Kiat Untuk Membentuk Anak Yang Cerdas

header niko 728 x 90

pola asuh yang baik

InspirasiBersama.com – Memiliki seorang anak yang cerdas san sehat merupakan keinginan setiap orang tua. Namun untuk mewujudkannya membutuhkan beberapa aspek yang harus dilakukan. Kali ini akan kita bahas tentang kiat untuk membentuk anak yang cerdas.

Langkah pertama yang harus diketahui oleh para orang tua yang ingin mempunyai seorang anak yang sehat dan cerdas adalah memahami terlebih dahulu tentang pembentukan struktur otak dan cara kerjanya. Menurut para ahli, pembentukan awal otak pada anak sudah dimulai sejak dalam kandungan yang berkembang sampai pada anak dilahirkan kedunia.

 
Oleh karena itu, modal awal untuk membentuk otak anak yang cerdas adalah mempersiapkan kondisi kesehatan bagi seorang ibu dan ayah. Dengan kondisi orang tua yang sehat, maka mempunyai modal awal yang kuat untuk membentuk otak anak yang cerdas.

 
Tahukah kita bahwa, otak pada bayi akan mengalami perkembangan yang sangat cepat sampai pada usia kehamilan ibu mencapai 5 bulan. Setelah mencapai usia kehamilan 9 bulan, maka otak bayi sudah siap untuk dilahirkan dengan berat rata-rata sekitar 400 gr. Namun pada saat seorang bayi baru dilahirkan, maka otak belum sepenuhnya sempurna.

 
Setelah bayi lahir dan mencapai usia 2 tahun, maka selama itulah otak anak akan terbentuk hampir 80 persen. Menurut para ahli mengatakan apabila perkembangan otak anak sampai pada usia 2 tahun berjalan dengan baik, maka seorang anak akan mempunyai perkembangan yang baik sampai pada usia dewasa.

Baca Juga  Ramadhan Adalah Waktu yang Tepat Untuk Berhenti Merokok

Baca Juga : Ternyata Suara Ibu Berdampak Besar Pada Kecerdasan Komunikasi Anak

Koneksi otak
Kalau kita mempelajari tentang susunan otak, maka dalam otak manusia terdiri atas banyak sel-sel yang jumlahnya mencapai triliunan. Sel-sel itu dikenal dengan sebutan neuron. Saat seorang bayi yang baru dilahirkan, maka fungsi neuron belum sepenuhnya terhubung dengan baik yang membentuk sebuah rangkaian. Hubungan antara neuron pada otak ini disebut dengan sinaps.

 

Jadi untuk membentuk sinaps yang bagus pada otak anak, maka dibutuhkan banyak stimulus yang akan memberikan kekuatan pada sinaps, mampu membuat koneksi yang bersifat permanen pada otak sampai pada dewasa kelak.

 
Faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan sinaps pada otak adalah genetik dan pola asuh yang baik selama anak dilahirkan. Pola pengasuhan yang baik seperti banyak memberikan stimulus senyuman, sentuhan , bernyanyi, suara sapaan akan membuat sinaps otak anak akan berkembang dengan baik.
Bahkan menurut seorang pakar mengatakan bahwa saat seorang anak sudah mencapai usia 2 tahun, sebenarnya mempunyai jumlah sinaps yang sama satu sama lain. Ini artinya setiap anak mempunyai potensi yang sama untuk menjadi cerdas.

 
Selain faktor rangsangan dan genetik, untuk membentuk kelistrikan otak yang baik membutuhkan asupan nutrisi yang baik. Otak kita membutuhkan asupan lemak yaitu omega 3 dan omega 6. Salah satu contohnya adalah DHA yang sangat berperan meningkatkan pertumbuhan sel-sel pada otak.

Baca Juga  Menu Sarapan Yang Tidak Sehat Bagi Tubuh Kita

 
Bukan hanya lemak sehat saja yang dibutuhkan oleh otak, otak juga membutuhkan banyak nutrisi lain seperti vitamin B12, vitamin A, vitamin D, asam amino, yodium, besi, seng dan banyak lainnya. Semua nutrisi tersebut dibutuhkan otak untuk perkembangan dan pertumbuhan.

 
Seorang anak yang mempunyai asupan gizi yang bagus, maka secara otomatis akan mempunyai daya tahan tubuh yang baik pula. Dengan imunitas yang baik akan menghindarkan anak dari berbagai penyakit yang bisa menghambat pertumbuhan. Cara terbaik untuk membentuk anak dengan imunitas yang baik adalah dengan memberikan ASI sejak bayi dilahirkan.

 
Pengasuhan

Kita semua tahu bahwa genetik memberikan modal awal yang kuat untuk perkembangan otak anak. Namun itu hanya modal awal, modal selanjutnya yang dibutuhkan adalah pola pengasuhan yang baik yang akan membangun sirkuit pada otak.

Yang dimaksud dengan pola pengasuhan disini sangat luas. Mulai dari proses merawat bayi sejak lahir, memberikan makanan setiap hari, melatih bersosialisasi, mengajarkan tingkah laku yang baik, mengajarkan komunikasi kepada anak, memberikan kasih sayang, perlindungan semuanya termasuk dalam pola pengasuhan.

Pola asuh yang baik pada anak bukan hanya berdampak baik pada perkembangan otak saja, namun juga mendidik kemampuan sosial, emosional dan kognitif otak. Bahkan menurut seorang ahli mengatakan bahwa seorang anak yang nilai matematikanya bagus, belum tentu nantinya menjadi orang yang sukses. Namun yang dominan menentukan adalah faktor interpersonal skill seseorang.

Baca Juga  Begini Cara Menangani Anak Yang Mimisan

 
Interpersonal skill banyak diartikan sebagai kecerdasan emosional yang baik. Misalnya sebuah kemampuan untuk mengerti perasaan orang lain, mampu menangkap informasi yang bisa diaplikasikan dalam pikiran dan mampu diimplementasikan dalam tindakan yang nyata.

 
Cara mendidik kecerdasan emosional pada anak adalah dengan cara mengajarkan kepada anak tentang ekspresi perasaan, mampu mengungkapkan perasaan yang sedang dialami, melatih anak untuk memiliki empati dengan orang lain, serta sering memberikan motivasi untuk mendorong seorang anak bangkit dari kesulitan.

 
Itulah beberapa kiat untuk membentuk anak yang cerdas. Persiapkan diri mulai dari program kehamilan, memberikan nutrisi yang baik selama kehamilan, memberikan rangsangan yang baik selama kehamilan, serta memberikan pola pengasuhan yang baik pada anak setelah dilahirkan.

Artikel Terkait : Manfaat Sering Membacakan Buku Pada Anak Balita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *