Manfaat Tes Darah Bisa Untuk Mendeteksi Penyebab Infeksi

header niko 728 x 90

tes darah

InspirasiBersama.com – Banyaknya kasus pemberian antibiotik yang kurang tepat oleh dokter, membuat para ilmuwan yang berasal dari Universitas Stanford di Amerika Serikat melakukan pengembangan terhadap tes darah. Kini dengan melakukan tes darah secara sederhana, maka akan dapat diketahui apakah infeksi tersebut disebabkan karena bakteri atau virus. Dengan demikian maka diharapkan pemberian antibiotik dapat lebih tepat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa berdasarkan data kunjungan kesehatan yang berasal dari Amerika menyebutkan bahwa banyak kasus infeksi yang kurang tepat dalam pemberian antibiotik. Hal ini disebabkan karena masih kurang jelasnya infeksi yang terjadi disebabkan karena bakteri atau virus. Seperti halnya kasus sakit pada tenggorokan yang bisa dua kemungkinan yaitu akibat bakteri dan influenza yang disebabkan karena virus.

Baca Juga  Tips Mengatasi Kecanduan Kopi Yang Berlebihan

Dengan miripnya gejala-gejala penyakit, menurut para ilmuwan banyak kalangan dokter yang merasa kesulitan dalam menentukan apakah penyakit tersebut disebabkan karena bakteri atau virus. Banyak para dokter yang seharusnya tidak meresepkan antibiotik pada kasus infeksi yang disebabkan virus, namun diberikan antibiotik.

Baca juga : Apa Bahayanya Jika Kita Konsumsi Antibiotik ?

Dengan melakukan pemeriksaan darah dengan benar, maka pemberian antibiotik pada pasien infeksi akan lebih tepat. Kita tahu bahwa pemberian antibiotik yang kurang tepat bisa menyebabkan resistensi atau kebal terhadap jenis antibiotik.

Baca Juga  Mengapa Saat Kita Mengalami Demam Banyak Sekali Mengeluarkan Keringat ?

Dengan melakukan tes darah saat terjadi infeksi, maka akan sangat bermanfaat bagi penderita untuk menghindari pemberian antibiotik yang kurang tepat sasaran yang bisa memicu resistensi terhadap antimikroba.

Bagi kebanyakan orang menganggap resistensi terhadap mikroba merupakan sesuatu yang kurang serius. Padahal berdasarkan sebuah data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa ada sekitar 10 juta angka kematian yang kemungkinan besar disebabkan karena resistensi antimikroba.

Untuk menghindari hal yang demikian, maka edukasi atau pemberian pengetahuan kepada pasien sangat penting tentang pemberian antibiotik yang benar.  Dengan masyarakat yang makin banyak mengerti tentang infeksi yang harus diberikan antibiotik dan tidak, maka angka resistensi antibiotik dan kurang tepat sasaran pemberian antibiotik bisa diminimalisir. Untuk itu dihimbau kepada para masyarakat untuk tidak mengkonsumsi antibiotik saat mengalami sakit influenza, diare tanpa adanya darah, campak dan cacar.
Artikel Terkait : Bahayakah Orang Yang Mengalami Resistensi Antibiotik ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *