Ciri-ciri Kita Mengalami Korban Kekerasan Verbal

header niko 728 x 90

InspirasiBersama.com – Kebanyakan dari kita mengira bahwa yang dinamakan kekerasan hanya berupa fisik saja. Namun ternyata ucapan verbal dari orang lain juga bisa berarti kekerasan psikis yang berdampak buruk bagi kesehatan psikis kita. Berikut beberapa ciri kalau kita mendapatkan kekerasan verbal.

Dalam kenyataan sehari-hari, kita sering mendapatkan kekerasan verbal yang tanpa kita sadari. Misalnya saja ucapan orang lain yang bernada kasar, mengejek, gerakan tubuh yang merendahkan orang lain, komentar lembut yang menyakitkan dan mengingkari sebuah kesalahan.

A young couple arguing at the breakfast table

sumber gambar ;www.cosmopolitan.co.id

Kekerasan fisik ini juga sering dialami mereka sebagai seorang suami-istri. Secara fisik memang tidak menimbulkan bekas secara fisik, namun dari segi mental atau psikis akan meninggalkan bekas yang sangat menyakitkan yang bisa memperburuk hubungan.

Berikut secara detail ciri-ciri seseorang yang mendapatkan kekerasan secara verbal bagi sebuah pasangan :

Baca Juga  Seberapa Efektif Mencuci Tangan Dengan Menggunakan Sabun Cuci Piring ?

1. Merasa tidak bisa menang 
Ciri pertama seseorang yang mendapatkan kekerasan secara verbal adalah merasa tidak bisa menang. Biasanya anda sudah berusaha melakukan sesuatu dengan sangat hati-hati, namun anda tetap mendapatkan komentar yang buruk oleh pasangan kita.

Baca Juga : Sering Migrain Bisa disebabkan Karena Adanya Kekerasan Emosional

2. Kepercayaan diri turun
Ciri kedua seseorang yang mendapatkan kekerasan secara verbal adalah mengalami kepercayaan diri yang menurun. Tahukah kita bahwa pasangan hidup bukan seorang penggemar setia, namun pada kenyataan mereka bersifat pengkritik nomer satu tentang apapun yang ada pada diri kita. Sering kali pasangan mengkritik tentang cara berpakaiaan kita, cara berbicara, kurang langsing, kurang sabar dll. Yang secara tidak langsung akan membuat pasangan kita menurun rasa kepercayaan dirinya. Meskipun pasangan berniat untuk memperbaiki diri kita.

Baca Juga  Anak Yang Kekurangan Vitamin Bisa Menyebabkan Migrain

3. Tak mau disalahkan
Dalam hubungan dengan pasangan sering kali kita menganggap pasangan kita terlalu sensitif dengan ucapan kita yang bisa memicu pertengkaran atau perselisihan pendapat. Ini menjadi fenomena yang sering kali terjadi pada pasangan suami istri yang keduanya tak mau saling disalahkan.

4. Jadi bahan candaan
Tanda kalau kita mendapatkan kekerasan verbal dari pasangan adalah kita menjadi bahan candaan pasangan. Meskipun pasangan kita mempunyai selera humor yang tinggi, namun pada kenyataan mereka sering merendahkan kita di depan orang banyak dengan candaannya. Ini menjadi salah satu bentuk kekerasan verbal yang tak disadari.

5. Rumah bagai neraka
Ada pasangan keluarga yang menganggap rumah sebagai tempat layaknya neraka. Padahal idelanya rumah bagi pasangan suami istri adalah surga tempat bercengkramah dengan pasangan dan anak. Jika anda menganggap rumah sebagai layaknya neraka yang mudah sekali tersulut emosi dan munculnya pertengkaran antara pasangan, maka ini menjadi tanda kalau adanya kekerasan verbal dalam keluarga.

Baca Juga  Menstruasi Bisa Menjadi Indikator Panjang Usia Seorang Wanita

6. Kekerasan verbal bisa menjurus ke fisik
Dari sekian banyak kekerasan verbal yang diucapkan oleh seseorang atau pasangan, tanpa disadari akan menjurus ke arah kekerasan fisik. Misalnya ejekan yang lama-lama bisa sampai pada menghancurkan barang di sekitar kita.

Artikel Terkait : Dampak Buruk Pasangan Yang Sering Berselisih Bisa Menurunkan Kepuasan Seks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *