Ingat, Tak Semua Penyakit Perlu Antibiotik

header niko 728 x 90

antibiotik

Banyak masyarakat kita yang belum mengetahui bahwa tidak semua penyakit memerlukan antibiotik dalam terapinya. Hal inilah yang memicu timbulnya resistensi atau kebal terhadap jenis antibiotik tertentu oleh karena penggunaan antibiotik yang berlebihan atau sembarangan. Contohnya minum antibiotik saat kita batuk, pilek, mual, muntah dan diere ringan.

Beberapa contoh sakit diatas tidak memerlukan antibiotik dalam terapinya. Seorang Dokter pun seharusnya tidak memberikan antibiotik untuk jenis penyakit tadi. Terkadang seorang pasien merasa mengerti tentang obat yang harus diminum saat dia sakit seperti tadi, sehingga terkadang pasien sendiri yang membeli antibiotik secara bebas di apotik. Untuk itu dihimbau bagi para pasien untuk berkonsultasi dahulu dalam pemberian terapi penyakit.

Baca Juga  Jika Ingin Langsing Biasakan Minum Air Setelah Bangun Tidur

Menurut salah satu dokter spesialis anak I Hariadi, mengatakan untuk jenis penyakit dengan gejala batuk, pilek, mual, muntah dan diare tanpa disertai dengan darah tidak memerlukan antibiotik karena disebabkan oleh virus. Karena tujuan pemberian antibiotik adalah untuk terapi penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Berdasarkan data WHO pada tahun 2005 mengatakan ada sekitar 50 % pemberian resep yang dilakukan oleh dokter di fasilitas kesehatan primer dan rumah sakit di Indonesia mencantumkan antibiotik dalam terapinya. Pada tahun 2009 dilakukan survei secara nasional oleh lembaga Survei Nasional Kementerian Kesehatan, ternyata kebanyakan resep antibiotik justru diberikan kepada mereka yang menderita penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu dan diare.

Baca Juga  Salah Satu Cara Mencegah Kanker Adalah Dengan Berhenti Mengkonsumsi Alkohol

Hal ini akan menyebabkan resistensi terhadap antibiotik tertentu, sehingga apabila mereka sakit yang disebabkan oleh bakteri maka tidak dapat sembuh karena adanya resisten terhadap antibiotik. Resistensi terhadap antibiotik akan terbentuk setelah dua tahun setelah antibiotik pertama kali digunakan.

Diakui oleh WHO masalah resistensi antibiotik ini bukan hanya masalah di Indonesia saja, tetapi menjadi masalah dunia yang harus segera diberantas. Untuk itu WHO mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan antibiotik secara bebas dan sembarangan.

Baca Juga  Apa Yang Menyebabkan Mata Menjadi Berkantung

 

Artikel Terkait : Hati – hati Ancaman Diabetes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *