasan).

Dalam buku ‘Fiqih Islam Wa Adillatuhu’ oleh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, ada hukuman di akhirat ataupun di dunia bagi orang yang tidak mau berzakat.

4.Rasulullah Saw juga bersabda,

“Barangsiapa diberi harta oleh Allah, lalu tidak membayarkan zakatnya, maka hartanya itu akan diwujudkan dengan ular botak yang mempunyai dua titik hitam.

Ular itu akan melilitnya pada hari kiamat, mengambil dengan kedua lehernya, kemudian berkata ‘Aku hartamu, aku simpananmu’, lalu membaca ‘Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.

Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pad ahari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan yang ada di langit dan di bumi dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(HR. Pemilik Kutubus Sittah (enam kitab hadits) selain at-Tirmidzi dari Abu Hurairah (Jam’uz Zawaa’id)

5.Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَ حْبَا رِ وَا لرُّهْبَا نِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَا لَ النَّا سِ بِا لْبَا طِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ وَا لَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَا لْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَلِيْمٍ ۙ 
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu inna kasiirom minal-ahbaari war-ruhbaani laya`kuluuna amwaalan-naasi bil-baathili wa yashudduuna ‘ang sabiilillaah, wallaziina yaknizuunaz-zahaba wal-fidhdhota wa laa yungfiquunahaa fii sabiilillaahi fa basysyir-hum bi’azaabin aliim

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 34

6.Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَا رِ جَهَـنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْ ۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَ نْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ
yauma yuhmaa ‘alaihaa fii naari jahannama fa tukwaa bihaa jibaahuhum wa junuubuhum wa zhuhuuruhum, haazaa maa kanaztum li`angfusikum fa zuuquu maa kungtum taknizuun

“(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 35)

Apa Hikmah apa bila kita mengeluarkan Zakat fitrah

1.dengan zakat fitrah maka Allah SWT akan memberikan berkah panjang umur dan mendapatkan Nikmat Nya.

2.zakat fitrah merupakan penolong kepada umat Islam baik si kaya dan si miskin untuk bisa meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT dengan bersuka cita atas anugerah yandan NikmatNya.

dengan berzakat fitrah maka itu sebagai ujud syukur orang yang berpuasa kepada Allah atas nikmat ibadah puasa

4.puasa merupakan pembersih bagi yang melakukan sehingga terlepas dari perkataan buruk dan salah satu sarana memberi makan kepada fakir miskin.

Bagaimana Nasib jika LUPA bayar ZAKAT FITRAH

Pada masa Rasulullah pernah satu kali sahabat Usman KELUPAAN membayar Zakat Fitrah hingga usai Shalat Ied Begitu beliau ingat, segera beliau pulang dan mengambil Seekor Unta yang paling bagus miliknya dan dijualnya …kemudian uang hasil penjualan unta tersebut beliau pakai untuk memerdekakan seorang budak …

Setelah itu beliau menghadap
Rasulullah dan berkata :”Ya, Rasulullah, bahwasannya saya telah lupa membayar zakat fitrah namun saya telah menjual seekor unta yang paling bagus milik saya dan saya gunakan untuk memerdekakan seorang budak.

Apakah itu setara nilainya dengan zakat fitrah yang lupa saya bayarkan?”

Dan dihadapan para sahabat Rasulullah menjawab :

“Sangat merugi bagi siapapun yang tidak membayar zakat fitrah … karena pahala zakat fitrah itu sangatlah tak terhingga …

Jangankan memerdekakan SEORANG budak, memerdekakan SERATUS orang budakpun takkan dapat menyamai pahala zakat fitrah”

Ma syaa Allah … begitu
hebatnya Pahala Zakat Fitrah… maka saudaraku sekalian jangan sampai kelupaan menunaikannya …

Apalagi di tengah pandemik saat ini, zakat anda sangat berarti meringankan beban saudara – saudara kita yang kurang beruntung.

Semoga dengan zakat fitrah ini kita kembali suci ke asal kita diciptakan, fitrah dalam hal ini seperti bayi yang dilahirkan satu tujuan kembali kepada Tuhan sang pencipta.

Almdulillahrblmn

Baca Juga : Donasi online rekening ypmi untuk zakat infaq sedekah

1 2 3 4 5 6