Jangan Larang Anak Berhenti Total Makan Gula, Ini Manfaatnya

sumber gambar : http://media.viva.co.id

InspirasIBersama.com – Semua orang setuju kalau konsumsi gula bagi orang dewasa harus dibatasi. Hal ini guna mencegah kenaikan kadar gula dalam darah yang memicu diabetes. Lantas bagaimana dengan anak-anak, apakah juga perlu dibatasi ?

Menurut para pakar kesehatan anak mengatakan bahwa sebaiknya seorang anak usia 3-6 tahun tidak dibatasi dalam mengkonsumsi gula. Hal ini disebabkan karena erat dengan proses tumbuh kembang pada anak.

Pada seorang anak dengan usia 3-6 tahun membutuhkan asupan gula yang sangat mendukung kinerja otak dalam masa tumbuh kembang. Oleh karena itu seorang anak sebaiknya tidak diterapkan diet rendah gula. Berbeda dengan orang dewasa.

Meskipun demikian bukan berarti boleh berlebihan dalam mengkonsumsi gula bagi seorang anak. Seorang anak juga bisa mengalami kenaikan kadar gula darah yang berdampak kurang baik bagi kesehatan. Para ibu sebaiknya merekomendasikan anaknya untuk lebih memilih jenis karbohidrat kompleks yang lebih rendah kadar glukosanya.

Saat tubuh mengkonsumsi karbohidrat kompleks,  maka proses lonjakan kadar gula dalam darah akan berjalan lebih lambat. Berbeda saat kita mengkonsumsi karbohidrat sederhana yang membuat proses peningkatan kadar gula menjadi sangat cepat dan cepat pula untuk turun.

Jadi kesimpulannya adalah jangan batasi 100 persen anak untuk tidak makan gula sama sekali. Sebagai orang tua harus bisa membatasi asupan gula pada anak, jangan terlalu berlebihan dan juga tidak baik jika kurang.

Artikel Terkait : Kiat Untuk Membentuk Anak Yang Cerdas

 

 

 

Beberapa Kesalahan Saat Mengompres Anak Saat Sedang Demam

sumber gambar : kompas.com

InspirasiBersama.com – Mendapati anak yang sedang demam pastinya semua orang tua tidak bisa tenang. Anak yang sedang demam akan menyebabkan menjadi mudah rewel, nafsu makan menjadi turun serta susah tidur. Saat anak mereka sedang demam, pasti semua orang tua akan berpikir untuk melakukan kompres guna menurunkan panas anak. Tapi kenyataannya masih banyak kesalahan dalam mengompres yang dilakukan oleh para orang tua.

Kesalahan yang paling sering dilakukan menurut para pakar kesehatan adalah mengompres anak dengan menggunakan air yang dingin. Mungkin kita neranggapan bahwa dengan menggunakan air yang dingin, maka panas akan bisa lebih cepat terserap. Tetapi menurut para pakar kesehatan justru akan membuat panas lebih lama turun. Sebaiknya para orang tua mengompres dengan menggunakan air yang hangat.

Saat kita memberikan kompres air hangat pada anak yang demam, maka akan memberikan sinyal pada pusat panas tubuh bahwa suhu di tubuh atau sekitar anak hangat. Kondisi ini akan membuat perintah pusat panas untuk menurunkan suhunya.

Kesalahan lain saat mengompres anak yang sedang demam adalah menempatkan kompres pada dahi. Padahal menurut para pakar kesehatan lebih menyarankan menempatkan kompres di ketiak dan lipatan paha anak. Kedua lokasi tersebut lebih efektif untuk bisa membantu menurunkan panas pada tubuh anak. Itulah beberapa kesalahan dalam mengompres anak yang sedang demam, semoga bermanfaat.

Sumber : doktersehat.com

Artikel Terkait : Jika Badan Panas Jangan Terburu-buru Minum Obat Panas

1 2 3 92