Apa Pentingnya Ikhlas dalam setiap Amal Perbuatan

Pentingnya ikhlas dalam setiap Amal Menurut : Ulama fikih yang bernama Abu Laits As-Samarkandi RH berkata,

“Niat orang-orang yang melakukan amar makruf (mengajak kepada segala sesuatu yang baik menurut agama) dan nahi mungkar (mencegah dari segala sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah SWT) harus untuk mendapatkan ridha Allah SWT dan meninggikan agama Islam.

Jika mereka melakukan ini semua untuk memenuhi hawa nafsunya, niscaya Allah SWT akan menjatuhkan dan menghinakan mereka.”

Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ ۗ

wa maaa umiruuu illaa liya’budulloha mukhlishiina lahud-diina hunafaaa`a wa yuqiimush-sholaata wa yu`tuz-zakaata wa zaalika diinul-qoyyimah

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”
(QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 5)

Ikrimah RA bercerita,

“Seorang muslim melihat sebuah pohon yang disembah oleh manusia. Dia pun marah lalu segera mengambil kapak dari rumahnya untuk menebang pohon tersebut.

Ketika ia pergi untuk menebang pohon, setan menemuinya di jalan dengan rupa manusia seraya berkata,

“Ke manakah kau akan pergi?” Orang itu pun menjawab,

“Aku melihat sebuah pohon yang disembah oleh manusia. Aku pergi untuk menebangnya demi mendapatkan ridha Allah SWT.”

Setan berkata,

“Jika kau kembali pulang dan mengurungkan niatmu untuk menebang pohon itu, aku akan meletakkan uang sebanyak empat dirham di satu sudut kasurmu setiap hari.”

Orang itu berkata,

“Apakah kau benar-benar akan melakukannya ?” Setan berkata, “Iya.”

Akhirnya, orang itu kembali pulang. Dia selalu mendapati uang-uang itu di salah satu sudut kasurnya selama beberapa hari.

Ketika tidak mendapati uang lagi pada hari keempat, ia pun mengambil kapaknya dan pergi untuk menebang pohon itu dengan penuh kemarahan. Setan kembali menemuinya di jalan dengan rupa manusia dan menanyakan tujuan kepergiannya.

Setelah mengetahui tujuannya, setan itu pun berkata,

“Kau tidak akan mampu untuk menebang pohon itu karena niat dan kemarahanmu pada pertama kali kepergianmu adalah karena Allah SWT. Seandainya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi berusaha menghalangimu saat itu, mereka tidak akan mampu menghentikanmu.

Namun, sekarang kau marah karena tidak menemukan uang itu.” Pada akhirnya, orang itu tidak berhasil menebang pohon tersebut.” (Hadimi, Barika)

SeBAIT Doa Mohon ampunan

  • “Wahai Tuhanku! Dengan amalan perbuatanku,
  • Sudah tampak bagiku perjalanan menuju neraka Jahim,
  • Tetapi layak bagi kebesaran dan kemuliaan-Mu,
  • Memberi keringanan kepadaku masuk ke surga Na’im.

Sumber :FAZİLET TAKVİMİ 21 November 2020, Sabtu

Mari Saudaraku Kita Tengok kembali di dalam Al-Qur’an Surat Al Ikhlas, surat yang ke-112.

ikhlas Menurut bahasa adalah murni.Surat ini menjelaskan tentang kemurnian pengabdian manusia terhadap sang penciptanya.

Memurnikan bahwa Tidak ada Tuhan selain-Nya.., bahwa segala sesuatu, termasuk kita manusia sangat bergantung kepada Allah SWT.dan tidak ada sesuatu apa-pun yang jadi sumbernya adalah memurnikan semua kegiatan, aktivitas, kerja yang kita lakukan semua hanya untuk Allah semata.

Bukan untuk uang, pujian, jabatan apalagi kekuasaan.

Artinya, kita dikatakan ikhlas apabila kita benar-benar memurnikan pekerjaan kita hanya untuk-Nya.

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT…

Buah dari keikhlasan itu kunci diterimanya amal perbuatan

Dicontohkan bahwa Imam Nawawi, Penulis buku dan menuliskan banyak sekali buku – buku dan ternyata Tulisan nya mendapatkan Tempat yang sangat layak Atas semua karya karyanya itu, suatu contoh karya nya yakni kitab Arbain yang pada waktu itu padahal sudah pernah ada yang menuliskannya sebelumnya.

Itu semua terjadi Konon hal itu disebabkan karena tingginya keikhlasan beliau dalam menulisnya.

Mari kita ambil semua hikmahnya bahwa apabila kita melakukan sesuatu apapun dasarilah dengan keikhlasan karena jika perbuatan tanpa adanya keikhlasan,maka kita tidak akan mendapatkan apapun di dunia apalagi di akhirat. Alangkah meruginya.

Katakanlah :

Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya”.

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. [Al Kahfi/18 :103-104]

Jangan sampai apa yang kita lakukan ada riyanya.ikhlas, hati hanya fokus hanya kepada Allah.

Abaikanyang selain Allah maka rasakan hanya kebesaran Allah saja.

Suatu contoh adalah mata kita, hanya bisa melihat secara fisik bisa melihat misalnya Rumah megah dan apabila kita melihat disandingkan dengan gubug reaot maka otomatis mata kita akan memilih salah satu yang paling wah.. bukan? yang pada akhirnya kita pilih yang rumah mewah itu pasti.

Seperti halnya dengan yang namanya hati kita ini harus fokus dengan yang maha Wah… Maha mewah besar maka pemilik semua itu hanyalah Allah SWT bukan yang lain.

Seseorang yang ikhlas otomatis dijauhi sayton, ikhlas adalah tanpa pamrih berbuat tanpa ada kepentingan dibaliknya.

ikhlas mengalir tanpa memikirkan apa apa hanya mengharapkan Ridho Allah SWT.

Suatu contoh lagi misal kita kerja maka Niat kan kerja saya adalah ibadah maka harus dilakukan dengan ikhlas tulus maka kemudahan kemudahan akan kita dapatkan Karena Ikhlas adalah karunia dari Allah.

Baca juga : Mari berhati hati dalam setiap pekerjaan dan jangan lupa doa sebelum bekerja

Dan mereka yang ikhlas akan memperoleh ketentraman dan ketenangan dalam hidup.

Hidup dengan modal ikhlas menjadi tentram karena terbebas dari pamrih dan riya.

Sesungguhnya Hidup Riya sangatlah pemborosan karena hanya demi gengsi rela menghabiskan banyak uang suatu contoh makan ditempat yang mewah pakaian yang mewah dan merk mahal yang dikenakan sehingga ia ingin dilihat dan akhirnya ria ujungnya.

Orang yang hidup dalam ikhlas memiliki fleksibilitas hidup yang tinggi. Kondisi di bawah maupun di atas tetap dapat dijalani dengan baik bijak tentram.

Namun sayangnya dizaman sekarang inginnya terlihat dan ingin dilihat pada hal itu menjadikan kehidupan tidak tentram malahan jauh dari ketenangan

Orang ikhlas hidup tentram, hidup sesuai dengan kemampuannya

Ketahuilah bahwa Ikhlasnya seseorang kepada Allah mendorong untuk berbuat kebaikan

Salah satu sebab berhentinya orang melakukan kebaikan adalah ketika apa yang menjadi pamrihnya tidak ia peroleh. Ia berharap pada pujian, tanggapan, apresiasi orang, yang ketika tidak didapatkan, mengakibatkan kekecewaan, yang akhirnya membuatnya berhenti berbuat baik.

Jika tujuan kita hanya kepada Allah, kita akan terus berbuat baik, dan terus berbuat baik, karena kita tidak memerlukan tanggapan dari orang lain

Kiat memunculkan Ikhlas adalah dipaksa terpaksa jadi biasa

karena sesuatu diawal terasa berat namun bila dilakukan berulang ulang maka akan muncul kebiasaan dan menjadi keistiqomahan.

Hilangkan pertimbangan ini itu buang jauh jauh keingina nafsu keduniawian.lalu ganti dengan bersungguh-sunguh beramal ikhlas karena Allah, akan mendorong seseorang melakukan ibadah karena taat kepada perintah Allah dan Rasul.selamat di dunia-akhirat, dan mengharap ganjaran dari Allah.

Upaya mewujudkan ikhlas bisa tercapai, bila kita mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan jejak Salafush Shalih dalam beramal dan taqarrub kepada Allah,

Selalu mendengar nasihat mereka, serta berupaya semaksimal mungkin dan bersungguh-sungguh mengekang dorongan nafsu, dan selalu berdo’a kepada Allah Ta’ala.

Baca juga : inilah tanda tanda orang yang bertaqwa semoga kita termasuk didalamnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *