Manfaat Lain Dari Cabai Selain Bisa Menurunkan Berat Badan

InspirasiBersama.com – Siapa yang tidak kenal cabai. Semua orang pastinya tahu tentang rempah yang satu ini. Meskipun mempunyai rasa yang pedas, keberadaan cabai sangat penting dalam sebuah masakan. Tanpa adanya cabai bisa mengurangi kenikmatan suatu makanan. Ternyata selain bisa menurunkan berat badan, cabai juga mempunyai manfaat lain bagi kesehatan.

 

Pada sebagian orang ada yang tidak bisa makan tanpa adanya cabai. Misalnya saja makan dengan menggunakan sambal yang akan menambah nikmat suatu makanan. Dibalik itu semua banyak studi yang menyebutkan beberapa macam manfaat cabai bagi kesehatan.

manfaat-cabai-2

manfaat cabai bagi kesehatan

Tahukah kita bahwa mengkonsumsi cabai bisa mempercepat metabolisme tubuh sehingga lebih cepat membakar kalori. Hal ini disebabkan karena cabai mengandung senyawa capsaicin yang memberikan kesan pedas dan panas saat dikonsumsi.

 

Oleh karena itu mengkonsumsi cabai sangat bagus bagi anda yang sedang menjalankan sebuah program penurunan berat badan. Selain bisa menurunkan berat badan, makan cabai juga bagus bagi penderita diabetes.

Baca Juga : Deretan Rempah-rempah Yang Kaya Manfaat Bagi Kesehatan

 

Berdasarkan sebuah hasil studi menyatakan bahwa konsumsi cabai mampu memberikan efek menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh. tidak berhenti sampai disitu saja, cabai juga bermanfaat melancarkan sirkulasi darah darah sehingga sangat bagus untuk mencegah masalah jantung dan menghindarkan dari resiko penyakit stroke.

 

Yang ini mungkin masih banyak orang yang belum tahu kalau efek pedas yang ditimbulkan saat kita mengkonsumsi cabai ternyata bisa bermanfaat sebagai pereda nyeri secara alami tanpa mengandung efek samping bagi tubuh.

 

Dalam sebuah studi lain juga menyebutkan kalau sering makan cabai bisa menghindarkan kita dari resiko penyakit migrain, sakit kepala dan sinusitis. Sungguh luar biasa manfaat dari cabai ini.

 

Meskipun cabai mempunyai manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan, namun bagi anda yang tidak terbiasa untuk mengkonsumsinya tidak disarankan untuk memaksakan diri. Memaksakan diri untuk mengkonsumsi cabai bisa menyebabkan efek samping mengalami gangguan pada pencernaan.

Artikel Terkait : Solusi Mengatasi Rasa Pedas

Hubungan Fruktosa Dengan Munculnya Lemak Dalam Tubuh

InspirasiBersama.com – Berbicara tentang fruktosa atau gula sederhana, maka banyak orang yang mengkaitkan dengan berat badan. Sebagi bahan alami yang hampir dijumpai disetiap makanan, dirasa sulit untuk menghindari fruktosa dalam kehidupan sehari-hari. Ternyata ada hubungan antara fruktosa dengan munculnya lemak dalam tubuh.

makanan-manis-2

dampak buruk banyak konsumsi fruktosa bagi tubuh

Karena dirasa cukup sulit untuk menghindari fruktosa, maka solusinya kita harus banyak beraktivitas dan tentunya juga mengurangi makanan yang manis. Jika kita berlebihan dalam konsumsi makanan manis, maka resiko kegemukan akan tinggi yang menyebabkan banyak tumpukan lemak dalam tubuh.

Dalam sebuah uji coba terhadap tikus, menyebutkan kalau pemberian fruktosa pada tikus memang bisa menyebabkan obesitas. Bukan hanya itu saja, kondisi ini juga memicu diabetes. Pada tubuh tikus yang terdeteksi diabetes, maka fruktosa yang dikonsumsi akan lebih cepat untuk diserap oleh tubuh dan masuk ke liver. Dalam organ liver, fruktosa akan dirubah menjadi sebuah lemak.

Baca Juga : 4 Bahan Berbahaya Yang Sering Terdapat Pada Makanan Instan

 

Oleh karena itu bagi anda yang saat ini mengalami penyakit diabetes, maka harus berhati-hati saat mengkonsumsi makanaan yang mengandung gula atau fruktosa. Hal ini disebabkan karena proses penyerapan gula akan terjadi jauh lebih cepat yang kemudian disimpan dalam liver. Dari situ liver akan berusaha untuk merubahnya menjadi lemak.

 

Untuk mencegah hal ini, mau tidak mau kita harus membatasi konsumsi fruktosa. Selain itu penting juga untuk rutin melakukan olahraga atau banyak melakukan aktivitas untuk lebih banyak pembakaran. Dengan begitu kita bisa mencegah resiko banyak penumpukan lemak yang memicu obesitas dan diabetes.

 

Hal ini juga berlaku bagi kita yang masih normal atau terbebas dari diabetes. Untuk mencegah resiko diabetes semakin tinggi, maka kita harus membatasi asupan fruktosa atau gula sederhana. Ada banyak jenis makanan yang banyak orang tidak sadar kalau mengandung gula cukup tinggi yaitu nasi. Konsumsi banyak nasi bisa membuat peningkatan kadar gula darah kita.

Artikel Terkait : Pria dan Wanita Memiliki Perbedaan Dalam Menyimpan Lemak

Antara Es Krim dan Gelato, Mana Yang Paling Sehat ?

Inspirasibersama.com – Saat kita membicarakan es krim dan gelato, mungkin anggapan banyak orang akan sama. Padahal dua jenis makanan penutup tersebut mempunyai bahan yang tidak sama. Secara otomatis tingkat kadar lemaknya pun juga berbeda. Namun lebih sehat mana antara es krim dan gelato ?

gelato

lebih sehat mana gelato dan es krim

Untuk membandingkan kedua jenis makanan penutup tersebut, kita harus melihat bahan dasarnya. Kalau gelato lebih banyak menggunakan bahan dasar susu. Sedangkan untuk es krim lebih banyak bahan krim. Jadi kalau kita bandingkan, maka es krim mempunyai lebih banyak kandungan lemak dibandingkan dengan gelato. Meskipun demikian kita tidak disarankan mengkonsumsi gelato secara berlebihan. Bagaimanapun juga jika dikonsumsi secara berlebih bisa memicu kegemukan.

 

Untuk mendapatkan gelato, bagi anda yang bertempat tinggal di Jakarta bisa mendapatkannya di Plaza Senayan, Lotte Shopping Avenue dan Pacific Place.

 

Bukan hanya itu saja, gelato terbuat dari bahan-bahan yang terbilang organik yang berasal dari pertanian yang di olah sendiri. Dengan demikian gelato lebih menyehatkan dibandingkan dengan es krim.

 

Bagi anda yang sering mengkonsumsi makanan penutup, maka bisa memilih gelato sebagai makanan yang lebih menyehatkan. Namun sekali lagi jangan berlebihan ya untuk mengkonsusinya. Dengan jumlah yang wajar maka kita tetap bisa menjaga berat badan tetap ideal.

Artikel Terkait : Banyak Manfaat Yang didapat Dari Konsumsi Es Krim

Dampak Buruk Stres Bisa Membuat Program Penurunan Berat Badan Terhambat

InspirasiBersama.com – Tahukah kamu bahwa kondisi stres akan membuat sebuah program penurunan berat badan menjadi terhambat. Ini menjadi deretan dampak buruk stres selain membuat kita menjadi cepat tua dan kurang bersemangat saat bekerja.

 

Diketahui juga bahwa seseorang yang mengalami stres akan cenderung banyak makan yang tinggi kalori dan berlemak. Padahal saat tubuh kita mengalami stres, maka akan menyebabkan proses metabolisme tubuh menjadi lambat yang memicu peningkatan berat badan.

stres-saat-diet

sumber gambar : www.mausehat.com

Dengan banyaknya efek buruk stres seperti yang kita sebutkan diatas, maka sebaiknya kita menghindari stres bagaimanapun caranya. Saat seseorang mengalami stres juga diketahui bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh yang membuat tubuh rentan akan penyakit.

Baca Juga : Jenis Makanan Yang Bisa Meredakan Stres Sekaligus Bisa Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

 

Bagi anda yang sedang menjalankan sebuah program diet untuk menurunkan berat badan, sangat disarankan untuk tidak mengalami stres. Saat tubuh kita stres, maka akan mendorong kita untuk banyak makan, memilih jenis makanan yang kurang sehat dan mengalami gangguan tidur yang membuat kita kurang tidur.

 

Pada saat bangun tidur kita masih merasa ngantuk, maka akan membuat kita merasa ngantuk pada siang harinya. Kondisi ini justru akan membuat kita banyak makan dan mendorong untuk memilih jenis makanan yang kurang sehat yang justru memicu penumpukan lemak.

 

Bisa dibayangkan jika ternyata kita sangat tergoda untuk mengkonsumsi jenis makanan yang banyak mengandung lemak, maka resiko peningkatan berat badan akan semakin tinggi dan memicu peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu banyak konsumsi makanan yang tinggi kalori juga menyebabkan resiko peningkatan kadar gula dalam darah yang memicu resiko penyakit diabetes.

 

Untuk mencegah stres muncul saat melakukan program penurunan berat badan, maka sangat disarankan untuk rajin melakukan olahraga dan menjaga waktu tidur yang cukup. Dengan berolahraga dan tidur malam yang cukup akan membuat produksi hormon yang berhubungan dengan kebahagiaan akan meningkat sehingga membuat suasana hati kita lebih bahagia dan tidak mudah stres.

Artikel Terkait : Mengapa Ada Orang Yang Banyak Makan Namun Tidak Gemuk ?

 

Jika Merasa Kesulitan Menurunkan Berat Badan, Bisa Jadi Diet Yang Kita Ikuti Keliru

InspirasiBersama.com – Sudah banyak sekali orang yang sudah melakukan sebuah program diet menurunkan berat badan. Namun kalau kita hitung mereka yang berhasil hanya beberapa saja. Kebanyakan dari mereka gagal dalam rangka menurunkan berat badan meskipun sudah mengurangi makan dan banyak bergerak. Jika yang anda alami adalah demikian, maka bisa jadi diet yang kita ikuti keliru.

 

Menyikapi banyaknya kasus kegagalan menurunkan berat badan, maka hal itu bisa disebabkan oleh dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah karena orang itu sendiri yang malas dan konsisten untuk menjalani program diet.

gagal-diet

sumber gambar : zonagadis.com

Saat ini obesitas merupakan fenomena masalah kesehatan yang banyak terjadi di banyak negara termasuk Amerika. Bahkan menurut salah seorang buku yang bernama The Obesity Code mengatakan kalau saat ini obesitas menjadi masalah kesehatan nomer satu di Amerika.

 

Kemungkinan kedua gagalnya seseorang menurunkan berat badan meskipun sudah melakukan program diet adalah karena apa yang dianjurkan diet tersebut memang kurang tepat. Jadi kalau anjuran yang diberikan kurang tepat, maka wajar sekali kalau anda merasa kesulitan untuk menurunkan berat badan.

 

Bagi anda yang melakukan sebuah program diet menurunkan berat badan, harus mengetahui dasarnya dulu. Dasar yang harus kita ketahui adalah penyebab berat badan bisa meningkat. Banyak orang yang beranggapan kalau obesitas semata-mata hanya disebabkan keran tingginya asupan kalori saja, padahal pernyataan ini kurang benar. Akibatnya kita hanya membatasi asupan kalorinya saja.

Baca Juga : Tips Jitu Mengurangi Asupan Kalori Yang Benar

 

Mengapa pernyataan tadi kurang benar ? Berdasarkan sebuah hasil studi menyebutkan bahwa dengan hanya membatasi jumlah kalori saja tidak akan bisa membuat penurunan berat badan bertahan lama.

 

Bahkan dalam sebuah hasil studi tersebut didapatkan informasi data bahwa mereka yang melakukan diet menurunkan berat badan hanya dengan membatasi asupan kalorinya saja, maka tingkat kegagalannya mencapai 99 persen. Wow ini sebuah kenyataan yang sulit untuk dipercaya.

 

Menurut para pakar, jika kita membahas tentang program penurunan berat badan, maka kita tidak hanya membahas pengurangan asupan kalorinya saja, namun lebih luas dari itu kita melibatkan neuro-hormon dalam tubuh kita. salah satu contohnya adalah hormon yang sangat berperan dalam menurunkan berat badan adalah insulin. Atau hormon lain yang juga berpengaruh adalah hormon stres.

 

Dengan memahami tubuh kita secara kompleks dalam hal menurunkan berat badan seperti halnya hormon insulin yang berperan dalam menurunkan berat badan, maka kita harus melakukan pola makan yang disesuaikan dengan hormon dalam tubuh kita selain mengurangi asupan kalorinya.

 

Untuk meningkatkan prosentase keberhasilan menurunkan berat badan, maka yang pertama kita harus hindari adalah jumlah kalorinya. Namun hal itu tidak akan cukup untuk membuat penurunan bertahan lama. Selanjutnya adalah memilih jenis makanan terutama karbo atau gula yang bisa memicu kadar insulin meningkat. Anda harus lebih mengkonsumsi serat dan karbohidrat yang lebih sehat seperti gandum.

 

Selain hal itu, kita harus bisa mengurangi kebiasaan ngemil yang sering kali menjadi pemicu meningkatnya berat badan. Banyak orang yang tidak sadar sudah makan banyak karena ngemil yang memicu penumpukan lemak dalam tubuh.

Artikel Terkait : Emosi Berpengaruh Pada Berat Badan Seseorang

 

Cara Menilai Berat Badan Kita Sehat atau Tidak

InspirasiBersama.com – Kalau kita membahas tentang berat badan maka tidak akan ada putusnya. Banyak sekali orang yang mengalami gangguan berat badan dan ingin sekali untuk menurunkannya. Ada juga orang yang merasa berat badan sudah ideal, namun mengapa perut masih terlihat buncit. Nah untuk menilai apakah berat badan kita sudah sehat atau belum, maka anda perlu membaca informasi ini.

 

Untuk menilai apakah berat badan kita sekarang ini termasuk kategori sehat, maka menurut International Journal of Obesity ada 4 cara yang bisa kita gunakan. Ayo kita ukur masing-masing ya apakah berat badan kita sekarang ini sudah sehat atau belum :

mengukur-lingkar-pinggang-2

sumber gambar : www.jaringnews.com

Lingkar pinggang

Cara mengukur tingkat kesehatan berat badan yang pertama adalah dengan cara melihat lingkar pinggang. Dengan melihat bagian ini maka kita bisa mengetahui apakah banyak penumpukan lemak pada bagian perut. Jika iya, maka kita memiliki resiko penyakit jantung dan diabetes.

 

Bagaimana cara mengukurnya ? Caranya adalah dengan bantuan pita pengukur anda lingkarkan melewati tulang pinggul sampai melewati pusar. Bagi anda seorang wanita, maka ukuran lingkar pinggang yang normal adalah kurang dari 80 cm. Namun bagi seorang pria maksimal 90 cm.

 

Denyut jantung istirahat

Cara yang kedua adalah dengan cara mengukur denyut jantung saat kita istirahat atau tidak beraktivitas. Kita harus mengetahui berapa kali permenit denyut nadi manusia normal. Normal denyut nadi orang dewasa dalam keadaan istirahat adalah 60 sampai 100 kali / menit. Jika ternyata lebih atau kurang dari nilai normal, maka disarankan untuk memeriksakan ke dokter.

 

Persentase lemak tubuh

Cara selanjutnya adalah dengan mengetahui tingkat persentase lemak dalam tubuh kita. Dengan mengetahui hal ini, maka kita bisa mengetahui jumlah kelebihan lemak dalam tubuh kita. nilai normal persentase lemak seorang wanita adalah 20 sampai 32 persen. Sedangkan bagi seorang pria sekitar 8 sampai 15 persen saja.

 

Tingkat metabolisme basal

Cara ke empat untuk menilai berat badan kita sehat atau tidak adalah dengan cara mengukur tingkat metabolisme basal. Untuk mengukur tingkat metabolisme basal dalam tubuh kita, kita harus mengetahui tinggi badan, berat badan, jenis kelamin, tingkat aktivitas, usia dan jumlah kalori yang dikonsumsi.

Baca Juga : Tips Jitu Mengurangi Asupan Kalori Yang Benar

 

Dengan mengukur tingkat metabolisme basal tubuh, maka akan bisa menentukan apakah jumlah kalori yang kita konsumsi terlalu banyak atau justru kurang. Dengan demikian hal ini sangat bagus bagi anda yang sedang menjalankan sebuah program diet untuk menentukan jumlah kalori yang harus dikonsumsi.

Sumber : Kompas

Artikel Terkait : Pengen Tahu Alasan Mengapa Wanita Lebih Susah Kurus ?

1 3 4 5 6 7 29