Pengen Tahu Resiko Hamil Usia 35 Tahun ke Atas ?

header niko 728 x 90

resiko kehamilan usia 35 tahun

Bagi seorang wanita yang mengalami kehamilan pada usia 35 tahun ke atas akan mengalami banyak resiko. Apalagi jika itu merupakan kehamilan yang pertama bagi sang ibu. Mengapa demikian ? baca selengkapnya….

Namun resiko itu bisa diminimalkan dengan cara melakukan pemeriksaan yang rutin pada dokter kandungan. Dengan cara mempersiapkan kelahiran dengan matang, menjaga asupan nutrisi yang sehat, menghindari konsumsi alkohol dan rokok dan yang tak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan secara rutin kepada dokter spesialis kandungan. Dengan melakukan hal-hal demikian resiko kehamilan pada usia 35 tahun ke atas akan bisa diminimalisir.

Berikut beberapa resiko hamil pada usia 35 tahun ke atas :

– Pada Bayi
Resiko yang terjadi pada kehamilan pada usia 35 tahun ke atas adalah bayi akan lahir dengan kelainan pada kromosom. Hal ini akan bisa menyebabkan bayi lahir dalam keadaan cacat seperti down syndrome. Selain itu bayi juga berpeluang besar lahir dalam kondisi prematur dengan berat badan lahir yang rendah. Dengan berat badan lahir yang rendah maka akan memungkinkan bayi akan mengalami masalah kesehatan akibat perkembangan yang tak optimal.

Baca Juga  Efek Buruk Lain Minum Alkohol Memicu Konsumsi Junk Food

– Pada Ibu
1. Diabetes Gestational
Berdasarkan sebuah penelitian resiko kehamilan bagi ibu usia 35 tahun ke atas adalah 10 persen akan mengalami diabetes gestational. Kondisi ini akan membuat kadar gula darah ibu menjadi tinggi meskipun sebelumnya ibu tidak mempunyai penyakit diabetes.

2. Inersia (gangguan kontraksi rahim)
Seorang ibu yang melahirkan pada usia 35 tahun ke atas akan lebih banyak mengalami operasi dari pada persalinan normal. Hal ini terjadi karena sang ibu mengalami inersia atau gangguan pada kontraksi rahim. Saat usia 35 tahun ke atas ibu mengalami kurang kuat melakukan kontraksi untuk bisa bisa mendorong bayi keluar secara normal, akibatnya operasi adalah jalan satu-satunya.

Baca Juga  Pentingnya Mematikan Gadget Satu jam Sebelum Tidur

3. Perdarahan
Resiko ke tiga kehamilan pada usia 35 tahun ke atas adalah adanya komplikasi perdarahan. Saat persalinan secara sesar dilakukan oleh karena inersia, komplikasi yang timbul pasca sesar adalah adanya perdarahan hebat yang disebabkan oleh atonia atau otot-otot pada rahim tidak mampu untuk berkontraksi saat plasensta sudah keluar.

4. Preeklampsia
Preeklamsia adalah suatu kondisi dimana sang ibu mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine sang ibu. Pre eklamsia biasanya terjadi pada saat tengah kehamilan, tetapi juga ada yang terjadi pada awal kehamilan.

Baca Juga  Cara Memutihkan Wajah Secara Alami dan Cepat Untuk Wanita Tanpa Efek Samping

5. Kehamilan Ektopik (hamil di luar kandungan)
Resiko terakhir adalah terjadinya kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan. Hal ini disebabkan karena sel telur tidak melekat tepat pada rahim. Bisa melekat pada bagian yang lain misalnya leher rahim, rongga perut, indung telur. Pada kondisi ini persalinan akan sulit dilakukan secara normal dan harus segera dilakukan pengeluaran karena akan bisa menyebabkan perdarahan yang masif yang bisa membahayakan kesehatan sang ibu.

 

Artikel Terkait : Pentingnya Berat Badan Ideal Saat Hamil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *