Mengapa Arsy Bergetar Ketika Anak yatim Menangis ?

Mengapa Arsy Bergetar Ketika Anak yatim Menangis ?

Inspirasibersama.com – Sebuah Renungan buat kita semua bahwa Sungguh Beruntunglah bila kita bisa membantu meringankan beban Anak yatim ,dengan menyantuni mengasihi mereka selayaknya mengasihi anak kita sendiri, dalam salah satu Riwayat bahwa Arsy Bergetar jikalau ada anak yatim itu Menangis.

Dalam kehidupan ini banyak disekitar kita anak yatim, yatim-piatu, bila kita menjumpai dan bisa berbagi membantu mereka dengan kekuatan yang bisa kita lakukan misal dengan sedekah, namun bila belum bisa…, maka bisa bantu dengan Sedekah tenaga yang ada,bisa juga membantu berupa pemikiran-pemikiran termasuk sedekah ilmu pengetahuan dengan cara mendidikkannya, bila itupun tidak bisa maka bantu dengan Mendoakannya.

Mereka butuh dorongan moril dan spiritual,jiwa butuh kekuatan,raga juga butuh asupan, tentu tak kalah adalah pendidikan agar ilmu bekal hadapi kenyataan di dunia bisa dilalui dengan tuntutan agama selamat dunia dan akhirat.

Anak yatim adalah seorang anak kecil yang ayahnya telah meninggal dunia.
Dalam Al-Quran surat Ad-Duha ayat 9, Allah SWT berfirman,

“Maka, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim.”

Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau serta agak merenggangkan keduanya seraya bersabda,

“Aku dan orang yang merawat anak yatim akan berada di surga seperti ini.”

Rasulullah SAW bersabda, “Rumah yang paling baik di antara umat Islam adalah rumah yang di dalamnya ditempati anak-anak yatim yang diperlakukan dengan baik, dan rumah yang paling buruk adalah rumah yang ditempati anak-anak yatim yang diperlakukan dengan buruk.”

Ketika Abu Darda RA mengadu kepada Rasulullah SAW bahwa hatinya telah mengeras, Rasulullah SAW bersabda,

“Kasihanilah anak yatim, usaplah kepalanya,berikanlah jamuan makanan kepadanya sehingga hatimu akan melunak dan mendapatkan apa yang kau inginkan.”

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Sayidina Umar bin Khattab RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Ketika anak yatim menangis, tangisannya itu membuat arsy bergetar.

Allah SWT berfirman kepada para malaikat-Nya,
‘Wahai para malaikat-Ku, siapakah yang membuat anak yatim di negeri itu menangis?’

Para malaikat menjawab, ‘Wahai Tuhan kami, Engkau lebih mengetahuinya.’

Setelah itu, Allah SWT berfirman,
‘Saksikanlah, barang siapa dapat mendiamkan dan membuat anak yatim itu gembira, Aku akan membuatnya senang pada hari kiamat nanti’.”

Oleh karena itu, ketika Sayidina Umar RA (yang meriwayatkan hadis ini) melihat seorang anak yatim, ia akan mengusap kepalanya dan memberinya sesuatu.

Sumber artikel ;/ FAZİLET TAKVİMİ 16 Juli 2020, Kamis

Editor  : yudi Hartoyo

3 Keutamaan Bagi Orang Yang Mengurus Anak Yatim dengan Baik sesuai Tuntunan agama

Di dalam islam yang namanya memelihara dan mengasuh anak yatim adalah ibadah yang sangat dianjurkan bahkan Rasulullah SAW bersabda ;

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim ( kedudukannya) disurga seperti ini, kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shalallahu alaihi wassalam,serta agak merenggang kan keduanya”.

3 Keutamaan Bagi Orang Yang Mengurus Anak Yatim

  1. Mereka yang mengasuh anak yatim mendapat kemuliaan sebagai hamba yang sangat shaleh di sisi Allah SWT.
  2. Seseorang akan memperoleh keutamaan pahala yang besar bagaikan melakukan jihad di jalan Allah SWT.
  3. Mereka yang memelihara anak yatim dijamin masuk syurga kecuali jika mereka melakukan dosa-dosa syirik.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dalam naungan Allah SWT.

Bekal Akhirat Sebuah Renungan untuk Menambah ketaqwaan

Bekal Akhirat Sebuah Renungan untuk menambah ketaqwaan :

Pada suatu hari, dikisahkan bahwa Abu Dzar RA berdiam di samping Ka’bah Al-Muazzamah seraya berkata,

“Perhatikanlah, orang yang mengenalku pasti tahu diriku, dan bagi orang yang tidak mengenalku, ketahuilah bahwa aku adalah Jundub bin Junadah Al-Ghifari Abu Dzar!

Mendekatlah kepadaku, saudara kalian ini yang akan menerima kalian dengan lemah lembut dan juga akan menasihati kalian.”

Dengan demikian, orang-orang pun berkumpul di sekelilingnya. Kemudian, Abu Dzar RA berkata kepada mereka,

“Ketika salah seorang dari kalian hendak bepergian di dunia, pastilah ia menyiapkan bekal untuk perjalanan itu. Kalau begitu, seseorang yang hendak bepergian menuju akhirat, bagaimana mungkin ia pergi tanpa menyiapkan bekal?”

Mereka pun bertanya,

“Wahai Abu Dzar, kalau begitu, apakah bekal seseorang yang hendak melakukan perjalanan ke akhirat?

Seketika itu, Abu Dzar RA menjawab ;

  • shalat malam (walau hanya) dua rakaat agar terbebas dari kesendirian di alam kubur,
  • berpuasa pada hari-hari yang panas agar terbebas dari dahsyatnya Padang Mahsyar,
  • Bersedekah kepada orang miskin dengan harapan kelak akan selamat dari azab yang pedih pada hari kiamat,
  • dan berhaji agar terbebas dari musibah-musibah besar dunia dan akhirat yang akan datang.

Wahai… Saudaraku Bagilah kehidupan dunia menjadi dua :

Pertama,

untuk mendapatkan rezeki.

Yang Ke-dua,

untuk mendapatkan akhirat. 

Selain kedua ini, yang ketiga tidak akan memberikan manfaat bagi kehidupanmu, tetapi hanya memberikan kerugian.

Dan Bagilah pembicaraan oleh kalian menjadi dua :

Pertama,

harus membicarakan perkerjaan dunia yang bermanfaat bagi kalian.

Kedua,

harus membicarakan perkerjaan akhirat dan segala sesuatu yang dapat mendatangkan manfaat yang bersifat abadi.

Selain kedua ini, yang ketiga tidak akan memberikan manfaat bagi kalian, tetapi hanya memberikan kerugian.

Bagilah juga harta kalian menjadi dua :

Pertama,

Harta yang kalian belanjakan untuk keluarga.

Kedua,

harta yang kalian belanjakan untuk diri kalian sendiri (akhirat).

Selain kedua ini, yang ketiga tidak akan memberikan manfaat bagi kalian, tetapi hanya memberikan kerugian.”

Setelah mengatakan ini, Abu Dzar RA mengeluarkan kata “ah” yang sangat dalam seraya berkata,

“Kesedihan hari yang belum aku capai telah membuatku binasa dan sengsara.”

Seketika itu, orang-orang bertanya, “Apa itu?”

Abu Dzar RA menjawab, “Tuntutan dan keinginan duniawiku telah mencegahku dari mengingat ajal, dan menghentikanku dari melakukan amal-amal.” (Tanbihul Ghafilin)

Sumber ; FAZİLET TAKVİMİ 06 Januari 2020, Senin.

Editor : yudi Hartoyo

Sahabat inspirasibersama.com Kehidupan dalam Dunia ini hanyalah sementara dunia penuh misteri penuh tantangan penuh cobaan ada suka ada duka silih berganti , segala nya serba fana ,fatamorgana dan ketika hidup manusia telah Allah SWT Takdir kan dan akhirnya kembali menghadap maka tidak ada yang bisa menghalanginya.

Mengapa Seseorang Mayit memilih Bersedekah jika bisa kembali hidup kedunia?

Sudah Cukupkah Bekal Kita untuk Menghadapi Kematian Nanti?

Setiap hari kita mengejar materi dunia, tetapi sering kali kita lupa apakah yang akan terjadi ketika kita telah meninggal…

Raih pahala sedekah amal jariyah yang bisa membantu kita dan keluarga kita di akhirat kelak.

Sebagaimana Firman Allah Ta’ala:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

“Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…”
{QS. Al Munafiqun: 10}

Semoga kita termasuk orang-orang yang diwafatkan dengan sebaik-baik bekal.sebagaimana Hadist Nabi :

” Sebaik-baik manusia ketika dikasih umur yang panjang maka dipergunakan untuk amal kebaikan”,dan seburuk-buruk manusia ketika dikasih umur yang panjang ia pergunakan untuk kejahatan”.(HR.Ahmad)

“Ya Allah..
Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam beragama.
Kesehatan badan
Limpahan ilmu
Keberkahan rezeki
Taubat sebelum datangnya maut
Rahmat pada saat datangnya maut
Dan ampunan setelah datangnya maut.

“Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat hisab.”

“Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.
“(QS. AlBaqarah: 201)

Aaamien 3x ya Allah Robbal alamien

Alhamdulillahrblmn.

Baca juga : Mari menengok kedermawanan rosululloh agar kita rajin bersedekah

Apa Pentingnya Ikhlas dalam setiap Amal Perbuatan

Pentingnya ikhlas dalam setiap Amal Menurut : Ulama fikih yang bernama Abu Laits As-Samarkandi RH berkata,

“Niat orang-orang yang melakukan amar makruf (mengajak kepada segala sesuatu yang baik menurut agama) dan nahi mungkar (mencegah dari segala sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah SWT) harus untuk mendapatkan ridha Allah SWT dan meninggikan agama Islam.

Jika mereka melakukan ini semua untuk memenuhi hawa nafsunya, niscaya Allah SWT akan menjatuhkan dan menghinakan mereka.”

Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ ۗ

wa maaa umiruuu illaa liya’budulloha mukhlishiina lahud-diina hunafaaa`a wa yuqiimush-sholaata wa yu`tuz-zakaata wa zaalika diinul-qoyyimah

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”
(QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 5)

Ikrimah RA bercerita,

“Seorang muslim melihat sebuah pohon yang disembah oleh manusia. Dia pun marah lalu segera mengambil kapak dari rumahnya untuk menebang pohon tersebut.

Ketika ia pergi untuk menebang pohon, setan menemuinya di jalan dengan rupa manusia seraya berkata,

“Ke manakah kau akan pergi?” Orang itu pun menjawab,

“Aku melihat sebuah pohon yang disembah oleh manusia. Aku pergi untuk menebangnya demi mendapatkan ridha Allah SWT.”

Setan berkata,

“Jika kau kembali pulang dan mengurungkan niatmu untuk menebang pohon itu, aku akan meletakkan uang sebanyak empat dirham di satu sudut kasurmu setiap hari.”

Orang itu berkata,

“Apakah kau benar-benar akan melakukannya ?” Setan berkata, “Iya.”

Akhirnya, orang itu kembali pulang. Dia selalu mendapati uang-uang itu di salah satu sudut kasurnya selama beberapa hari.

Ketika tidak mendapati uang lagi pada hari keempat, ia pun mengambil kapaknya dan pergi untuk menebang pohon itu dengan penuh kemarahan. Setan kembali menemuinya di jalan dengan rupa manusia dan menanyakan tujuan kepergiannya.

Setelah mengetahui tujuannya, setan itu pun berkata,

“Kau tidak akan mampu untuk menebang pohon itu karena niat dan kemarahanmu pada pertama kali kepergianmu adalah karena Allah SWT. Seandainya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi berusaha menghalangimu saat itu, mereka tidak akan mampu menghentikanmu.

Namun, sekarang kau marah karena tidak menemukan uang itu.” Pada akhirnya, orang itu tidak berhasil menebang pohon tersebut.” (Hadimi, Barika)

SeBAIT Doa Mohon ampunan

  • “Wahai Tuhanku! Dengan amalan perbuatanku,
  • Sudah tampak bagiku perjalanan menuju neraka Jahim,
  • Tetapi layak bagi kebesaran dan kemuliaan-Mu,
  • Memberi keringanan kepadaku masuk ke surga Na’im.

Sumber :FAZİLET TAKVİMİ 21 November 2020, Sabtu

Mari Saudaraku Kita Tengok kembali di dalam Al-Qur’an Surat Al Ikhlas, surat yang ke-112.

ikhlas Menurut bahasa adalah murni.Surat ini menjelaskan tentang kemurnian pengabdian manusia terhadap sang penciptanya.

Memurnikan bahwa Tidak ada Tuhan selain-Nya.., bahwa segala sesuatu, termasuk kita manusia sangat bergantung kepada Allah SWT.dan tidak ada sesuatu apa-pun yang jadi sumbernya adalah memurnikan semua kegiatan, aktivitas, kerja yang kita lakukan semua hanya untuk Allah semata.

Bukan untuk uang, pujian, jabatan apalagi kekuasaan.

Artinya, kita dikatakan ikhlas apabila kita benar-benar memurnikan pekerjaan kita hanya untuk-Nya.

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT…

Buah dari keikhlasan itu kunci diterimanya amal perbuatan

Dicontohkan bahwa Imam Nawawi, Penulis buku dan menuliskan banyak sekali buku – buku dan ternyata Tulisan nya mendapatkan Tempat yang sangat layak Atas semua karya karyanya itu, suatu contoh karya nya yakni kitab Arbain yang pada waktu itu padahal sudah pernah ada yang menuliskannya sebelumnya.

Itu semua terjadi Konon hal itu disebabkan karena tingginya keikhlasan beliau dalam menulisnya.

Mari kita ambil semua hikmahnya bahwa apabila kita melakukan sesuatu apapun dasarilah dengan keikhlasan karena jika perbuatan tanpa adanya keikhlasan,maka kita tidak akan mendapatkan apapun di dunia apalagi di akhirat. Alangkah meruginya.

Katakanlah :

Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya”.

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. [Al Kahfi/18 :103-104]

Jangan sampai apa yang kita lakukan ada riyanya.ikhlas, hati hanya fokus hanya kepada Allah.

Abaikanyang selain Allah maka rasakan hanya kebesaran Allah saja.

Suatu contoh adalah mata kita, hanya bisa melihat secara fisik bisa melihat misalnya Rumah megah dan apabila kita melihat disandingkan dengan gubug reaot maka otomatis mata kita akan memilih salah satu yang paling wah.. bukan? yang pada akhirnya kita pilih yang rumah mewah itu pasti.

Seperti halnya dengan yang namanya hati kita ini harus fokus dengan yang maha Wah… Maha mewah besar maka pemilik semua itu hanyalah Allah SWT bukan yang lain.

Seseorang yang ikhlas otomatis dijauhi sayton, ikhlas adalah tanpa pamrih berbuat tanpa ada kepentingan dibaliknya.

ikhlas mengalir tanpa memikirkan apa apa hanya mengharapkan Ridho Allah SWT.

Suatu contoh lagi misal kita kerja maka Niat kan kerja saya adalah ibadah maka harus dilakukan dengan ikhlas tulus maka kemudahan kemudahan akan kita dapatkan Karena Ikhlas adalah karunia dari Allah.

Baca juga : Mari berhati hati dalam setiap pekerjaan dan jangan lupa doa sebelum bekerja

Dan mereka yang ikhlas akan memperoleh ketentraman dan ketenangan dalam hidup.

Hidup dengan modal ikhlas menjadi tentram karena terbebas dari pamrih dan riya.

Sesungguhnya Hidup Riya sangatlah pemborosan karena hanya demi gengsi rela menghabiskan banyak uang suatu contoh makan ditempat yang mewah pakaian yang mewah dan merk mahal yang dikenakan sehingga ia ingin dilihat dan akhirnya ria ujungnya.

Orang yang hidup dalam ikhlas memiliki fleksibilitas hidup yang tinggi. Kondisi di bawah maupun di atas tetap dapat dijalani dengan baik bijak tentram.

Namun sayangnya dizaman sekarang inginnya terlihat dan ingin dilihat pada hal itu menjadikan kehidupan tidak tentram malahan jauh dari ketenangan

Orang ikhlas hidup tentram, hidup sesuai dengan kemampuannya

Ketahuilah bahwa Ikhlasnya seseorang kepada Allah mendorong untuk berbuat kebaikan

Salah satu sebab berhentinya orang melakukan kebaikan adalah ketika apa yang menjadi pamrihnya tidak ia peroleh. Ia berharap pada pujian, tanggapan, apresiasi orang, yang ketika tidak didapatkan, mengakibatkan kekecewaan, yang akhirnya membuatnya berhenti berbuat baik.

Jika tujuan kita hanya kepada Allah, kita akan terus berbuat baik, dan terus berbuat baik, karena kita tidak memerlukan tanggapan dari orang lain

Kiat memunculkan Ikhlas adalah dipaksa terpaksa jadi biasa

karena sesuatu diawal terasa berat namun bila dilakukan berulang ulang maka akan muncul kebiasaan dan menjadi keistiqomahan.

Hilangkan pertimbangan ini itu buang jauh jauh keingina nafsu keduniawian.lalu ganti dengan bersungguh-sunguh beramal ikhlas karena Allah, akan mendorong seseorang melakukan ibadah karena taat kepada perintah Allah dan Rasul.selamat di dunia-akhirat, dan mengharap ganjaran dari Allah.

Upaya mewujudkan ikhlas bisa tercapai, bila kita mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan jejak Salafush Shalih dalam beramal dan taqarrub kepada Allah,

Selalu mendengar nasihat mereka, serta berupaya semaksimal mungkin dan bersungguh-sungguh mengekang dorongan nafsu, dan selalu berdo’a kepada Allah Ta’ala.

Baca juga : inilah tanda tanda orang yang bertaqwa semoga kita termasuk didalamnya

Mari Berhati-hati dalam Setiap Pekerjaan dan Jangan Lupa Doa Sebelum Bekerja

Berhati-hati lah dalam melakukan setiap Pekerjaan

Inspirasibersama.com – Saudaraku yang dirahmati Allah. Pernahkah kita menganggap enteng suatu pekerjaan hingga melupakan kehati-hatian dalam menuntaskannya? Bahkan mungkin kita sampai menyalahkan orang lain bilamana terdapat kesalahan yang disadari atau tidak kita sadari itu adalah akibat dari ketidakhati-hatian kita? Astagfirullah al-‘Adhim.. Na’udzubillahi min dzalik.

Semoga kita dijauhkan dari menjadi orang yang tidak hati-hati karena itu hanya membawa kemudharatan bagi diri sendiri dan orang lain.

Agama Islam memerintahkan kita untuk bertawakal seperti halnya kita diwajibkan untuk bekerja. Keduanya termasuk tugas kita. Jika kita tidak bekerja, kita tidak akan menjemput rezeki yang Allah janjikan, dan jika kita meninggalkan tawakal, iman kita akan tergoyahkan.

Bercocok tanam atau mencari nafkahnya seorang mukmin yang meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas takdir Allah SWT, tidaklah bertentangan dengan tawakal. Ia melakukan segala sesuatu yang menjadi tugasnya dan selebihnya berharap kepada Allah SWT. Jika mendapatkan keberhasilan, dia akan bersyukur seraya berkata,

“Itu adalah nikmat dan karunia Allah SWT.” Apabila usahanya tidak membuahkan hasil yang positif dan tidak sesuai harapan, dia akan bersabar dan berkata, “Ini adalah takdir Allah SWT.”

Anas RA bercerita, “Seorang lelaki yang menunggang unta datang ke hadapan Rasulullah SAW dan bertanya,

‘Ya Rasulullah, apakah sebaiknya aku mengikat untaku kemudian bertawakal atau aku bertawakal tanpa mengikat untaku?’

Rosululloh SAW menasihatinya agar ia tidak membiarkan untanya begitu saja, lebih baik ia berhati-hati terlebih dahulu, kemudian bertawakal. Beliau bersabda, ‘

Mengikat unta bukan perbuatan yang bertentangan dengan tawakal. Dalam hal ini, terdapat keyakinan kepada Allah SWT dan sikap kehati-hatian’.”

Diriwayatkan dari Auf bin Malik RA bahwasanya Rasulullah SAW memutuskan hukum di antara dua orang. Ketika salah seorang dari mereka mendapatkan keputusan yang tidak menguntungkan dirinya, ia pergi dan berkata,

“Hasbiyallahu wa ni’mal wakil.” Dengan perkataan itu, ia ingin menunjukkan bahwa dirinya mendapatkan ketidakadilan atas harta yang diambil darinya. Atas hal itu, Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang yang lemah (tidak berhati-hati dalam pekerjaannya dan bekerja dengan tidak sempurna). Maka, aku sarankan agar kamu berhati-hati dan mengantisipasi segala hal dalam bekerja.

Apabila kamu tidak memperoleh apa yang diharapkan meskipun kamu sudah berhati-hati dan mengantisipasi dengan segenap kemampuan, pada waktu itulah kamu ucapkan, “Hasbiyallahu wa ni’mal wakil.”

Alhasil, Allah SWT tidak meridhai pekerjaan seorang hamba yang dilakukan dengan tidak sempurna. Namun, Allah SWT memuji kewaspadaan dan kehati-hatian seorang hamba. Seseorang seharusnya tidak melalaikan sikap kehati-hatian dalam pekerjaannya dan ia seharusnya mengucapkan,

“Hasbiyallahu wa ni’mal wakil” setelah mengusahakannya. (Mirqatul Mafatih Syarah Misykatul Mashabih)

Begitulah kisah kehidupan. Kejadiannya terus berulang, baik di zaman nabi hingga di zaman serba mesin saat ini. Hanya bentuknya saja yang sedikit berbeda. Supaya pelajarannya selalu datang dan menyadarkan kita untuk memetik hikmah dengan penuh kebijaksanaan sehingga menghantarkan kebaikan untuk diri sendiri maupun sesama makhluk-Nya. Aa’lam bish showaab..

Sahabat ku selain hal diatas tentang ke hati-hati an dalam bekerja maka iringilah doa sebelum dan sesudah bekerja agar pekerjaan menjadi lancar Jikalau sudah rutin melakukannya niscaya hidupmu akan penuh ketenangan dibawah ini  contoh doa dalam bahasa Indonesia yang bisa dibaca .

Contoh doa sebelum berangkat kerja 1

  • “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaanmu dan pemberianmu, rizki yang baik lagi berkah.
  • Ya Allah sesungguhnya engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan engkau Zat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya.
  • Ya Allah, tidak ada kebaikan yang engkau sukai, kecuali Engkau jadikanlah kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkanlah kami mendapatkannya.
  • Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya.
  • Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan.

Contoh doa sebelum berangkat kerja 2

  • Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik.
  • Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku.
  • Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya.Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezeki yang luas dan berguna

Selanjunya perkuat dengan Doa memulai bekerja

dengan melafalkan doa sebelum bekerja saat akan mulai kerja ini maka Allah SWT akan memudahkan melancarkan semua pekerjaan yang sedang engkau lakukan.

Sebagai contoh :

  • “Ya Allah, aku memohon padaMu kebaikan pekerjaan ini dan segala kebaikan yang ada di dalamnya,
  • dan aku berlindung padaMu daripada keburukan pekerjaan ini dan segala keburukan yang ada di dalamnya.
  • Sesungguhnya di atas segala sesuatu itu Engkaulah yang maha berkuasa menentukannya.”

 

Terakhir setelah mengawali dengan doa, maka kita juga harus mengakhiri pekerjaan, siapa yang mengawali maka ia lah mengakhiri.

Hal ini sebagai wujud rasa syukur dan mengharapkan pekerjaan yang telah dilakukan senantiasa diberkahi oleh Yang Maha Kuasa.

Saudara bisa Baca doa ini sebanyak 3x sama seperti doa sebelum berangkat bekerja.

“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepadaMu agar tidak tersesat atau disesatkan atau aku tergelincir atau digelincirkan atau aku berbuat dzalim atau didzalimi atau aku berbuat bodoh atau dibodohi.”

(HR. Nasa’i, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah).

Atau cukup dengan melafalkan Alhamdulillahrblmn

Sumber : FAZİLET TAKVİMİ 02 Desember 2020, Rabu dan dari berbagai sumber yang admin rangkum sebagai penguat.

Kesimpulan ringkas bila terlalu panjang doa diatas bisa diringkas fersi admin  ;

Jikalau doa-doa di atas terlalu panjang Cukup dengan doa Pendek misal ; Baca taawud, basmalah, sholawat,2x syahadat, lanjut

Bismillahi  ” TAWAKKALTU ’ALA ALLAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH”

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Bisa ditambahkan juga :

“Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi lagafururrahim”

Artinya :

Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.

`Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Hud 11:41)

Tutup dengan Surat Al-fatihah.

Editor : yudi Hartoyo

Baca juga : Carilah rezeki kalian dengan cara yang halal dan baik

 

Hati-Hatilah dengan yang Namanya Dayyuts

inspirasibersama.com – Pada artikel kali ini admin share tentang dayyuts. Suatu kata yang mungkin terdengar asing. Namun, memiliki makna penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengapa kita harus mengetahui makna dan arti dayyuts? Dan mengapa harus kita jauhi? Jawabannya adalah karena tidak akan masuk surga orang yang Dayyuts.

Barang siapa mengetahui ada keburukan pada keluarganya, istrinya atau anaknya, tetapi dia membiarkannya dengan alasan cinta atau lainnya, maka itu adalah dayuts. Dayyuts termasuk orang yang tidak akan dilihat oleh Allah SWT pada hari kiamat.

Dalam hadits disebutkan bahwa dari Salim bin Abdullah bin Umar, berkata: Abdullah bin Umar r.a bercerita kepadaku bahwa Rasulullah Saw bersabda,

“Tiga orang yang Allah haramkan surga untuk mereka :

1. Pecandu khamr ( minuman keras)

2. Anak yang durhaka

3. Dan Dayyuts (orang yang membenarkan keburukan di keluarganya).”

(HR. Ahmad)

Imam Adz-Dzahabi berkata, “Dayyuts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu tetap menganggap baik pada keluarganya (padahal ada kemungkaran yang nyata), kita berlindung kepada Allah dari hal itu”.

(Al kaba-ir, hlmn.137)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah berkata,

“Dayyuts adalah orang yang ridho adanya perbuatan keji pada keluarganya (istrinya), yaitu mendiamkannya terhadap perbuatan zina, tidak melarangnya, tidak marah karena Allah Azza wa Jalla, karena rasa cemburunya sedikit dan imannya lemah. Adapun orang yang telah berusaha mengingkarinya dan menghalanginya dari perbuatan keji, maka orang ini tidak disebut Dayyuts.”

Suatu contoh kasus Dayyuts agar mudah dipahami begini ;

Suatu misal ada wanita atau istri bepergian keluar rumah menuju suatu tempat dengan mengenakan pakaian tak menutup aurot sesuai tuntunan syariat, jika hal itu mereka lakukan di hadapan laki-laki yang bukan berstatus mahram baginya, maka itu haram hukumnya.nah… jikalau ada laki-laki yang meridhoi istrinya atau anak perempuannya melakukan hal itu, maka dia adalah Dayyuts.

Jadi sudah Merupakan kewajiban para bapak, suami, dan wali secara umum, melarang anak-anak perempuan, istri-istri dan saudara-saudara wanita dari perbuatan tabarruj (menampakkan perhiasan dan tubuhnya di hadapan umum). Siapa saja membenarkan tabarruj para wanita tersebut, maka dia adalah Dayyuts.

Ada Sebuah Nasehat Urwah bin Zubair kepada anak -anaknya yang bisa kita ambil hikmahnya berikut ini :

  1. “Wahai anak-anaku, belajarlah ilmu agama yang benar dan luangkanlah untuk hal itu, jikalau seandainya hari ini kalian menjadi orang kecil maka satu waktu pasti Allah jadikan engkau orang besar karena ilmu itu. Dan sungguh buruk sekali, apakah ada yang lebih buruk dari orang tua bodoh, tidak mengerti agamanya.
  2. Hati-hatilah! Jangan pernah kalian melihat amal yang kalian kerjakan, atas sedekah yang kalian keluarkan adalah sedekah yang kalian anggap remeh, tetapi jadikanlah sedekah itu sebagai hadiah yang kalian berikan hadiah kepada Allah SWT, dan janganlah kalian memberikan hadiah sesuatu untuk Allah yang dia malu untuk memberikan kepada terhormatnya kaum atau pejabat suatu kaum.
  3. Karena Allah itu adalah zat yang paling pantas untuk dimuliakan dan dia adalah zat yang paling layak dan paling pantas untuk memberikan balasan yang mulia dan yang paling pantas kalian berikan hadiah yang terbaik.
  4. Wahai anak-anaku, jikalau kalian melihat seseorang ada perbuatan baik darinya, maka bersangka baiklah padanya, walaupun di mata manusia lainnya dianggap buruk. Karena perbuatan baiknya itu pasti punya saudara-saudara kebaikan yang lain.
  5. Dan jikalau kalian melihat perbuatan buruk dari seseorang, hati-hati lah dari orang itu, walaupun di mata manusia lainnya dia adalah orang yang baik. Karena perbuatan buruk itu punya saudara-saudara yang ikut dengannya.
  6. Ketahuilah, bahwasannya setiap kebaikan akan mendatangkan saudara-saudaranya dan setiap dosa juga memiliki saudara-saudaranya”.

Sumber ; An Nashr edisi 15 I am muslim and I am proud (Maahid kudus)

Editor: Yudi Hartoyo

Baca juga : inilah tanda tanda orang yang bertaqwa semoga kita termasuk didalamnya

1 2 3 4 6