Menyikapi Seorang Anak Yang Menjadi Korban ‘Bullying’ Akibat Obesitas

header niko 728 x 90

anak gendut

InspirasiBersama.com – Sering kali kita melihat seorang anak yang mendapatkan bullying dari teman-temannya. Hal ini menunjukkan kalau kasus bullying bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi segala umur bisa mengalaminya. Yang miris adalah jika yang menjadi korban bullying adalah anak kita yang disebabkan karena obesitas.

Lantas bagaimana menyikapi seorang anak yang mendapatkan bullying dari teman-temannya akibat kegemukan ?. Hal ini bermula ada seorang ibu yang merasa resah karena anak laki-lakinya yang berusia 3,5 tahun mendapatkan bullying dari teman sekolahnya yang disebabkan karena obesitas.

Tentu hal ini membuat sang ibu menjadi resah. Orang tua mana yang tega melihat anaknya mendapatkan ejekan dari orang lain atau tidak dihargai oleh orang lain. Ini bisa menjadi masalah yang cukup serius bagi kesehatan mental anak.

Menurut seorang pakar psikolog menyarankan kepada para orang tua yang mempunyai anak yang menjadi korban bullying untuk memberikan dukungan yang besar agar kepercayaan diri anak kembali naik. Seorang anak yang mendapatkan bullying akan mengalami penurunan rasa percaya diri.

Baca Juga  Benarkah Jika Harga Rokok Mahal Bisa Menurunkan Kemiskinan

Menyikapi hal yang semacam ini memang bukan perkara yang mudah bagi para orang tua. Apabila kita mempunyai seorang anak yang mendapatkan kasus bullying akibat obesitas, maka langkah pertama yang harus dilakukan oleh para orang tua adalah mengembalikan rasa percaya diri anak. Caranya adalah dengan cara menyadarkan anak untuk menerima apa adanya tentang dirinya. Ini bukan berarti anak menjadi pasrah dengan kondisi obesitasnya.

Baca Juga : Bahaya Jika Anak dibiarkan Menagalami Obesitas

Seorang orang tua harus memberikan motivasi kepada anak meskipun saya mempunyai badan yang gemuk tetapi saya pandai matematika misalnya, atau mempunyai orang tua yang sangat sayang atau apapun yang bisa membuat seorang anak menjadi bangga dengan dirinya.

Apabila kita berhasil meningkatkan rasa percaya diri anak yang sedang turun, maka selanjutnya adalah ajari anak untuk menerima kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Memang ada kekurangan namun anak juga mempunyai kelebihan yang bisa diandalkan.

Selain itu beri pemahaman kalau memang mempunyai tubuh yang ramping akan lebih sehat, bisa melakukan banyak jenis aktivitas fisik dan membuat kita lebih mudah bergerak. Motivasi anak untuk tidak makan secara berlebihan dan mengurangi jenis makanan yang bisa memicu peningkatan berat badan misalnya makanan manis dan suka ngemil.

Baca Juga  Khasiat Rambut Jagung Bisa Mencegah Diabetes

Setelah orang tua berhasil membuat anak menjadi menerima dirinya apa adanya dan mengenali kekurangan dan kelebihannya, selanjutnya adalah orang tua harus memberikan banyak dukungan secara emosional. Caranya adalah dengan cara mengajarkan kepada anak bagaimana caranya kalau mendapatkan ejekan dari teman-teman saat di sekolah.

Orang tua bisa memberikan banyak pilihan jika mendapatkan ejekan dari teman. Tidak disarankan untuk orang tua ikut secara langsung jika mendapati anaknya mendapatkan ejekan dari teman-temannya.

Salah satu tips mengatasi ejekan saat di sekolah adalah menyarankan anak untuk meninggalkan tempat tersebut. Evaluasi anak apakah sudah bisa melakukan hal tersebut saat mendapatkan ejekan dari teman. Jika anak bisa melakukannya, maka berikan pujian atau dukungan tentang keberhasilannya mengatasi ejekan teman.

Baca Juga  Menjaga Kebarsihan Diri Menjadi Awal Hidup Sehat

Setelah semua itu bisa dilakukan anak dengan baik, maka selanjutnya adalah orang tua wajib mengajarkan bagaimana pola makan yang sehat. Berikan contoh makanan yang sehat yang tidak membuat badan kita menjadi gemuk. Ajarkan anak untuk mengurangi asupan makanan yang banyak mengandung gula.

Motivasi anak untuk banyak beraktivitas diluar rumah agar banyak kegiatan fisik yang dilakukan. Anak yang obesitas juga bisa dipengaruhi oleh rendahnya aktivitas fisik yang dilakukan. Dengan bermain diluar rumah maka akan mendorong anak untuk banyak bermain fisik misalnya bersepeda, lari, atau sepakbola. Itulah cara menyikapi seorang anak yang menjadi korban bullying akibat obesitas.

Artikel Terkait : Waspada Anak Yang Mempunyai Sifat Terlalu Pemalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *