Orangtua Hindari Bertengkar Di Depan Anak, Karena Dapat Berdampak Tidak Baik Pada Psikologi Anak

header niko 728 x 90

InspirasiBersama.com – Banyak orang yang berpendapat jika perceraian orangtua adalah hal yang paling membuat anak-anak akan merasa tidak bahagia. Karena itu perceraian menjadi hal yang paling di hindari oleh para orangtua.

 

sumber gambar : http://tergambar.com

Namun tahukah anda jika hasil dari sebuah penelitian yang di lakukan oleh University of York pada anak-anak yang ada di negara Inggris menyebutkan, jika ternyata anak-anak yang sering melihat orangtuanya bertengkar,mereka merasa lebih tersiksa dan sedih daripada melihat perceraian orangtuanya.

Baca Juga : Bukan Hanya Balita Saja, Anak Remaja Juga Butuh Sentuhan Orang Tua

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan jika ternyata anggapan orang selama ini yang menyebutkan jika perceraian dapat berdampak buruk pada anak tidak semuanya benar. Karena sebenarnya pertengkaran dan hubungan yang tidak baik antara orangtua sebelum proses perceraian itulah yang dapat berdampak tidak baik bagi psikologi anak.

Baca Juga  Tips Menurunkan Berat Badan Dengan Minum 2 Gelas Air Sebelum Makan

Bahkan para peneliti juga mengungkapkan jika dari 19.000 anak yang sering melihat orangtuanya bertengkar, 30 persennya cenderung akan mengalami masalah dalam perilakunya. Seperti anak-anak ini kurang dapat berinteraksi dengan teman-temannya, memiliki masalah emosional,tidak sukses dalam karir, dll.

Beberapa pendapat mengungkapkan jika orangtua yang memilih bercerai biasanya mereka mempunyai pendidikan yang rendah,karena tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat mempengaruhi cara berfikir seseorang. Namun perceraian kadang terjadi juga karena faktor ekonomi dalam keluarga.

Baca Juga  Bahaya Orang Yang Suka Marah Bisa Menyebabkan Kematian Mendadak

 

Namun menurut psikolog anak mengatakan, baik itu perceraian atau pertengkaran orangtua, dua-duanya dapat berdampak tidak baik bagi anak.Jika seorang anak sering menyaksikan orangtuanya bertengkar, hal ini bisa membuat kondisi psikologis anak terganggu.

Dan apabila orangtua bercerai, seorang anak akan merasa kehilangan salah satu sosok orangtuanya. Jika anak di titipkan pada kakek dan neneknya, mungkin hal ini dapat menggantikan peran ayah dan ibunya, namun peran itupun tidak bisa terlalu signifikan dirasakan oleh anak.

Baca Juga  Inilah Alasan Banyak Wanita Yang Memalsukan Orgasme

 

Jika memang perceraian adalah pilihan terbaik, maka hendaknya orang tua tetap memberikan kasih sayang yang utuh pada anak meskipun sudah tidak tinggal bersama-sama lagi untuk meminimalisir dampak buruk yang terjadi karena perceraian.

Artikel Terkait : Pengasuhan Anak Ternyata Juga Butuh Kerjasama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *