Jika ARV Menjadi Berbayar, Maka Akan Memicu Putus Obat pada ODHA

InspirasiBersama.com – Munculnya wacana tentang penggunaan ARV (antiretroviral) menjadi berbayar akan meningkatkan resiko banyak pengidap HIV-AIDS (ODHA) menjadi putus obat. Sebelumnya ARV menjadi salah satu obat yang digratiskan oleh Pemerintah.

Hal yang sama ditakutkan oleh banyak kalangan yang mengatakan bahwa bagi penderita ODHA yang tergolong kurang mampu, maka resiko putus mengkonsumsi obat ARV akan sangat tinggi.

obat-arv

sumber gambar : Kompas.com

Menurut para pakar kesehatan mengatakan bahwa jika pemberian ARV jadi berbayar, maka ini menjadi sebuah kemunduran bagi pemerintah Indonesia. Selama ini ARV juga mendapatkan subsidi dari Global Fund.

Baca Juga  Beberapa Hormon Yang Sangat Penting Bagi Seorang Wanita

Mungkin masih banyak orang yang belum tahu apa itu obat ARV. Obat ARV merupakan jenis obat yang diberikan kepada pengidap HIV-AIDS yang berfungsi untuk mencegah terjadinya replikasi viris HIV. Bukan berarti obat ARV bisa menyembuhkan penyakit HIV. Obat hanya bisa mencegah perkembangan virus dalam tubuh manusia.

Baca Juga : Apa Yang Akan Terjadi Jika Minum Obat Palsu ?

Apabila penderita HIV-AIDS mengkonsumsi obat ARV ini, maka penyebaran virus akan bisa ditekan. Bukan hanya itu saja, bisa juga terjadi penurunan resiko penularan pada orang lain.

Baca Juga  Suka Tidur Dalam Jangka Waktu Yang Lama ? Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Bagi seorang penderita HIV-AIDS, mengkonsumsi obat ARV menjadi sebuah kewajiban yang dilakukan seumur hidup. Apabila tidak dikonumsi secara rutin, maka resikonya daya tahan tubuh menjadi menurun yang meningkatkan resiko kematian.

Menyikapi hal ini, maka JIP atau Jaringan indonesia Positif menghimbau kepada Pemerintah untuk tidak menjadikan obat ARV menjadi berbayar. Hal ini sangat penting karena sangat berpengaruh pada kesehatan dan perekonomian pasien ODHA.

Baca Juga  Tips Membersihkan Rumah Pasca Banjir

Apabila benar diterapkan obat ARV menjadi bersubsidi dan berbayar, maka yang dikhawatirkan adalah munculnya sebuah perbedaan kualitas dan pelayanan bagi mereka yang berbayar dan bersubsidi.

Artikel Terkait : USB Untuk Pemeriksaan HIV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *