Pengen Tahu Beda Antara Minuman Isotonik Dengan Minuman Berenergi ?

header niko 728 x 90

minuman isotonik

InspirasiBersama.com – Banyak orang yang belum tahu tentang beda antara minuman isotonik dengan minuman berenergi. Secara umum, cairan mempunyai peranan yang sangat penting bagi tubuh kita. Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, maka secara otomatis tubuh kita merespon dengan cara memberikan rangsangan haus. Saat kita merasa haus, maka tubuh kita membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Kalau kita membahas tentang jenis cairan, maka secara umum dibagi menjadi empat macam yaitu air biasa, minuman isotonik, minuman hipotonik dan minuman hipertonik.

Mari kita bahas satu persatu. Minuman hipotonik artinya jenis cairan yang mengandung sedikit elektrolit (Na) dan juga mengandung sedikit karbohidrat sekitar 2-3%. Kalau jenis minuman isotonik artinya jenis cairan yang banyak mengandung glukosa dan fruktosa. Kandungannya sekitar 6 persen. Untuk konsentrasinya, maka minuman isotonik memiliki konsentrasi yang sama dengan tubuh kita.

Baca Juga  Begini Cara Membersihkan Kamar Dari Sumber Alergi Dengan 4 Langkah Mudah

Nah kalau jenis minuman hipertonik, maka banyak mengandung karbohidrat atau sekitar 10 persen. Artinya jenis minuman hipertonik mempunyai tingkat konsentrasi yang tinggi.

Saat tubuh kita banyak mengeluarkan keringat, maka jenis minuman yang tepat untuk kita konsumsi adalah jenis hipotonik yang tanpa mengandung karbohidrat. Minuman jenis hipotonik ini termasuk jenis minuman yang mudah untuk diserap oleh tubuh kita. Biasanya minuman hipotonik tersedia dalam bentuk minuman penyegar yang memiliki kandungan NaCl dan dekstrosa.

Saat kita banyak aktivitas dan banyak mengeluarkan cairan lewat keringat, kita juga bisa memilih jenis minuman yang bersifat isotonik. Jenis minuman ini hampir sama dengan minuman hipotonik yang bersifat mudah untuk diserap tubuh. Saat kita kehilangan banyak elektrolit dan karbohidrat, maka minuman isotonik bisa menjadi solusi yang tepat.

Baca Juga  Lebih Bagus Mana Susu Kacang Polong dibandingkan Dengan Susu Sapi ?

Minuman jenis isotonik sedikit berbeda dengan air biasa. Kalau minuman isotonik merupakan jenis minuman yang diberikan kadar ion yang sudah ditentukan. Berbeda dengan air biasa. Kalau minuman jenis hipertonik lebih kepada minuman berenergi yang berfungsi untuk meningkatkan stamina saat kita kelelahan. Namun jenis minuman hipertonik sangat tidak cocok jika digunakan saat kita mengalami dehidrasi atau haus.

Saat kita merasakan haus yang berlebih atau dehidrasi kemudian kita mengkonsumsi minuman hipertonik, maka yang terjadi adalah akan memperberat kondisi dehidrasi. Hal ini dikarenakan sifat dari cairan ini pekat sehingga proses penyarapannya akan lambat.

Menurut para ahli, saat kita selesai melakukan olahraga, maka sangat disarankan untuk mengkonsumsi minuman air biasa atau jenis minuman isotonik. Sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi jenis minuman hipertonik.

Baca Juga  Jalan Kaki Bisa Menjadi Solusi Meredam Nafsu Makan Berlebih

Bahkan para pakar kesehatan juga tidak menyarankan sering konsumsi jenis minuman hipertonik yang identik dengan minuman berenergi dikarenakan dalam jangka panjang bisa memicu penyakit kronik seperti hipertensi, gagal ginjal dan diabetes. Itulah beda antara minuman isotonik dengan minuman berenergi.

Artikel Terkait : Apakah Benar Minuman Ringan Yang Berlabel Sehat Menyehatkan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *