Wanita Yang Berkumis Disebabkan Karena Gangguan Hormon

header niko 728 x 90

wanita berkumis

Banyak wanita yang masih produktif mengalami gangguan hormon. Ini biasanya disebut dengan sindrome ovarium polikistik. Banyak orang yang belum mengenal tentang istilah ini.

Adapun masalah yang timbul saat ada sindrome ovarium polikistik adalah adanya gangguan pada siklus haid, tumbuhnya rambut pada bagian tertentu misalnya kumis, jenggot, timbulnya jerawat secara berlebihan.

Salah satu orang yang mengalami sindrome ovarium polikistik adalah bernama Harnaam Kaur yang berusia 25 tahun. Dia mengalami pertumbuhan rambut yang tidak wajar pada jenggot padahal dia seorang perempuan. Tetapi dia adalah sosok wanita yang percaya diri meskipun mengalami sindrome ovarium polikistik.
Seorang wanita yang normal akan mempunyai satu folikel pada ovariumnya yang akan keluar pada saat menstruasi. Tetapi pada kasus ini wanita akan memiliki banyak cairan yang disebut dengan folikel.

Baca Juga  Anak Yang Selalu Sarapan Bergizi, Bisa Meningkatkan Prestasi Akademik Sampai Empat Kali Lipat

Dengan demikian akan meningkatkan pembentukan hormon androgen yang sebenarnya hormon untuk laki-laki.

Untuk mencegah penyakit sindrome ovarium polikistik ini bisa dilakukan dengan cara merubah gaya hidup dan rutin melakukan olahraga. Pada penanganan kasus sindrome ini diperlukan obat-obatan dan perubahan pola hidup yang sehat.

 
Demikian informasi singkat tentang wanita berkumis disebabkan oleh gangguan hormon. Semoga dengan membaca artikel ini bisa memberi manfaat sekaligus bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit hormonal ini. Yang terpenting adalah lakukan pola gaya hidup yang sehat dan rutin melakukan olahraga. Semoga bermanfaat….

Baca Juga  Bingung Karena Sering Terasa Nyeri Saat Bangun Tidur ? Ini Penjelasan Ilmiahnya

 

Artikel Terkait : Berat Badan Berlebih Bisa Picu Siklus Haid Tidak Teratur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *