Hubungan Penyakit Jantung Dengan Penggunaan Minyak Goreng

header niko 728 x 90

Bowl of Olive Oil --- Image by © J.Garcia/photocuisine/Corbis

InspirasiBersama.com – Tidak dapat dipungkiri bahwa penyakit jantung berhubungan dengan penggunaan minyak goreng dalam makanan. Namun tidak semua minyak goreng berdampak buruk bagi kesehatan. Kita tahu bahwa minyak goreng yang dijual dipasaran ada yang mengandung lemak tak jenuh (lemak baik) serta lemak jenuh (lemak jahat).

 

Semakin kita menyukai jenis minyak goreng yang banyak mengandung minyak jenuh (lemak jahat) maka akan meningkatkan resiko peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh kita. Nah kalau sudah begini, maka akan meningkatkan resiko besar terkena masalah pada jantung.

Untuk mengurangi resiko penyakit jantung maka kita harus cermat dalam memilih jenis minyak goreng yang tepat untuk menggoreng. Kita tahu bahwa minyak goreng tidak bisa dilepaskan dengan kegiatan memasak. Oleh karena itu ada hubungan yang erat antara penyakit jantung dengan penggunaan minyak goreng.

Berikut beberapa pilihan minyak goreng yang sehat bagi kita :

§  Minyak zaitun

Pilihan minyak pertama yang bagus bagi kesehatan tubuh kita terutama jantung adalah minyak zaitun. Hal ini dikarenakan dalam minyak zaitun hanya mengandung sedikit lemak jenuh (lemak jahat) namun sebagian besar mengandung lemak tak jenuh (lemak baik) yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk kesehatan jantung. Ini artinya minyak zaitun tidak mengandung banyak kolesterol.

Baca Juga  Tips Diet Menurunkan Berat Badan Bagi Kamu yang Tak Suka Makan Sayur

 

Bukan hanya itu saja, ternyata minyak zaitun juga kaya akan kandungan antioksidan serta hanya mengandung sedikit vitamin E dan K. Dengan kandungan tersebut, maka minyak zaitun sangat bagus untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh kita.

 

§  Minyak kanola

Pilhan minyak kedua yang sehat bagi tubuh kita adalah minyak kanola. Minyak jenis ini berasal dari nabati sehingga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan. Anda bisa membeli minyak kanola di supermarket terdekat. Ciri khasnya adalah minyak ini tidak memiliki rasa. Selain itu minyak kanola juga memiliki titik asap yang tinggi untuk itu bagus jika digunakan memanggang, menumis dan membakar.

Baca Juga  Prediksi Tren Buah dan Sayur Pada Tahun 2017

 

Untuk kandungannya, minyak kanola tidak banyak emngandung antioksidan seperti halnya minyak zaitun. Hal ini dikarenakan minyak ini sudah melalui proses penyulingan. Anda bisa memanfaatkan minyak kanola bersamaan dengan minyak zaitun untuk memasak makanan.

 

§  Minyak avokad

Jenis minyak selanjutnya adalah minyak avokad. Minyak jenis ini termasuk agak sulit untuk dicari. Untuk kandungannya, minyak avokad memiliki kandungan yang sama baiknya dengan minyak zaitun dan kanola yang tidak mengandung lemak jahat serta kolesterol yang bisa memicu masalah pada jantung.

§  Minyak kelapa

Minyak kelapa merupakan jenis minyak yang banyak digunakan namun memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Kita tahu bahwa kandungan lemak jenuh atau jahat akan membuat peningkatan kadar kolesterol yang bisa merusak kesehatan jantung kita. Untuk itu kalau bisa anda menghindari penggunaan minyak kelapa dan beralih ke minyak zaitun atau kanola yang jauh lebih sehat.

§  Minyak sawit 

Baca Juga  Manfaat Lain Dari Cabai Selain Bisa Menurunkan Berat Badan

 

Jenis minyak lainnya yang banyak mengandung lemak jenuh atau jahat adalah minyak sawit. Minyak sawit tergolong minyak sayur yang juga banyak digunakan dipasaran. Jika kita terlalu sering menggunakan minyak sawit, maka bisa beresiko meningkatkan penyakit jantung dan stroke.

§  Mentega 

Mentega juga merupakan minyak yang kaya akan kandungan lemak jahat dan lemak trans yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Jika saat ini anda masih sering menggoreng dengan menggunakan mentega atau margarin, maka anda akan mempunyai resiko yang besar mengalami peningkatan kolesterol yang memicu penyakit jantung dan stroke.

Artikel Terkait : Benarkah Sayuran Yang Ditumis Lebih Menyehatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *