Inilah Pentingnya Niat dalam setiap Amal

Pentingnya Niat dalam setiap Amal

InspirasiBersama.com – Niat adalah merencanakan sesuatu dari awal sebelum berbuat, Niat dalam bahasa Arab ; نية Niyyat ialah keinginan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan yang ditujukan hanya kepada Allah

Sejalan dengan itu, niat atau maksud seseorang adalah sangat penting di antara sebuah tindakan dalam beribadah

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya (hukum) amal-amal itu tergantung pada niatnya. Balasan bagi setiap orang tergantung apa yang diniatkannya.” (HR Sahih Bukhari)

Amal-amal dibagi menjadi tiga bagian ;

  1. yaitu taat (ibadah)
  2. maksiat (dosa)
  3. Dan mubah

Berubahnya suatu amal yang di dalamnya mengandung dosa menjadi kebaikan berdasarkan niat seseorang tidaklah mungkin. Misalnya, memberi makan seseorang dengan harta orang lain dan membangun masjid dengan harta yang haram.

Namun, dalam sebuah hadis syarif disebutkan, “Jika seseorang berniat melakukan suatu pekerjaan yang buruk tetapi tidak jadi melakukannya, Allah SWT akan menulis baginya satu kebaikan yang sempurna di buku catatan amalnya.” (HR Muttafaqun Alaih)

Sementara itu, taat (amal-amal ibadah) tergantung pada niatnya, baik dari segi asal-usul maupun keutamaan. Berdasarkan asal-usulnya, berniat untuk mendapatkan ridha Allah SWT dalam melakukan suatu ibadah merupakan asal atau inti dari ibadah itu sendiri.

Sebaliknya, jika seseorang melakukan ibadah dengan tujuan riya, perbuatan ini bukan merupakan ibadah, melainkan kemaksiatan. Berdasarkan keutamaannya, jika sebuah ibadah dilakukan dengan bermacam-macam niat yang baik, pahalanya akan bertambah jauh lebih besar.

Sementara itu, dalam melakukan perbuatan-perbuatan yang mubah, jika tidak disertai dengan niat, tidak ada pahala baginya. Akan tetapi, perbuatan-perbuatan mubah yang dilakukan dengan niat baik, hal itu bisa menjadi salah satu perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Betapa besar kerugian orang yang meninggalkan niat pada saat mengerjakan amal-amal yang seperti ini.

“Ketahuilah bahwasanya segala perbuatan mubah yang dikerjakan untuk mendapatkan ridha Allah SWT adalah sebuah ibadah.”

Sementara itu, apabila perbuatan yang dikerjakan tanpa ada maksud untuk mendapatkan ridha Allah SWT, jika hal itu halal, akan dihisab, dan jika perbuatan itu haram, akan diazab. (At-Tafsir Al-Kabir)

Mari Saudaraku Luruskan Niat salah niat salah Alamat, semoga kita selalu lurus dalam niat dan semoga kita selalu dalam bimbingan NYA.Aaamiien

Sumber : / FAZİLET TAKVİMİ 04 Agustus 2020, Selasa
Editor : yudi Hartoyo

Baca juga ; Apa pentingnya ikhlas dalam setiap amal perbuatan

Hewan Apa Sajakah Yang dapat diqurbankan ?

Hewan Apa Sajakah Yang dapat diqurbankan ?

Hewan yang boleh dikurbankan adalah domba, kambing, sapi, kerbau, dan unta.

Domba dan kambing boleh dikurbankan setelah berumur satu tahun dan masuk tahun kedua, sedangkan sapi dan kerbau setelah berumur dua tahun dan masuk tahun ketiga. Sementara itu, unta boleh dikurbankan setelah berumur lima tahun dan masuk tahun keenam.

Akan tetapi, anak domba juga boleh dikurbankan apabila umurnya lebih dari enam bulan dan beratnya sama dengan domba dewasa yang berumur satu tahun. Hewan liar tidak boleh dijadikan hewan kurban.

Satu ekor sapi, kerbau, atau unta boleh dikurbankan untuk tujuh orang, yakni tujuh orang tersebut dapat berkurban secara bersama-sama satu ekor sapi atau unta sebagai kurban mereka.

Jumlah orang tersebut boleh kurang dari tujuh, misalnya untuk satu atau dua orang.

Satu ekor kambing atau domba hanya boleh dikurbankan untuk satu orang. Namun, satu orang boleh berkurban dengan dua ekor domba.

Sebab, setiap tahun Rasulullah SAW selalu berkurban dua ekor domba. Namun, ketika Haji Wada, Rasulullah SAW memotong seratus ekor unta untuk dikurbankan.

Orang yang berkurban sapi, unta, atau kerbau secara patungan disunahkan hadir bersama atau mewakilkannya kepada salah seorang di antara mereka pada saat berkurban.

Selain itu, orang yang berkurban secara patungan disyaratkan agar melakukannya dengan orang muslim, serta berniat berkurban untuk ibadah, mendapatkan pahala, mengorbankan hawa nafsunya, dan membagi-bagikan daging kurbannya secara merata.

Biaya yang harus dibayar setiap orang yang berkurban tersebut jangan sampai kurang dari 1/7 dari biaya hewan tersebut.

Kurban yang dilakukan secara patungan ini boleh juga dipotong dengan niat untuk seseorang yang sudah meninggal, anak kecil, atau orang tua yang sudah pikun, dan dapat juga diniatkan sebagai kurban sunah, ataupun kurban karena memiliki hajat.

Pembagian Hewan Kurban

Disunahkan membagi daging kurban ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiganya diberikan sebagai sedekah, sepertiganya lagi dihadiahkan atau dihidangkan kepada kerabat, tetangga, dan teman-temannya, serta sepertiga sisanya diberikan kepada keluarganya sendiri.

Sebagian daging kurban boleh dihadiahkan atau seluruh daging tersebut boleh juga disumbangkan.

Bagaimana Cara Menyembelih Hewan Qurban ?

Pertama-tama, ketika berkurban berniat,

“Ya Rabbi, tubuh ini telah sebegitu banyak berbuat dosa dan kesalahan kepada-Mu sehingga untuk mendapatkan ampunan-Mu aku harus mengorbankan tubuhku untuk-Mu.
Akan tetapi, Engkau telah mengharamkan untuk mengorbankan manusia. Oleh karena itu, aku menyembelih hewan ini sebagai pengganti tubuhku, terimalah kurbanku ini.”

Kemudian, membaca basmalah dan doa,

“Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawati wal ardha, hanifan musliman wa maa ana minal musyrikin.” Setelah itu, membaca doa, “Allahumma hadzza minka wa laka. Allahumma inna shalati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil ‘alamin. Laa syarika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimin.”

Selanjutnya, membaca takbir di bawah ini dan dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurbannya.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallahu wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil-hamd, bismillahi Allahu akbar.” Lalu, segera menyembelih hewan tersebut.

Ada empat saluran yang dipotong ketika menyembelih hewan kurban, yaitu saluran napas, saluran makanan, dan dua saluran pembuluh darah.

Disunahkan untuk memotong semua bagian ini dan paling sedikit adalah memotong tiga bagian dari yang disebutkan sehingga hewan tersebut menjadi halal hukumnya.

Saluran pernapasannya tidak boleh terjepit agar dapat bernapas dengan nyaman sampai hewan tersebut menghembuskan napas terakhirnya.

Menyembelih unta dari bagian antara leher dan dada, dan menyebelih kambing, domba, serta sapi dari bagian antara rahang dan leher hukumnya sunah.

Memotong hewan dengan cara menghadapkannya ke arah kiblat dan mengikat kedua kaki bagian depan dan satu kaki kiri bagian belakang adalah sunah. Sementara itu, untuk sapi, keempat kakinya diikat, dan unta disembelih dalam keadaan berdiri.

Jika hewan kurban lari, mengamuk, menyerang, atau jatuh ke dalam sumur sehingga tidak mungkin untuk disembelih dari lehernya, dengan berniat menyembelih kurban bacalah ;

“bismillahi allahu akbar” lalu potonglah hewan tersebut dengan pisau atau benda tajam yang lain hingga mati, maka kurbannya tetap sah dan halal.

Sumber : / FAZİLET TAKVİMİ 26 Juli 2020, Minggu

Editor : yudi Hartoyo

Hal-Hal yang disunnahkan pada Hari Raya Qurban

Hal-Hal yang disunnahkan pada Hari Raya Qurban

Alhamdulillahirabbil aalamiin segala puji dan bersyukur kita ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kasih sayang dan nikmat hidup yang selalu dilimpahkan kepada kita. Dan tak lupa shalawat serta salam selalu terlimpahkan kepada nabi besar kita nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam.

Allah Subhanahu wa Ta’alaa telah menetapkan hari raya terbaik kepada umat-Nya yaitu islam diantaranya dengan merayakan hari raya idul fitri dan idul adha. Idul fitri dilaksanakan pada tanggal 1 syawal dimana setelah umat muslim melaksanakan ibadah puasa 1 bulan penuh di bulan ramadhan. Sedangkan idul adha dilaksanakan pada tanggal 10 dzulhijjah dengan ditunaikannya pemotongan hewan Qurban setelah waktu dhuha.

Betapa beruntungnya kita apabila bisa melaksanakan Qurban. Karena didalamnya, terdapat banyak sekali keutamaan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada siapapun yang ikhlas berkurban karena Allah Ta’alaa.

Namun, sahabat sekalian yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, ada hal-hal yang perlu diperhatikan di hari tersebut supaya amalan kita diridhoi Allah sehingga kita berharap amal kita dapat diterima oleh Allah.

Hal -Hal yang disunnahkan pada Hari Raya Qurban

  • Bangun lebih awal pada waktu subuh
  • Menggunakan siwak
  • Mandi wajib (gusul)
  • Memakai wewangian
  • Memakai pakaian bersih dan suci.
  • Pada hari Raya Iduladha, mulai dari waktu imsak sampai setelah shalat Id disunahkan agar tidak makan dan minum apa pun layaknya orang yang berpuasa.
  • Diusahakan makanan yang pertama kali dimakan pada hari itu adalah daging kurban. Rasulullah SAW memiliki kebiasaan memakan hati hewan kurban.
  • Jika memungkinkan, pergi ke tempat shalat Id dengan berjalan kaki.
  • Setelah melaksanakan shalat Id, pulang melalui jalan yang berbeda.
  • Merasa senang dan gembira
  • Memperbanyak bersedekah
  • Saling bersalaman dan mendoakan kerabat, tetangga, dan orang muslim lainnya dengan mengatakan ;“Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah SWT menerima amal kami dan kalian)”
  • Memperbanyak takbir dengan suara nyaring di jalan menuju masjid atau tanah lapang.

Apa yang Harus dilakukan setelah Memotong hewan Qurban ?

Setelah memotong hewan kurban, dianjurkan untuk melaksanakan shalat Syukur dua rakaat dengan membaca surat Al-Fatihah dan Al-Kautsar pada rakaat pertama serta surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

Rasulullah SAW bersabda, “Setelah memotong hewan kurban, lepaskan pisau yang ada di tangan kalian. Kemudian, laksanakanlah shalat dua rakaat.

Barang siapa yang melaksanakan shalat Syukur dua rakaat ini, lalu menginginkan sesuatu dari Allah SWT, pasti Dia akan mengabulkan keinginannya tersebut.”

Setelah shalat tersebut, dilanjutkan berdoa meminta hajat untuk dunia dan agama dengan berdoa,;

“Ya Rabbi, domba (sapi atau kambing) ini datang dari-Mu, kembali kepada-Mu, dan untuk ridha-Mu. Maka, kabulkanlah (kurban kami) dengan rahmat dan kasih sayang-Mu sebagaimana Engkau telah mengabulkan (kurban) yang dipersembahkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta kekasih-Mu, Nabi Muhammad SAW, ya akramal akramin…”

Demikianlah yang telah dicontohkan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam yang diutus untuk menjadi rahmatan lil alamin.

Semoga ibadah Qurban kita tahun ini diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ditambahkan iman kita, diluaskan rezeki kita sehingga harapannya kita dipertemukan kembali oleh Allah dengan ibadah Qurban selanjutnya. Aamiin alhamdulillahirabbil aalamiin..

Sumber artikel ;/ FAZİLET TAKVİMİ 27 Juli 2020, Senin

Editor : yudi Hartoyo

Hikmah BerQurban dari beberapa Manfaat Hari Raya Idul Adha

Sebagian Hikmah berqurban dari beberapa Manfaat

Alhamdulillahrblmn Idul Adha semakin dekat⁣⁣ dan Semoga Allah Memberikan keberkahan rezeki kepada kita semua, Aamiin ya Rabbal Aalamin..⁣⁣
⁣⁣
Bagi Anda Yang Ingin Berqurban, Jangan Tunggu Nanti, berusaha lah Berqurban… Selagi Masih Ada Kesempatan… Qurban..

Tentang Qurban :

Kurban adalah hewan tertentu (unta, kerbau, sapi, kambing, dan domba) yang disembelih pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah dengan niat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Apabila kebutuhan-kebutuhan pokok dan utama terpenuhi serta tidak memiliki utang pada hari Raya Iduladha, setiap muslim yang hartanya mencapai nisab atau memiliki kelebihan harta disunahkan (sunah muakkad) untuk menyembelih kurban sekali dalam satu tahun.

Cara Menjaga keberhasilan Daging qurban

Belilah hewan kurban yang tidak memiliki penyakit dan telah dilakukan pengecekan kesehatan.

Ketika menyembelih, menguliti, memotong, memindahkan, menyimpan, dan memasak hewan kurban, kebersihan harus diperhatikan dengan sebaik mungkin.

Dianjurkan agar meletakkan daging di tempat yang berbeda, antara daging dengan hati, paru-paru, lambung, dan organ dalam lainnya ataupun kaki dan kepala hewan kurban.

Penyembelihan, pengulitan, dan pemotongan daging dianjurkan di tempat yang sejuk. Selain itu, darah, usus, dan kotoran lainnya tidak boleh dibuang di sembarang tempat ataupun di saluran air yang mengalir.

Daging-daging yang baru dipotong dan masih hangat hendaklah tidak diletakkan secara menumpuk dalam bentuk potongan-potongan yang besar di dalam kulkas, plastik, atau di sebuah tempat yang tertutup rapat.

Setelah kehangatan daging menurun, daging harus diletakkan di dalam kulkas selama 12 jam.

Setelah itu, daging-daging yang tidak langsung dimakan hendaknya diletakkan di dalam freezer (bagian pembeku) sesuai kebutuhannya atau daging tersebut disimpan di dalam kulkas setelah direbus.

Daging hewan kurban hanya dapat bertahan selama 2-3 hari di dalam kulkas yang bukan pada bagian pembeku, sedangkan daging-daging yang digiling lembut hanya dapat bertahan selama 1 hari.

Agar dapat bertahan lebih lama, daging tersebut harus ditaruh di freezer dalam bentuk paket-paket kecil.

Untuk mencairkan daging yang telah dibekukan, hendaknya daging tersebut diletakkan di kulkas yang bukan pada bagian pembeku.

Hendaklah daging tidak diletakkan di atas mesin pemanas ruangan atau di ruangan yang panas.

Daging yang telah dimasak tidak boleh diletakkan di kulkas dalam keadaan masih panas dan jangan ditempatkan di ruangan yang panas lebih dari 2 jam.

Sebelum dan setelah menyiapkan daging mentah, cucilah tangan dengan bersih kemudian keringkan.

Pisau dan papan yang digunakan untuk memotong daging tidak boleh digunakan untuk memotong sayur-sayuran dan buah-buahan.

Apabila hewan yang boleh dimakan dagingnya disembelih dengan mengucapkan kalimat ;

“Bismillaahi allahu akbar”, daging hewan tersebut hukumnya halal.

Dengan memotongnya pada bagian leher, daging hewan tersebut akan bersih dari darah yang najis dan kotor.

Dalam kurban juga terdapat jamuan untuk hamba-hamba Allah SWT.

Berkurban merupakan suatu pengorbanan di jalan Allah SWT, wujud rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh-Nya, dan sebagai wasilah untuk mendapatkan pahala sekaligus mendekatkan diri kepada-Nya, serta sebagai benteng agar bisa terhindar dari bencana atau musibah.

Di berbagai belahan dunia, ratusan ribu hewan disembelih setiap harinya, tetapi hal tersebut hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya.

Namun, pada hari Raya Iduladha, semua lapisan masyarakat termasuk orang-orang miskin pun bisa mendapatkan manfaat dan menikmati daging ataupun kulit hewan kurban sehingga kepentingan umum lebih dikedepankan daripada kepentingan pribadi.

Berkurban adalah sebuah pengorbanan besar yang bersifat sosial dan manusiawi.

Pada dasarnya, jumlah hewan yang disembelih pada hari Raya Iduladha tidaklah terlalu bertambah banyak daripada hari-hari yang lain.

Sebab, para penjual daging pasti akan mengurangi hewan yang disembelihnya pada hari tersebut dibandingkan hari-hari yang lain karena mereka merasa khawatir tidak akan bisa menjualnya.

Orang-orang yang menganggap bahwa puluhan ribu hewan yang disembelih setiap harinya demi kesenangan sendiri  adalah suatu hal yang biasa, jika meraka membesar-besarkan hewan kurban yang disembelih setahun sekali untuk mendapatkan ridha Allah SWT dan kemaslahatan bagi manusia, hal itu adalah suatu perilaku yang tidak pantas.

Hewan Apa Sajakah Yang dapat diqurbankan ?

Hewan yang boleh dikurbankan adalah domba, kambing, sapi, kerbau, dan unta.

Domba dan kambing boleh dikurbankan setelah berumur satu tahun dan masuk tahun kedua, sedangkan sapi dan kerbau setelah berumur dua tahun dan masuk tahun ketiga. Sementara itu, unta boleh dikurbankan setelah berumur lima tahun dan masuk tahun keenam.

Akan tetapi, anak domba juga boleh dikurbankan apabila umurnya lebih dari enam bulan dan beratnya sama dengan domba dewasa yang berumur satu tahun. Hewan liar tidak boleh dijadikan hewan kurban.

Satu ekor sapi, kerbau, atau unta boleh dikurbankan untuk tujuh orang, yakni tujuh orang tersebut dapat berkurban secara bersama-sama satu ekor sapi atau unta sebagai kurban mereka.

Jumlah orang tersebut boleh kurang dari tujuh, misalnya untuk satu atau dua orang.

Satu ekor kambing atau domba hanya boleh dikurbankan untuk satu orang. Namun, satu orang boleh berkurban dengan dua ekor domba.

Sebab, setiap tahun Rasulullah SAW selalu berkurban dua ekor domba. Namun, ketika Haji Wada, Rasulullah SAW memotong seratus ekor unta untuk dikurbankan.

Orang yang berkurban sapi, unta, atau kerbau secara patungan disunahkan hadir bersama atau mewakilkannya kepada salah seorang di antara mereka pada saat berkurban.

Selain itu, orang yang berkurban secara patungan disyaratkan agar melakukannya dengan orang muslim, serta berniat berkurban untuk ibadah, mendapatkan pahala, mengorbankan hawa nafsunya, dan membagi-bagikan daging kurbannya secara merata.

Biaya yang harus dibayar setiap orang yang berkurban tersebut jangan sampai kurang dari 1/7 dari biaya hewan tersebut.

Kurban yang dilakukan secara patungan ini boleh juga dipotong dengan niat untuk seseorang yang sudah meninggal, anak kecil, atau orang tua yang sudah pikun, dan dapat juga diniatkan sebagai kurban sunah, ataupun kurban karena memiliki hajat.

Pembagian Hewan Kurban

Disunahkan membagi daging kurban ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiganya diberikan sebagai sedekah, sepertiganya lagi dihadiahkan atau dihidangkan kepada kerabat, tetangga, dan teman-temannya, serta sepertiga sisanya diberikan kepada keluarganya sendiri.

Sebagian daging kurban boleh dihadiahkan atau seluruh daging tersebut boleh juga disumbangkan.

Hewan Mana saja yang tidak boleh di qurbankan ?

Hewan-hewan yang tidak bisa dikurbankan meliputi ;

  • hewan yang salah satu atau kedua matanya buta,
  • hewan yang tulang sumsumnya keropos karena kurus,
  • hewan yang tidak mampu berjalan ke tempat penyembelihannya,
  • hewan yang hanya memiliki satu telinga,
  • dan hewan yang hidungnya terpotong.
  • Domba atau kambing yang salah satu puting susunya tidak ada serta unta atau sapi yang kedua puting susunya tidak ada, baik karena rusak (sakit atau terpotong) maupun karena sebab lain, juga tidak boleh untuk dikurbankan. Akan tetapi, apabila bisa menyusui anaknya, hewan tersebut boleh untuk dikurbankan.
  • Hewan yang tidak memiliki gigi tidak boleh untuk dikurbankan. Namun, jika sebagian besar giginya itu ada, hewan itu boleh untuk dikurbankan, tetapi hukumnya makruh.
  • Selain itu, hewan yang tidak memiliki gigi tetapi sama dengan hewan yang memiliki gigi dalam hal mengenyangkan perutnya, hewan ini boleh untuk dikurbankan.
  • Hewan yang terpotong ekornya tidak sah dijadikan kurban. Adapun hewan yang tidak berekor semenjak lahir sah dan bisa dijadikan kurban.
  • Hewan yang gila dan kurus atau hewan yang akan mati tidak boleh dijadikan hewan kurban.
  • Hewan kurban yang telinganya terpotong atau terkoyak tidak boleh dijadikan hewan kurban. Jika semenjak lahir tidak ada telinganya, boleh dijadikan hewan kurban.
  • Begitu juga hewan yang salah satu atau kedua tanduknya patah atau retak tidak boleh dijadikan hewan kurban. Akan tetapi, hewan yang tidak bertanduk semenjak lahir boleh dijadikan hewan kurban.

Beberapa Hukum Terkait Dengan Qurban

Seseorang tidak diperbolehkan menyembelih hewan yang bukan miliknya atas nama dirinya sendiri, seperti hewan yang diamanahkan, hewan yang digadaikan, atau hewan yang penyembelihannya diwakilkan kepadanya.

Seorang suami tidak boleh menyembelih hewan kurban istrinya untuk dirinya sendiri tanpa izin darinya atau sebaliknya meskipun kemudian dia meminta ridha darinya dengan membayar harganya.

Jika seseorang tidak sengaja menyembelih hewan kurban milik orang lain (karena menyangka hewan tersebut adalah miliknya), hewan kurban tersebut boleh diambil selama belum dimakan dengan syarat pemilik hewan tersebut mengetahuinya.

Apabila mereka mengetahuinya setelah dimakan, hukumnya menjadi boleh ketika mereka menghalalkan hewan kurbannya satu sama lain. Namun, jika mereka tidak menghalalkannya satu sama lain, mereka harus saling mengganti uang kurbannya dan uang yang diterima menjadi sedekah untuk mereka.

Kesimpulannya Berqurban ;

berkurban adalah suatu ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT demi kemaslahatan bersama dan yang mengandung berbagai hikmah diniyah (agama), serta akhlak. Hal ini, tidak mungkin dipungkiri oleh orang akal.

Sumber artikel : FAZİLET TAKVİMİ Juli 2020, Jumat

Editor : yudi Hartoyo

Mengapa Arsy Bergetar Ketika Anak yatim Menangis ?

Mengapa Arsy Bergetar Ketika Anak yatim Menangis ?

Inspirasibersama.com – Sebuah Renungan buat kita semua bahwa Sungguh Beruntunglah bila kita bisa membantu meringankan beban Anak yatim ,dengan menyantuni mengasihi mereka selayaknya mengasihi anak kita sendiri, dalam salah satu Riwayat bahwa Arsy Bergetar jikalau ada anak yatim itu Menangis.

Dalam kehidupan ini banyak disekitar kita anak yatim, yatim-piatu, bila kita menjumpai dan bisa berbagi membantu mereka dengan kekuatan yang bisa kita lakukan misal dengan sedekah, namun bila belum bisa…, maka bisa bantu dengan Sedekah tenaga yang ada,bisa juga membantu berupa pemikiran-pemikiran termasuk sedekah ilmu pengetahuan dengan cara mendidikkannya, bila itupun tidak bisa maka bantu dengan Mendoakannya.

Mereka butuh dorongan moril dan spiritual,jiwa butuh kekuatan,raga juga butuh asupan, tentu tak kalah adalah pendidikan agar ilmu bekal hadapi kenyataan di dunia bisa dilalui dengan tuntutan agama selamat dunia dan akhirat.

Anak yatim adalah seorang anak kecil yang ayahnya telah meninggal dunia.
Dalam Al-Quran surat Ad-Duha ayat 9, Allah SWT berfirman,

“Maka, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim.”

Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau serta agak merenggangkan keduanya seraya bersabda,

“Aku dan orang yang merawat anak yatim akan berada di surga seperti ini.”

Rasulullah SAW bersabda, “Rumah yang paling baik di antara umat Islam adalah rumah yang di dalamnya ditempati anak-anak yatim yang diperlakukan dengan baik, dan rumah yang paling buruk adalah rumah yang ditempati anak-anak yatim yang diperlakukan dengan buruk.”

Ketika Abu Darda RA mengadu kepada Rasulullah SAW bahwa hatinya telah mengeras, Rasulullah SAW bersabda,

“Kasihanilah anak yatim, usaplah kepalanya,berikanlah jamuan makanan kepadanya sehingga hatimu akan melunak dan mendapatkan apa yang kau inginkan.”

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Sayidina Umar bin Khattab RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Ketika anak yatim menangis, tangisannya itu membuat arsy bergetar.

Allah SWT berfirman kepada para malaikat-Nya,
‘Wahai para malaikat-Ku, siapakah yang membuat anak yatim di negeri itu menangis?’

Para malaikat menjawab, ‘Wahai Tuhan kami, Engkau lebih mengetahuinya.’

Setelah itu, Allah SWT berfirman,
‘Saksikanlah, barang siapa dapat mendiamkan dan membuat anak yatim itu gembira, Aku akan membuatnya senang pada hari kiamat nanti’.”

Oleh karena itu, ketika Sayidina Umar RA (yang meriwayatkan hadis ini) melihat seorang anak yatim, ia akan mengusap kepalanya dan memberinya sesuatu.

Sumber artikel ;/ FAZİLET TAKVİMİ 16 Juli 2020, Kamis

Editor  : yudi Hartoyo

3 Keutamaan Bagi Orang Yang Mengurus Anak Yatim dengan Baik sesuai Tuntunan agama

Di dalam islam yang namanya memelihara dan mengasuh anak yatim adalah ibadah yang sangat dianjurkan bahkan Rasulullah SAW bersabda ;

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim ( kedudukannya) disurga seperti ini, kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shalallahu alaihi wassalam,serta agak merenggang kan keduanya”.

3 Keutamaan Bagi Orang Yang Mengurus Anak Yatim

  1. Mereka yang mengasuh anak yatim mendapat kemuliaan sebagai hamba yang sangat shaleh di sisi Allah SWT.
  2. Seseorang akan memperoleh keutamaan pahala yang besar bagaikan melakukan jihad di jalan Allah SWT.
  3. Mereka yang memelihara anak yatim dijamin masuk syurga kecuali jika mereka melakukan dosa-dosa syirik.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dalam naungan Allah SWT.

1 2 3 6