Sering Mengalami Memar Bisa Jadi Pertanda Gangguan Autoimun ITP

header niko 728 x 90

memar

InspirasiBersama.com – Apabila saat ini kita sering mengalami tubuh yang mudah memar, atau jika kita terluka dan mengeluarkan darah maka sulit untuk berhenti. Atau pada sebagian orang juga mengalami gejala sering mengalami mimisan, atau sering kencing atau pup yang bercampur dengan darah. Jika anda sering mengalami beberapa gejala diatas, maka sebaiknya anda memeriksakannya ke dokter terdekat. Kondisi ini bisa menjadi tanda anda mengalami gangguan autoimun ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura). Jenis penyakit autoimun ini termasuk jenis penyakit yang menurun.

 

Penyakit ITP ini sering menimbulkan ruam atau memar pada bagian tubuh tertentu. Hal ini disebabkan karena jumlah platelet (trombositopenia/trombosit) jumlahnya menurun dan mengalami isolasi pada sumsum tulang.

Baca Juga  Penyebab Telinga Terasa Sakit Setelah Berenang

 

Kita tahu bahwa trombosit mempunyai peranan yang sangat vital bagi tubuh untuk proses penggumpalan darah. Selain itu trombosit juga berfungsi untuk mencegah perdarahan dalam tubuh kita. Kadar normal trombosit dalam darah kita adalah sebesar 150.000-450.000/mm3.

 

Bagi orang yang normal akan mempunyai umur trombosit yang bertahan sampai 10 hari. Namun bagi mereka yang mengalami gangguan pada autoimun seperti pada ITP, maka umur trombosit hanya berlangsung selama 2-3 hari. Bahkan pada kasus yang lebih serius umur trombosit hanya berlangsung beberapa menit saja.

 

Untuk jenis ITP ada dua macam, yaitu ada yang bersifat akut dan kronis. Kondisi ITP yang akut sering terjadi pada anak-anak. Sedangkan pada ITP yang kronik sering terjadi pada orang dewasa. Akut disini berarti terjadi secara mendadak atau spontan dalam waktu dua bulan. Jika melebihi dari dua bulan, maka kondisi ITP bisa menjadi kronik.

Baca Juga  Benarkah Main Pokemon Bisa Mengatasi Depresi dan Cemas ?

 

Untuk menegakkan diagnosa ITP memerlukan pemeriksaan darah atau yang dikenal dengan darah lengkap. Setelah dilakukan pemeriksaan darah lengkap baru diketahui berapa jumlah trombosit, Hb, Hematokrit dll. Selain itu untuk menunjang penegakan diagnosa ITP juga sering dilakukan pemeriksaan biopsi pada sumsum tulang. Pemeriksaan ini hanya dilakukan pada jenis kasus tertentu saja.

 

Pada kondisi kasus ITP yang masih tergolong ringan masih tidak memerlukan observasi yang terlalu ketat. Namun apabila terdapat penurunan jumlah trombosit yang sangat rendah dan terjadi perdarahan seperti mimisan, atau gusi berdarah maka membutuhkan pengobatan yang cepat seperti golongan kortikosteroid, imunoglobulin intravena, anti-D immunoglobulin.

Baca Juga  Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi Bisa Mencegah Anak Nikah di Bawah Umur

Artikel Terkait : Apakah Benar Jus Jambu Bisa Bisa Meningkatkan Trombosit Yang Turun ?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *