Perut Buncit Setelah Melahirkan, Apa Kata Dokter ?

InspirasiBersama.com – Mengalami perut yang buncit saat hamil adalah hal yang normal. Bagaimana jika ternyata perut buncit masih saja ada pasca melahirkan ? Apakah hal ini masih normal ?

sumber gambar : http://www.smartdetox20hari.com

Kondisi perut yang masih terlihat buncit pasca melahirkan cukup banyak dialami oleh wanita. Kondisi ini tentu bisa membuat para wanita kurang percaya diri. Terlebih bagi mereka yang harus tetap bekerja dan harus bertemu banyak orang.

Berikut penjelasan secara lengkap tentang perut buncit pasca melahirkan menurut pendapat para dokter :

Secara alamiah kondisi perut yang membuncit saat kehamilan adalah hal yang normal. Kondisi ini lebih diekenal dengan sebutan baby bump. Kondisi baby bumb ini menurut para dokter lumrah terjadi pasca persalinan. Namun biasanya kondisi ini akan berangsur kembali ke bentuk perut semula setelah 1-2 minggu pasca melahirkan.

Bagaimana jika setelah 2 minggu perut masih saja buncit ? Apabila anda masih saja mengalami perut buncit meskipun sudah lebih dari 2 minggu, bisa jadi disebabkan karena otot perut yang masih melar akibat pengaruh saat melahirkan. Bila anda mengalami hal ini setelah 2 minggu melahirkan, jangan panik karena secara normal akan kembali seperti sedia kala cuman membutuhkan waktu yang lebih lama. Untuk mempercepat anda bisa menerapkan gaya hidup yang sehat.

Bila ternyata kondisi perut buncit yang anda alami disertai dengan rasa nyeri, maka sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Secara normal hal ini sangat mungkin terjadi perasaan kurang nyaman pada perut akibat proses kehamilan yang anda alami. Kondisi perut buncit pasca melahirkan juga bisa dipengaruhi oleh adanya cairan ketuban, darah dan cairan lain yang tersisa.
Artikel Terkait : Kelebihan dan Kekurangan Persalinan Normal dan Caesar

Bolehkah Menyusui Meskipun Sedang Sakit ?

InspirasiBersama.com – Bagi seorang wanita yang baru mempunyai anak, tentu pernah khawatir saat sedang menyusui dalam kondisi sakit. Hal ini adalah hal yang wajar. Bahkan masih banyak ibu yang belum mengetahui apakah boleh menyusui saat sedang sakit. Mereka khawatir kalau penyakit yang diderita akan menular ke bayi yang sedang disusui.

sumber gambar : mramagazines.com

Menyikapi hal yang demikian, para pakar kesehatan mengatakan bahwa menyusui saat sang ibu sedang sakit tidak menjadi masalah. Hal ini sudah dibuktikan dengan beberapa hasil penelitian yang menyebutkan bahwa ASI tidak menjadi perantara penularan penyakit kepada seorang bayi. Beberapa kasus yang sering dialami ibu adalah saat sedang flu, demam, batuk atau bahkan saat ibu mengalami penyakit cacar. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi payudara yang benar-benar tak ada lesi yang diakibatkan oleh penyakit cacar.

 

Menurut salah seorang pakar yang bernama dr. Ruth Lawrence dalam sebuah bukunya yang bernama ‘ Breastfeeding A Guide for the Medical Profession’ menyatakan bahwa penularan penyakit oleh ibu kepada bayi melalui ASI sangat kecil. Diketahui bahwa banyak jenis bakteri tertentu yang bisa menyebabkan penyakit tak bisa mengkontaminasi ASI seorang ibu. Meskipun demikian ada juga jenis bakteri tertentu yang bisa, tetapi menurutnya hal ini cenderung sangat langka.

 

Yang perlu para ibu perhatikan saat sedang sakit dan menyusui adalah obat yang dikonsumsi. Saat sedang sakit dan menyusui, sebaiknya jangan sembarangan mengkonsumsi obat. Yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter untuk pemberian obat yang aman bagi kesehatan ibu dan tentunya tak mempengaruhi kualitas ASI yang bisa mempengaruhi kesehatan bayi.

 

Berikut beberapa kondisi penyakit yang menurut para pakar sebaiknya tidak melakukan menyusui pada bayi, diantaranya sang ibu sedang terkena penyakit tuberkulosis aktif, terkena penyakit kanker dan sedang menjalani kemoterapi dan sedang mengkonsumsi obat-obatan terlarang. .

Artikel Terkait : Obat Batuk yang Aman Untuk Ibu Menyusui

Benarkah Polusi Udara Bisa Menyebabkan Kanker Payudara ?

InspirasiBersama.com – Benarkah polusi udara bisa menyebabkan kanker payudara ?. Banyaknya kasus kanker payudara pada wanita tentu membuat banyak wanita khawatir. Dalam sebuah hasil studi yang dilakukan di Amerika menyebutkan bahwa wanita yang tinggal di daerah dengan polusi udara, memiliki resiko yang tinggi untuk memiliki payudara yang padat.

dampak polusi udara bagi kesehatan wanita

Dalam sebuah hasil studi baru yang lain dan sudah dipublikasikan dalam jurnal yang bernama Breast Cancer Research menyebutkan bahwa salah satu indikator seorang wanita terkena kanker payudara adalah payudara yang padat atau banyak jaringan lemak.

Dengan adanya dua studi tersebut, dapat disimpulkan bahwa polusi udara bisa meningkatkan resiko wanita mengalami kanker payudara. Jadi resiko ini lebih tinggi bagi seorang wanita yang bertempat tinggal di perkotaan yang penuh polusi.

Hidup di jaman sekarang ini mungkin terbilang sulit untuk menghindari polusi udara. Meskipun kita bertempat tinggal di desa atau minim polusi, maka saat bekerja ke kota tetap saja ada banyak paparan polusi udara yang kita dapatkan.

Untuk mengurangi resiko paparan polusi udara tersebut, sebaiknya kita menggunakan masker. Dengan begitu kita bisa meminimalisir paparan polusi udara. Misalnya saja tetap memakai masker saat mengendarai sepeda motor di jalan.

Setelah kita membiasakan memakai masker, kita juga harus mempunyai perlindungan diri yang kuat. Perlindungan itu berasal dari tubuh berupa antibodi yang kuat. Sangat disarankan untuk sering mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya kandungan antioksidan tinggi yang bisa menangkal radikal bebas.

Artikel Terkait : Bahaya Paparan Polusi Udara Bagi Ibu Hamil

Bahaya Wanita Hamil yang Terinfeksi Virus Rubella

sumber gambar : okezone.com

InspirasiBersama.com – Bahaya wanita hamil yang terinfeksi virus Rubella. Dalam bahasa orang awam Rubellla dikenal dengan sebutan campak Jerman. Kondisi ini ditandai dengan adanya ruam merah pada bagian kulit. Penyakit ini tergolong jenis penyakit yang mudah menular yang disebabkan karena air liur, bersin maupun batuk.

Berdasarkan data, rubella memang lebih banyak terjadi pada kalangan anak-anak dan remaja. Meskipun demikian bukan berarti tidak bisa menjangkiti orang dewasa termasuk wanita hamil. Bagi seorang wanita hamil terutama trimester pertama dan terinfeksi rubella, maka bisa meningkatkan resiko sindrome rubella kongenital yang bisa menyebabkan komplikasi sampai kematian.

Jadi menurut para pakar kesehatan, jika virus rubella ini menyerang wanita hamil, maka bisa menyebabkan keguguran yang terjadi secara mendadak, cacat pada bayi serta kematian bayi saat lahir. Selain itu kondisi ini juga kerap menyebabkan terjadinya gangguan pada mental bayi atau retardasi mental.

Oleh karena itu sangatlah penting seorang wanita hamil mengenali gejala infeksi dari rubella. Beberapa tanda dan gejala wanita hamil yang terinfeksi rubella adalah munculnya demam tinggi, ada ruam pada kulit, nyeri kepala, nyeri pada otot dan sendi. Gejala yang muncul tersebut terkesan ringan, namun bisa menyebabkan keguguran dan kecacatan pada janin.

Karena begitu pentingnya menjaga kekebalan tubuh terhadap resiko infeksi rubella pada wanita hamil, maka penting untuk melakukan vaksinasi MR (measles rubella). Bila anda berencana mau melakukan vaksinasi MR, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

Artikel Terkait : Tips Mencegah Terjadinya Infeksi Saat Hamil

Ini Dia Resiko Berat Mempunyai Suami Ganteng

InspirasiBersama.com – Mempunyai sosok suami yang rupawan memang sangat menyenangkan dan menjadi kebanggaan banyak wanita. Meskipun demikian bukan berarti hal ini tidak memicu munculnya masalah. Ternyata ada resiko besar bagi seorang wanita saat mempunyai suami yang genteng.

sumber gambar : kompasiana.com

Apa resiko besar tersebut ? Dari hasil sebuah riset yang berasal dari Florida State University menyebutkan bahwa para istri yang mempunyai suami ganteng rentang sekali mengalami masalah gangguan makan. Mereka kerap kali mengalami anoreksia. Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Ternyata hal ini disebabkan karena pola diet yang dilakukan istri tergolong ekstrim. Para istri akan berusaha keras untuk menjaga berat badan ideal demi penampilan yang menarik di mata suaminya. Bahkan mereka cenderung ingin tampil lebih menarik dari sang suami.

Nah bagi para istri yang saat ini mungkin sering mengalami sindrome malas makan atau anoreksia, bisa juga disebabkan karena punya suami yang ganteng.

Pola makan yang buruk memang menjadi pemicu penampilan yang kurang menarik bagi seorang wanita. Hal ini akan memicu peningkatan berat badan yang membuatnya kurang cantik dan seksi.

Pada kasus pernikahan dengan pasangan suami yang jauh lebih menarik dari istri biasanya akan memunculkan suatu asumsi yang menyatakan bahwa suami menginginkan penampilan tubuh yang lebih kurus yang menyebabkan gangguan pola makan. Ini menjadi sebuah resiko berat memiliki suami yang ganteng.

Artikel Terkait : Manfaat Suka Bilang Terima Kasih Pada Pasangan

Benarkah Olahraga Bersepeda Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Organ Intim ?

InspirasiBersama.com – Benarkah olahraga bersepeda berdampak buruk bagi kesehatan organ intim ?. Salah satu cara termudah berolahraga agar tubuh kita tetap sehat dan bugar adalah dengan bersepeda. Namun muncul suatu anggapan bahwa olahraga bersepeda bisa menyebabkan pengaruh kurang baik bagi kesehatan organ intim, benarkah demikian ?

 

Ternyata hal ini benar adanya. Berdasarkan sebuah hasil penelitian menyebutkan bahwa kegiatan berolahraga memakai sepeda bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan organ intim. Kondisi ini kerap dirasakan bagi mereka yang rutin bersepeda seperti adanya rasa panas seperti terbakar atau bahkan sampai muncul pembengkakan yang bisa menyebabkan infeksi.

Bagi anda seorang wanita, seringnya berolahraga memakai sepeda akan memicu terjadinya lecet yang disebabkan karena adanya gesekan pada sadel. Kondisi ini akan menyebabkan kulit menjadi iritasi, mati rasa, sensitif dan bahkan resiko memicu infeksi pada labia dan saluran kemih.

Menurut para pakar, saat seorang wanita bersepeda akan terjadi penahanan beban tubuh yang dilakukan oleh organ intim yaitu vulva. Bahkan menurut para pakar vulva wanita akan berusaha menahan 40 persen dari total berat tubuh. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada organ intim seorang wanita saat sering bersepeda.

Dampak buruk lain akibar seringnya bersepeda bagi seorang wanita adalah bisa menyebabkan penurunan kemampuan organ intim yang memicu disfungsi seksual. Hal ini sudah dibuktikan dalam sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh para pakar yang berasal dari Yale University School of Medicine pada tahun 2006. Hasilnya menyebutkan bahwa bersepeda sejauh 160 km bisa memicu terjadinya disfungsi seksual wanita yang diakibatkan penurunan sensasi di area genital akibat gesekan sadel yang menyebabkan mati rasa dan rasa sakit.

Selain itu sering bersepeda bagi wanita juga bisa memicu terjadinya stomatitis yaitu suatu infeksi yang terjadi pada miss V seorang wanita. Infeksi ini disebabkan karena jamur yang ditandai dengan munculnya rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil, gatal pada area organ intim, dan nyeri saat berhubungan seks. Jika anda merasakan beberapa gejala yang tak wajar akibat seringnya bersepeda, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter.

Artikel Terkait : Penyebab Sering Merasa Gatal Pada Organ Intim Wanita

1 2 3 4 103