Saat Berciuman Ada Sekitar 80 Juta Mikroba Yang Ditularkan

header niko 728 x 90

bahaya berciuman

InspirasiBersama.com – Bagi kalangan remaja sekarang ini berciuman dengan pasangan sudah menjadi hal yang biasa. Mereka menganggap berciuman sebagai wujud romantis terhadap pasangan dan rasa kasih sayang. Dibalik indahnya saat berciuman, ternyata ada potensi pertukaran 80 juta mikroba pada pasangan. Hal ini berdasarkan sebuah hasil penelitian yang dilakukan  Netherlands Organisasi for Applied Scientific Research (TNO).

Saat seseorang berciuman dengan pasangan, maka akan terjadi pertukaran mikroba. Hal menyebabkan kesamaan mikroba antara pasangan kita. Sebenarnya mikroba yang berada pada mulut kita memiliki sifat yang baik atau tidak berbahaya.

Baca Juga  Sering Mengalami Kepala Pusing Akibat Kehujanan ? Atasi Dengan Ini !

Dalam mulut kita rata-rata memiliki mikroba sekitar 100 sampai 100 jenis mikroba. Namun jangan khawatir kebanyakan sifat dari mikroba tersebut adalah baik atau tidak berbahaya bagi kesehatan. Justru keberadaan mikroba dalam mulut sangat bagus dalam mencegah infeksi.

Yang harus anda perhatikan saat berciuman dengan pasangan adalah apakah pasangan kita tidak memiliki penyakit menular yang bisa ditularkan lewat cairan tubuh. Misalnya penyakit hepatitis. Saat pasangan kita mengidap hepatitis maka saat kita berciuman akan bisa menularkan virus kepada kita.

Baca Juga  Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan Normal Secara Alami

Meskipun berciuman tidak memiliki dampak negatif bagi kesehatan, bukan berarti seorang remaja dibolehkan melakukan ciuman dengan pasangan. Yang dibolehkan adalah mereka yang sudah menikah. Saat seorang remaja sering melakukan ciuman maka bisa menjadi titik awal perilaku seks bebas. Sebagai orang tua tentu tidak mau anaknya terjerumus dalam perilaku seks bebas yang sangat rentan menularkan penyakit infeksi kelamin berbahaya seperti HIV.

Baca Juga  Ternyata Warna Bola Mata Bisa Untuk Mendeteksi Resiko Penularan Penyakit

Artikel Terkait : Sering Melakukan Oral Seks Akan Meningkatkan Resiko Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *