Inilah Penyebab Mengapa Anda Sering Pusing Saat Bangun dari Duduk

InspirasiBersama.com – Terkadang kita sendiri pernah atau sering mengalami kepala yang tiba-tiba pusing saat bangkit dari posisi duduk. Ternyata hal ini menjadi sebuah sinyal kalau adanya masalah kesehatan yang perlu kita waspadai.

pusing-secara-tiba-tiba

sumber gambar : http://alfianherbal.com/

Menurut pendapat salah seorang profesor neurologi yang berasal dari Harvard Medical School mengatakan bahwa terasa pusing setelah kita bangkit dari posisi duduk ke berdiri mungkin bukan masalah yang serius. Kondisi ini disebabkan karena adanya penurunan tekanan darah yang terjadi secara mendadak. Hal ini dipengaruhi oleh gravitasi.

Saat terjadi kondisi penurunan tekanan darah dalam tubuh, maka secara otomatis tubuh berusaha untuk melakukan kompensasi dengan cara mendorong untuk mempercepat denyut jantung. Hal ini guna menjaga agar tekanan darah tetap stabil.

Yang membuat pusing atau berkunang-kunang adalah karena adanya hambatan terhadap aliran darah yang menuju otak sehingga membuat pasokan oksigen menurun. Jika proses pengembalian tekanan darah yang turun berjalan dengan cepat, maka pusing atau kunang-kunang bisa terhindar.

Cepat atau tidaknya proses kompensasi tekanan darah yang turun sangat dipengaruhi oleh pembuluh darah. Kalau kondisi pembuluh darah sangat rileks, maka proses ini sedikit terhambat yang menyebabkan rasa pusing.

Baca Juga : Penyebab Rasa Pusing Saat Bangun Tidur

 

Kondisi sering merasa pusing atau kunang-kunang setelah bangkit dari posisi duduk lebih sering dialami mereka yang mengalami tekanan darah rendah. Selain itu mereka yang sering mengkonsumsi obat hipertensi juga sering mengalaminya.

Kondisi seperti pusing atau kunang-kunang juga sering dirasakan saat kita duduk terlalu lama atau dalam kondisi dehidrasi. Kondisi ini sering dialami saat kita setelah berolahraga. Maka tak jarang kita merasa pusing atau bahkan serasa mau pingsan saat duduk lama atau setelah berolahraga.

Biasanya rasa pusing atau berkunang-kunang paska duduk akan berlangsung hanya sebentar saja. Jika hanya sebentar, maka ini masih tergolong normal. Namun jika rasa pusing berlangsung lebih lama, maka mengindikasikan ada masalah kesehatan yang lebih serius.

Seseorang yang sering mengalami tekanan darah rendah akan sangat rentan untuk mengalami pingsan atau terjatuh. Rasa pusing ini bisa menjadi sebuah isyarat tubuh kalau tekanan darah kita sedang rendah.

Ada beberapa jenis penyakit yang sering menyebabkan tekanan darah menjadi rendah seperti diabetes dan parkinson. Kedua jenis penyakit ini sangat mempengaruhi pembuluh darah sehingga mempengaruhi aliran darah atau tekanan darah. Saran terbaik adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter.

Artikel Terkait : Jenis Olahraga Yang Cocok Bagi Penderita Tekanan Darah Rendah

Bukan Hanya Balita, Remaja Juga Butuh Sentuhan Orangtua

InspirasiBersama.com – Pada umumnya ketika anak anak masih usia balita yaitu ketika umur nol sampai lima tahun, mereka akan terlihat sangat lucu dan menggemaskan hingga membuat orangtua tidak tahan untuk berhenti menyentuh dan menciuminya.

Tetapi hal ini sangat berbeda ketika sang anak sudah memasuki usia remaja. Karena di usia remaja sering kali anak sudah mulai merasa enggan untuk di berikan sentuhan serta ciuman atau pelukan sayang dari kedua orangtuanya. Hal ini memang lumrah terjadi pada remaja.

sentuhan-orang-tua-pada-anak-remaja

sumber gambar : okezone.com

Karena umumnya yang terjadi pada anak usia remaja, mereka tidak ingin terlihat sebagai anak yang manja kepada kedua orangtuanya, bahkan mereka akan merasa malu atau bahkan risi jika orangtua terlalu memperlakukan dia seperti anak kecil.

Meskipun terbilang sudah remaja, mereka masih sangat membutuhkan sentuhan orang tua terutama ibu. Usahakan sentuhan ini tidak hilang begitu saja saat anak kita remaja.

Pernyataan yang sama diungkapkan oleh para pakar yang menyatakan untuk tetap memberikan sentuhan kepada  anak yang sudah remaja. Tentunya sentuhan yang diberikan berbeda dengan saat anak masih balita. Hal ini sangat penting.

Baca Juga : Alasan Mengapa Nikah Usia Remaja dilarang 

Seorang remaja yang pada masa balita dan anak-anak sering mendapatkan sentuhan oleh orang tua, maka saat remaja mereka tentu masih menginginkan hal itu. Tentu cara dan model sentuhannnya berbeda saat dia masih kecil.

Seorang anak remaja yang masih diberikan sentuhan oleh orang tuanya, maka sangat berdampak baik bagi perkembangan dan perilakunya. Anak tersebut akan merasa lebih nyaman dan mendapatkan dukungan dari orang tua. Selain itu mengurangi resiko anak remaja mengalami stres.

Beberapa bentuk sentuhan yang masih sangat dibutuhkan oleh anak remaja seperti mengusap dahinya saat dia sakit itu menjadi hal yang sangat berarti bagi seorang anak. Orang tua harus beranikan diri untuk tetap memberikan sentuhan fisik kepada anak yang sudah remaja.

Artikel Terkait : 8 Indikasi Anak Remaja Mengalami Depresi

Mencegah HIV Melalui Pendidikan Seks Yang Benar

InspirasiBersama.com – Mungkin banyak orang tua yang masih enggan memberikan pendidikan seks kepada anak. Tapi tahukah anda jika memberikan pendidikan seks yang benar pada anak sejak usia dini, bisa menjadi sebuah solusi bagaimana mencegah penyebaran HIV/AIDS.

 

Berbicara tentang pendidikan seks, maka tidak terpaku pada hubungan seks antara pria dan wanita saja.Namun dengan mulai mengenalkan anggota tubuh serta bagaimana cara merawat dan menjaganya.Serta tanamkan pada anak sejak dini untuk menjaga organ organ tubuh tertentu,seperti alat vital dari sentuhan orang lain, sampai mengenal penyakit seksual menular seperti HIV/AIDS.

Baca Juga : Cara Mendidik Anak Tentang Bahaya Pornografi

pendidikan-seks-bagi-anak-4

sumber gambar : http://www.dakwatuna.com/

 

Namun sayangnya masih banyak orang tua yang belum menyadari betapa pentingnya memberikan pendidikan seks pada anak sejak usia dini. Hal ini karena masih banyak orang tua yang menganggap bahwa memberikan pendidikan seks pada anak di usia dini itu masih tabu. Bahkan ada juga yang beranggapan kalau memberikan pendidikan seks sama saja dengan mengajarkan anak mengenai seks bebas.

 

Padahal dengan memberikan pendidikan seks yang benar pada anak sejak usia dini bisa membuat anak mengerti tentang risiko bahayanya perilaku seks bebas, seperti munculnya penyakit HIV/AIDS. Tujuannya tentu saja agar anak terhindar dari perilaku tersebut.

 

Dengan memberikan pendidikan seks yang benar pada anak sejak usia dini juga akan membuat kepercayaan diri yang baik pada anak,kepribadian yang sehat dan baik,dan penerimaan diri yang positif.Sebagai orang tua peran mereka sangatlah penting. Karena merekalah yang paling tau perkembangan dan perubahan pada diri anak,serta dapat memberikan pendidikan seks secara alamiah sesuai dengan tahapan perubahan pada diri anak tersebut.

Artikel Terkait :Alasan Remaja Beresiko Besar Tertular HIV

Bagaimana Cara Mendidik Anak Agar Pandai Bersyukur ?

InspirasiBersama.com – Orang yang pandai bersyukur akan lebih memiliki ketenangan jiwa. Oleh karena itu sikap pandai bersyukur sangat baik efeknya bagi kesehatan seseorang. Sebagai orang tua tentunya ingin memiliki anak yang pandai bersyukur. Lantas bagaimana cara mendidiknya ?

Memiliki seorang anak yang sholeh dan sholeha, menghormati orang tua dan orang lain, suka menolong, dan memiliki sikap optimis menjadi keinginan setiap orang tua. Namun kebanyakan dari kita tidak tahu bagaimana cara mendidiknya agar sesuai yang kita inginkan di atas ?

tips-mendidik-anak-agar-pandai-bersyukur

cara mendidik anak agar pandai bersyukur

Berikut ada beberapa cara mendidik anak agar memiliki sikap pandai bersyukur :

1. Menjadi contoh

Cara pertama mendidik anak agar pandai bersyukur adalah dengan menjadi sebuah contoh terbaik bagi anak. Artinya orang tua harus memberikan contoh bagaimana sifat suka bersyukur tersebut. Misalnya saja mengucapkan kata ‘terima kasih’ jika mendapatkan sesuatu dari orang lain.

Baca Juga : Tips Agar Anak Mau Tidur Setelah Pulang Sekolah

2. Menunjukkan hal-hal kecil yang tidak disadarinya

Cara yang kedua kembali lagi kepada orang tua. Sebagai orang tua harus bisa mengajarkan anak bersyukur yang dimulai dengan hal-hal yang sangat kecil. Misalnya saja setiap hari bisa makan, sekolah dan menuntut ilmu. Ini menjadi sebuah kenikmatan yang harus disyukuri.

Mengajarkan untuk selalu bersyukur tentang hal-hal yang kecil akan mendidik anak pandai bersyukur. Banyak orang yang tidak sadar akan sebuah nikmat sehat yang wajib untuk disyukuri.

3. Terus berlatih

Mengajarkan anak sebuah teladan untuk pandai bersyukur bukan perkara yang mudah. Sebuah pembelajaran akan membutuhkan sebuah proses dan waktu. Oleh karena itu sebagai orang tua harus terus melatih anak agar suka bersyukur.

Artikel Terkait : Bagaimana Cara Menjauhkan Anak dari Gadget ?

Dampak Buruk Wanita Hamil Tidur Terlentang

InspirasiBersama.com – Tahukah kita bahwa berdasarkan sebuah hasil studi yang dilakukan para pakar yang berasal dari The Royal College of Midwives mengatakan bahwa wanita hamil yang tidur terlentang memiliki efek buruk yaitu resiko kematian bayi yang dikandung.

Diketahui dalam studi tersebut bahwa posisi tidur terlentang bagi wanita hamil bisa menyebabkan bayi sulit mendapatkan suplai oksigen dengan baik. Ini menjadi sangat fatal bagi kelangsungan hidup bayi yang dikandung.

tidur-terlentang-bagi-wanita-hamil

sumber gambar : vemale.com

Resiko lebih buruk lagi terjadi bila wanita hamil memasuki trimester ketiga. Saat trimester pertama dan kedua, resiko terganggunya suplai oksigen bayi bayi masih belum terlalu bahaya. Namun bukan berarti tidur terlentang baik bagi wanita hamil.

Menurut salah seorang Ilmuwan yang berasal dari Selandia Baru mengatakan bahwa seorang ibu hamil yang melakukan tidur terlentang walaupun hanya 30 menit, maka menyebabkan detak jantung dan suplai oksigen pada bayi menjadi berkurang. Kondisi ini bisa menyebabkan kematian bayi dalam kandungan.

Baca Juga : Tanda Kalau Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi

Saat wanita hamil memaksa untuk tidur terlentang dalam waktu yang lama, maka menyebabkan tekanan darah ibu menjadi menurun. Kondisi ini berpengaruh terhadap kehamilan. Untuk itu jika mau tidur, maka sangat disarankan untuk mencari posisi yang paling nyaman dan aman dan menghindari terlentang.

Sisi buruk lain tidur terlentang bagi wanita hamil adalah menyebabkan bayi mudah stres. Jika ini sering terjadi, maka bisa menyebabkan resiko bayi meninggal saat lahir. Sebuah studi lain menyebutkan kalau ibu hamil tidur dengan posisi miring, maka menyebabkan suplai nutrisi ke rahim yang bermanfaat bagi bayi meningkat.

Artikel Terkait : Jangan Sembarangan Mengkonsumsi Obat Nyeri Saat Hamil

1 2 3 4 5 7