Ada Beberapa Kondisi Yang Membuat Seorang Wanita Beresiko Mengalami Hipertensi

InspirasiBersama.com – Dari sebuah hasil riset yang dilakukan oleh Kesehatan Nasional yang dilakukan pada tahun 2013 menyebutkan bahwa angka penderita hipertensi lebih banyak didominasi oleh kaum wanita.

Prosentasenya mencapai 28,8 persen, sedangkan untuk kalangan laki-laki hanya sebesar 22,8 persen. Menurut para pakar kesehatan hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

sumber gambar : www.deherba.com

Secara umum tubuh wanita memang memiliki mekanisme tubuh yang lebih fluktuasi sehingga bisa mempengaruhi tekanan darah.

Baca Juga : Sering Mengalami Tekanan Darah Tinggi Bisa Menyebabkan Menurunnya Daya Ingat

Misalnya saat seorang wanita mengalami jumlah estrogen yang menurun yang bisa mempengaruhi tekanan darah. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita yang sudah masuk masa menopause atau tidak mengalami periode mestruasi.

Dengan pengaruh tersebut, maka tak heran jika kebanyakan wanita yang mengalami hipertensi berusia lebih dari 50 tahun. Saat tubuh mengalami kekurangan hormon estrogen, maka menyebabkan lapisel endotel mengalami kerusakan.

Kita tahu bahwa ada banyak fungsi yang dilakukan oleh lapisan endotel ini. Jika terjadi suatu kerusakan, maka bisa menyebabkan munculnya sebuah plak pada pembuluh darah yang mengarah ke jantung.

Dengan resiko terjadinya plak pada pembuluh darah, maka seseorang yang mengalami hipertensi bisa memicu penyakit jantung dan stroke saat usia mencapai menopause.

Ada sebuah kondisi lain yang juga memicu seorang wanita mengalami hipertensi yaitu saat hamil. Ada cukup banyak kasus kehamilan yang disertai dengan munculnya hipertensi. Prosentasenya sekitar 7-9 persen.

Bagi wanita hamil yang terjadi komplikasi berupa tekanan darah yang tinggi dikenal dengan sebutan eklamsia yang bisa memicu kematian pada ibu maupun bayi.

Dengan bahaya yang sangat besar bagi wanita yang mengalami hipertensi, maka para pakar kesehatan menyarankan kepada para wanita untuk menjaga pola makan yang sehat.

Anda bisa melakukan kurangi makanan yang banyak mengandung garam dan yang terakhir adalah jangan lupa untuk rajin berolahraga.

Artikel Terkait : Penyebab Rasa Pusing Pada Penderita Hipertensi

Penyebab Taman Ujung Kulon Menjadi Google Doodle Hari Minggu 26 Pebruari 2017

InspirasiBersama.com – Saat anda membuka internet pada hari minggu tanggal 26 Pebruari 2017, maka ada hal baru yang bisa anda lihat. Saat ini muncul sebuah gambar badak bercula yang jumlahnya dua ekor yang menjadi sebuah Google Doodle.

 

Kalau kita amati gambar tersebut, maka terlihat dua ekor badak tersebut sedang asyik untuk berendam dalam air.

 

Mungkin anda termasuk salah satu orang yang penasaran mengapa muncul gambar dua ekor badak bercula di Google Doodle ?

sumber gambar : tribunnews.com

Ternyata hal ini disebababkan pada tanggal 26 Pebruari ini menjadi hari ulang tahun Taman Nasional Ujung Kulon yang berada di Indonesia.

 

Berbicara tentang Taman Nasional Ujung Kulon, maka ada banyak hal menarik yang bisa kita bahas disana. Sudah tahu belum kalau Taman Nasional Ujung Kulon menjadi suatu Taman Nasional pertama yang ada di Indonesia.

 

Pada tahun 1991, Taman Nasional Ujung Kulon juga di resmikan sebagai suatu warisan dunia yang dilakukan oleh UNESCO. Hal ini disebabkan ada banyak hutan lindung dengan lahan yang sangat luas.

 

Sebuah data menyebutkan bahwa sampai saat ini ada sekitar 50-60 ekor badak yang hidup dalam Taman Nasional Ujung Kulon. Dimana lokasi Taman Nasional Ujung Kulon ?. Lokasinya berada di Tatar Pasundan yang terletak pada bagian barat Pulau Jawa.

 

Diketahui bahwa Taman Nasional ini memiliki luas yang cukup besar yaitu sekitar 122.956 Ha termasuk didalamnya wilayah laut.

 

Tepat pada hari Minggu tanggal 26 Pebruari ini Taman Nasional ujung Kulon Telah berusia 25 tahun. Sebenarnya Taman Nasional ini sudah lama ada.

 

Menurut sumber yang berasal dari ujungkulon.org menyebutkan bahwa pertama kali Taman Nasional Ujung Kulon dikenalkan pada tahun 1846 oleh F. Junghun. Saat ini beliau sedang mencari informasi tentang tumbuhan yang hidup di daerah tropis.

 

Pada saat itu, status Taman Nasional masih menjadi sebuah kawasan yang terbentang dengan hutan yang sangat luas. Dengan kawasan hutan yang sangat luas tersebut, maka membuat Taman Nasional ini mampu menampung banyak jenis satwa.

 

Ada beberapa jenis satwa liar yang menjadi endemik dan langka dan harus dilindungi adalah badak jawa (Rhinoceros sondaicus), selanjutnya ada Owa Jawa, Anjing hutan, dan Surili.

Artikel Terkait : Wisata Panci di Pandaan Pasuruan Jawa Timur

 

1 550 551 552 553 554 1,658