Tips Puasa Ramadhan Bagi Penderita Diabetes

header niko 728 x 90

puasa bagi diabetes

InspirasiBersama.com – Temukan tips puasa Ramadhan bagi penderita diabetes. Bagi setiap orang muslim yang sehat, tidak mengalami gangguan jiwa dan tidak bepergian maka diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan. Namun bagi anda yang sedang sakit, maka dibolehkan untuk tidak berpuasa.
Meskipun demikian, sering kita menjumpai seseorang yang sedang sakit, misalnya mengalami diabetes tetap melakukan puasa Ramadhan. Hal ini merupakan keinginan pribadi seseorang yang tidak bisa dihentikan. Namun bagi anda penderita diabetes, perlu memperhatikan beberapa tips aman berpuasa di bulan Ramadhan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan anda.
Berdasarkan sebuah hasil studi yang dilakukan di 13 negara Islam dengan melibatkan 12.243 peserta diabetes yang menjalankan puasa pada bulan Ramadhan menunjukkan bahwa prosentase komplikasi yang dialami penderita diabetes selama menjalani puasa cukup besar.
Hal ini disebabkan karena pengetahuan yang kurang bagi penderita diabetes tentang tips berpuasa Ramadhan yang aman bagi penderita diabetes. Kita tahu bahwa ada beberapa kondisi seperti hipoglikemi dan hiperglikemi yang sering terjadi pada penderita diabetes.

1. Hipoglikemia
Resiko pertama bagi penderita diabetes saat menjalankan puasa adalah kondisi hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah. Berdasarkan hasil data dari Diabetes Control and Complications Trial (DCCT) mengatakan bahwa penyebab seseorang mengalami hipoglikemia adalah disebabkan karena penurunan asupan makanan.
Kondisi hipoglikemia yang tidak terdeteksi dan tertangani dengan cepat kerap menimbulkan kematian pada kasus diabetes tipe-1. Oleh karena itu kondisi hipoglikemia pada penderita diabetes tidak bisa dianggap remeh. Untuk itu puasa bagi penderita diabetes perlu memperhatikan tips aman agar tidak membahayakan kesehatan.

Baca Juga  Benarkah Seorang Bayi Laki-laki Lebih Mudah Stres ?

2. Hiperglikemia
Kondisi selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah hiperglikemia atau peningkatan kadar gula darah. Saat seorang penderita diabetes mengalami kondisi hiperglikemia atau peningkatan kadar gula darah, maka akan memicu komplikasi makrovaskuler dalam tubuh.
Saat seseorang berpuasa juga bisa beresiko mengalami peningkatan kadar gula darah karena tingginya asupan gula saat berbuka puasa. Biasanya mereka mengasup makanan dalam jumlah yang besar karena seharian menahan lapar. Oleh karena itu tidak jarang meskipun berpuasa, tetapi mereka juga kerap mengalami hiperglikemia atau peningkatan kadar gula darah.

Baca Juga : Apa Dampaknya Jika Sering Mengalami Gula Darah Tinggi

3. diabetes ketoasidosis
Resiko selanjutnya adalah diabetes ketoasidosis. Biasanya kondisi ini bisa terjadi pada penderita diabetes yang mengalami kondisi hiperglikemia sebelum bulan Ramadhan. Sering juga terjadi pada diabetes tipe-1.
Kondisi diabetes ketoasidosis juga bisa terjadi akibat penderita yang mengurangi jumlah insulin yang seharusnya disuntikkan. Dengan demikian maka potensi kadar gula darah meningkat akan sangat tinggi karena dosis insulin jauh lebih rendah dari jumlah kadar gula darah.

4. Dehidrasi dan trombosis
Bagi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan seperti diabetes, maka menahan lapar seperti berpuasa bisa menyebabkan kondisi dehidrasi dan trombosis yang berlebihan. Bagi seseorang yang normal, kondisi ini akan tidak berdampak negatif karena pada saat sahur dan buka mereka mengasup cairan yang cukup. Namun bagi penderita gangguan kesehatan kondisi ini bisa berdampak negatif bagi kesehatan.

Baca Juga  6 Cara Mudah Mencegah Penyakit DBD

Manajemen Berpuasa
Bagi anda yang mempunyai riwayat penyakit diabetes, maka melakukan menajemen puasa sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadi komplikasi yang mungkin terjadi. Ada beberapa hal yang anda perhatikan dalam menjalankan puasa.
Alangkah lebih baiknya lagi sebelum anda menjalankan kegiatan berpuasa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter anda tentang kondisi kesehatan anda jika buat berpuasa. Atau juga anda melakukan general check up menjelang bulan Ramadhan tiba.

1. Pantau kadar glukosa lebih sering
Bagi anda penderita diabetes sangat disarankan untuk melakukan cek kadar gula darah lebih sering saat anda menjalankan puasa Ramadhan. Hal ini sangat penting untuk memantau kadar glukosa darah anda. Kondisi ini berlaku bagi penderita diabetes tipe-1 dan tipe-2 yang membutuhkan suntikan insulin.

2. Pengaturan nutrisi
Penting sekali untuk mengatur pola makan dan menu makanan yang sehat saat seseorang berpuasa. Dengan memperhatikan menu makanan yang seimbang setiap harinya, maka akan bisa menjaga keseimbangan dalam tubuh kita. Selain itu asupan makanan yang seimbang juga berfungsi menjaga massa tubuh tetap stabil.
Saat kita melakukan sahur pada malam hari, maka sangat disarankan untuk makan makanan yang mengandung karbohidrat yang kompleks. Namun pada saat kita berbuka puasa sangat disarankan untuk konsumsi makanan karbohidrat yang lebih sederhana.

Selain itu penting juga menjaga keseimbangan cairan tubuh yang hilang saat kita berpuasa seharian. Kita harus memperhatikan keseimbangan asupan cairan yang cukup saat kita sahur dan berbuka puasa.

Baca Juga  Apakah Aluminium Foil Aman digunakan Untuk Memasak ?

3. Olahraga

Saat anda menjalankan puasa, maka penting untuk menjaga aktivitas anda. Atur pola aktivitas anda jangan sampai berlebihan yang bisa membuat kondisi hipoglikemia yang berdampak buruk bagi kesehatan. Lakukan aktivitas fisik yang normal jangan berlebihan.

4. Berbuka puasa
Yang harus anda perhatikan bagi penderita diabetes yang menjalankan puasa adalah kadar gula darah. Jika ternyata kadar gula darah anda saat ditengah berpuasa <60 mg/dl, maka sangat disarankan untuk tidak melanjutkan puasa.

Kondisi ini sangat berbahya karena gula darah <60 mg/dl pada kasus diabetes akan sangat berbahaya dan bisa menimbulkan pasien tidak sadar karena hipoglikemia dan bisa berujung pada kematian jika tidak tertangani dengan benar.
Begitu pula jika ternyata kadar gula darah anda selama berpuasa >300 mg/dl, maka disarankan pula untuk tidak melanjutkan puasa. Kondisi seperti ini bagi penderita diabetes bisa berbahaya dan memicu komplikasi yang lebih makro bagi tubuh.

 

Artikel Terkait : Ternyata Puasa Menyehatkan Jantung dan Pembuluh Darah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *