Inilah 4 Bahan Berbahaya Yang Sering Terdapat Pada Makanan Instan

cermat memilih makanan instan

InspirasiBersama.com – Hidup di era sekarang ini, bagi kebanyakan orang memang sangat sulit untuk menghindari jenis makanan instan. Padahal kita tahu bahwa dalam makanan instan banyak terdapat bahan aditif dan sejatinya rendah nutrisi. Ada 4 bahan berbahaya yang sering terdapat pada makanan instan.

Kalau kita membahas lebih jauh tentang makanan instan, maka dalam makanan instan banyak sekali terdapat bahan makanan buatan yang meliputi pemanis, perasa buatan, garam, pewarna, lemak buatan, berbagai bahan untuk mengubah tekstur makanan dan bahan pengawet. Coba kita banyangkan apabila kita sering mengkonsumsi makanan instan, bagaimana jadinya kesehatan kita nanti ?

Tahukah kita dalam pembuatan makanan instan jenis kemasan sering menggunakan bahan buatan yang berbahaya bagi kesehatan jantung kita. Mereka mengabaikan jenis bahan alami yang menyehatkan tubuh, diantaranya antioksidan, lemak baik, dan serat alami yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Berikut 4 bahan berbahaya yang sering terdapat pada makanan instan :

 
LEMAK TRANS 
Bahan pertama yang sering kita jumpai pada makanan instan adalah lemak trans. Ada banyak jenis makanan yang banyak mengandung lemak trans diantaranya kue kemasan, popcorn, margarin, kerupuk dan cracker. Selain itu lemak trans juga terdapat pada makanan seperti kentang goreng.

Tahukah kita bahwa berdasarkan sebuah penelitian ternyata lemak trans sangatlah berbahaya bagi kesehatan jantung kita. Lemak trans berbeda dengan lemak jenuh. Bahkan dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa sering konsumsi lemak trans bisa menyebabkan kematian ini akibat serangan jantung. Bahkan angka kematiannnya sangat tinggi yaitu 30.000 sampai 100.000.

Lemak trans yang sering terdapat pada makanan isntan ternyata lebih berbahaya dibandingkan dengan lemak jahat yang sudah kita kenal lebih dulu berbahaya bagi kesehatan jantung. Saat kita konsumsi lemak trans, maka akan meningkatkan resiko meningkatkanya kadar lipoprotein dan trigliserida yang berpotensi menyumbat pembuluh darah arteri.

 

Untuk mengetahui kandungan lemak trans dalam makanan instan, maka anda harus jeli memeriksa kemasan makanan tersebut. Biasanya terdapat tulisan ‘partially hyhrogenated’.

 
BIJI-BIJIAN OLAHAN
Berikutnya adalah biji-bijian olahan. Ternyata saat ini banyak tersedia jenis makanan biji-bijian olahan yang beredar seperti roti putih atau pasta putih yang tersedia dalam kemasan instan. Ternyata jenis makanan ini mampu meningkatkan serangan jantung sampai 30 persen.

Sebagi konsumen kita harus jeli melihat makanan instan yang akan kita beli. Jangan mudah percaya dengan label kemasan yang biasanya tertulis terbuat dari bahan tepung terigu alami, terbuat dari biji-bijian alami. Atau jenis makanan yang mengandung gandung yang ternyata itu hanya bagian terluarnya saja

Berdasarkan sebuah penelitian ada banyak penyakit yang mengintai bagi mereka yang sering konsumsi makanan instan diantaranya serangan jantung, tekanan darah tinggi dan resisten terhadap insulin.

 
SALT
Tahukah kita bahwa kebanyakan orang mengkonsumsi garam atau yodium bukan berasal dari garam dapur anda. Sekitar ¾ kita dapatkan dari konsumsi jenis makanan instan seperti saus, mie instan dll.

Berdasarkan data dari WHO, rata-rata konsumsi garam orang Indonesia mencapai 5,7 gram perhari. Padahal batasan maksimal konsumsi garam hanya 5 gram sehari. Tentu ini bukan hasil yang baik.

Bahkan hasil data tersebut menurut BPOM RI kemungkinan masih lebih tinggi lagi karena belum termasuk jenis makanan instan yang dikonsumsi oleh orang Indonesia yang mengandung garam instan.

Apabila kita membiarkan sering konsumsi garam secara berlebih dan lebih lagi berasal dari jenis makanan instan, maka kita akan beresiko tinggi terkena penyakit hipertensi yang berujung pada penyakit jantung.

Untuk mengantisipasi hal ini, maka solusi yang paling tepat adalah membatasi konsumsi jenis makanan instan yang banyak mengandung sodium yang berbahaya bagi kesehatan kita.

 
HIGH-FRUCTOSE CORN SYRUP
Bahan berbahaya terakhir yang sering terdapat pada jenis makanan instan adalah hight-fruktosa corn syrup atau jika kita artikan sebagai sirup jagung fruktosa tinggi. Coba saja saat kita membeli jenis makanan instan dan amati pada labelnya, akan sering terlihat tulisan itu.

Apabila kita sering mengkonsumsi makanan instan yang banyak mengandung HFCS, maka akan meningkatkan resiko obesitas, meningkatnya kadar kolesterol, menjadi resisten terhadap insulin, diabetes tipe-2, tekanan darah tinggi, dan kerusakan pada organ hati.

Selain jeli membaca label dalam kemasan yang ada tulisannya HFCS, anda juga cermati kandungan pemanis jagung, sirup jagung, atau sirup jagung yang banyak mengandung fruktosa.

Itulah 4 bahan berbahaya yang sering terdapat pada makanan instan. Semoga dengan membaca informasi ini kita lebih peduli terhadap kesehatan kita dan lebih memilih jenis makanan alami dan segar yang lebih menyehatkan tubuh.

Sumber : Kompas.com

Artikel Terkait : Bahaya Sering Konsumsi Mie Instan