Inilah Penyebab Wajah Memerah Saat Seseorang Gugup dan Malu

memerah

InspirasiBersama.com – Sering kita melihat ekspresi wajah seseorang yang berubah menjadi memerah saat mereka gugup atau malu. Apa yang menyebabkan berubahnya ekspresi wajah menjadi memerah ?.

Secara alami tubuh kita akan melakukan respon terhadap apa yang kita rasakan. Seperti saat kita dihadapkan dengan tampil di depan orang banyak, maka secara alami ekspresi wajah kita akan berubah menjadi memerah. Hal ini dikarenakan perubahan emosional yang terjadi pada tubuh kita.

 
Yang terjadi saat kita dihadapkan dengan situasi yang malu, cemas dan takut, maka secara alamiah tubuh akan berusaha melawan supaya kita tidak merasakan cemas, malu dsb. Untuk melawannya tubuh melakukan respon dengan cara meningkatkan produksi hormon adrenalin dalam tubuh kita. Meningkatnya hormon adrenalin inilah yang membuat ekspresi wajah kita saat cemas atau malu menjadi kemerahan.

 
Dengan meningkatnya hormon adrenalin dalam tubuh seseorang, maka secara otomatis akan membuat sirkulasi darah yang mengalir ke wajah akan meningkat. Hal inilah mengapa wajah kita menjadi memerah.

 
Kita tahu bahwa wajah manusia terdapat banyak sekali pembuluh darah yang terbilang kecil. Pembuluh darah kecil ini terletak dekat sekali dengan permukaan kulit. Sehingga saat terjadi peningkatan sirkulasi darah ke wajah akan sangat terlihat.

 
Lantas adakah cara yang efektif untuk bisa meredam wajah yang memerah saat kita malu atau gugup ?. Untuk mengatasinya kita bisa menggunakan kompres air es yang kita tempelkan ke wajah kita. Dengan melakukan kompres dingin akan membuat pembuluh darah di wajah menjadi kecil sehingga warna merah akan segera hilang.

 
Apabila anda harus tampil di depan orang banyak dan merasa malu dan tidak memungkinkan untuk mengatasi memerahnya wajah dengan kompres dingin. Maka kita bisa menguranginya dengan berusaha tenang dan yakin kalau wajah kita tidak semerah yang kita bayangkan.

 
Bagi anda yang sering mengalami wajah yang memerah, jangan merasa sedih dulu. Berdasarkan data sebuah studi mengatakan bahwa mereka yang memiliki wajah cenderung kemerahan lebih banyak dipercaya orang. Hal ini dikarenakan banyak orang lebih menganggap orang yang lebih mudah berwajah merah lebih mudah dipercaya, baik dan mempunyai hati yang tulus.

Artikel Terkait : Cara Menjaga Kesehatan Pori-pori Wajah 

Banyak Kalangan Muda Yang Memilih Operasi Plastik

operasi plastik

InspirasiBersama.com – Kecanggihan ilmu kedokteran seperti pada bedah plastik ini membuat banyak orang bisa merubah bentuk tubuhnya sesuai dengan keinginan. Hal ini terbukti kalau operasi plastik sekarang ini sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi kalangan muda. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna jasa bedah plastik yang banyak dilakukan olah anak muda.

Untuk membuktikannya, dalam sebuah data yang dirilis oleh American Academy of Plastic Facial and Reconstructive Surgery menyatakan bahwa banyak para dokter bedah plastik yang mengaku menerima peningkatan jumlah permintaan operasi bedah plastik yang kebanyakan pasiennya berusia di bawah 30 tahun.

Kalau tahun kemarin para dokter menyatakan lebih banyak pasien yang berusia lebih dari 30 tahun yang melakukan operasi plastik.

Menurut para ahli, meningkatnya permintaan operasi bedah plastik dikalangan kaum muda disebabkan oleh beberapa faktor. Dalam sebuah survei yang dilakukan kepada para pelaku operasi bedah plastik, terdapat 82 persen yang yang melakukan operasi bedah plastik dikarenakan ingin memiliki wajah yang cantik layaknya selebritis idola. Mereka beranggapan bahwa untuk tampil cantik tidak cukup dengan menggunakan kosmetik saja. Dengan memilih operasi plastik mereka beranggapan bisa tampil cantik secara ‘permanen’.

Hal ini menunjukkan bahwa daya pengaruh oleh seorang selebriti sangat besar terhadap gaya hidup para generasi muda. Seperti yang kita lihat dalam pemelihan operasi plastik.

Menurut seorang ahli bedah plastik yang mendapatkan sertifikat dari Beverly Hills yang bernama Eugene Kim mengatakan bahwa hampir sebagian besar pasien yang melakukan operasi plastik membawa sebuah foto selebriti yang mereka simpan pada ponsel mereka. Kemudian mereka mengungkapkan ingin memiliki wajah atau bagian tubuh tertentu seperti hidung, bibir, atau kulit seperti layaknya selebriti idolanya.

Selain faktor ingin memiliki wajah seperti selebriti, banyak juga pasien operasi plastik yang datang kepada seorang dokter mengaku ingin terlihat cantik seperti foto selfie dirinya yang terlihat paling menarik. Hal ini menunjukkan kalau obsesi melakukan selfie mempengaruhi seseorang untuk melakukan operasi plastik.

Banyaknya orang yang antusias akan operasi bedah plastik, membuat para ahli sedikit khawatir. Hal ini dikarenakan tindakan pembedahan seperti operasi plastik merupakan tindakan medis yang tidak lepas dari resiko. Artinya melakukan operasi plastik juga mempunyai resiko yang tidak banyak orang mengetahuinya. Untuk itu menurut para ahli informasi tentang operasi bedah plastik yang aman sangat penting sebelum seseorang memutuskan untuk melakukan operasi plastik.

Hal ini dikarenakan sekarang ini banyak kita jumpai mereka yang menawarkan jasa bedah plastik namun tidak memiliki kompetensi dibidangnya. Hal ini membuat banyak kasus operasi bedah plastik yang tidak berhasil dan bahkan menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Tingginya animo masyarakat tentang bedah plastik mendorong banyak orang untuk memanfaatkan peluang besar bisnis ini.

Untuk itu bagi anda yang hendak melakukan sebuah operasi bedah plastik untuk berhati-hati dalam memilih tempat operasi yang aman dan tingkat keberhasilannya tinggi. Pastikan lembaga penyedia jasa operasi bedah plastik tersebut berkualitas dan mempunyai tenaga medis yang benar-benar berkompeten dibidangnya.

Artikel Terkait : Tips Supaya Luka Tidak Menimbulkan Bekas

Memakai Tabir Surya SPF 30 Bisa Mencegah Kanker Kulit

menggunakan tabir surya

InspirasiBersama.com – Bagi anda yang sangat protektif terhadap kanker kulit, maka memakai tabir surya SPF 30 mampu mencegah kita terhadap resiko kanker kulit. Kanker kulit atau melanoma merupakan salah satu jenis kanker yang sangat berbahaya dan sering berujung pada kematian. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari American Cancer Society.

 

Namun sebagai orang Indonesia yang kecenderungan mempunyai warna kulit yang cokelat patut bersyukur. Hal ini dikarenakan berdasarkan data, pengidap kanker kulit atau melanoma sering melanda mereka orang barat yang mempunyai kulit putih. Pada tahun 2016 saja ada sekitar 76.000 orang yang terdiagnosa melanoma. Dari jumlah tersebut ada sekitar 10.000 orang yang mempunyai resiko tinggi kematian.

 

Sebenarnya menggunakan tabir surya belum terbukti secara langsung bisa mencegah kita dari paparan sinar UV secara langsung yang menjadi pemicu melanoma atau kanker kulit. Namun menurut para peneliti mereka sudah melakukan uji kepada tikus untuk menguji kemampuan tabir surya yang hasilnya sangat efektif untuk mencegah luka bakar pada kulit dan mencegah kanker kulit. Dalam penelitian ini dilakukan oleh seorang ilmuwan yang bernama Christian Burd yang merupakan asisten profesor genetika molekuler dari The Ohio State University.

 

Hasil dari penelitian ini telah dipublikasikan dalam American Association for Cancer Research (AACR) Annual Meeting 2016. Dari hasil pengujian pada tikus tersebut, didapatkan data kalau tikus yang terkena dosis tunggal cahaya UVB akan lebih beresiko munculnya melanoma.

 

Kalau kita melihat banyak jenis dari tabir surya yang berfungsi melindungi kita dari sinar UV secara langsung. Namun para peneliti menemukan bahwa menggunakan jenis tabir surya yang SPF 30 mempunyai fungsi yang efektif untuk mencegah dari kanker kulit atau melanoma.

 

Menurut Burd, ada banyak merek untuk tabir surya SPF 30 dan memiliki perbedaan dalam melakukan pencegahan kepada kanker kulit atau melanoma.

 

Yang membuat perbedaan efektifitas tabir surya yang mengandung SPF 30 adalah dikarenakan banyak SPF 30 yang ternyata memiliki kandungan SPF yang lebih tinggi atau lebih rendah.

 

Itulah pentingnya menggunakan tabir surya SPF 30 yang bisa menghindarkan atau mengurangi kita terhadap paparan sinar UV secara langsung yang bisa meningkatkan resiko kanker kulit atau melanoma.

Artikel Terkait : Cara Mengenali Gejala Kanker Kulit

Benarkah Stres Bisa Mempengaruhi Kesehatan Kulit Kita ?

pengaruh stres terhadap kulit

InspirasiBersama.com – Mungkin sebagian besar dari kita sudah mengerti kalau stres memang berdampak buruk bagi kesehatan kita. Namun mungkin hanya sebagian orang yang tahu kalau ternyata stres bisa mempengaruhi kesehatan kulit kita. Ironinya banyak orang sekarang ini yang mengalami stres yang kebanyakan dari mereka disebabkan oleh tingginya tuntutan pekerjaan dan terdapat masalah dengan orang lain.

Stres bukan hanya berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik kita, namun kesehatan psikologis juga akan menurun. Saat seseorang mengalami gangguan pada psikologisnya, maka dampaknya bisa menurunkan kesehatan kulit kita. Lantas apa saja gangguan kulit yang akan terjadi jika kita sering mengalami stres ? Berikut beberapa gangguan kesehatan kulit yang akan terjadi :

Bagi anda yang sering mengalami stres, maka akan berpengaruh pada mata yang terlihat lelah. Hal ini dikarenakan orang yang stres cenderung memiliki banyak fikiran untuk bisa menyelesaikan masalahnya. Yang menjadi korban adalah kualitas tidur yang kurang baik. Mereka yang stres cenderung melakukan tidur yang kurang yang membuat sirkulasi darah ke seluruh tubuh menjadi kurang maksimal yang membuat mata anda terlihat sembab atau terdapat lingkaran hitam.

Gangguan kulit yang ke dua yang diakibatkan karena stres adalah kulit akan terlihat kusam. Kusamnya kulit bisa disebabkan karena orang yang stres akan mengalami gangguan kualitas tidur, sehingga membuat suplai oksigen ke kulit menjadi berkurang yang membuat kulit kita terlihat kusam. Meskipun kita berusaha menutupinya dengan mandi, maka kusam akan tetap terlihat karena banyaknya sel kulit yang mati yang tidak bisa dihilangkan oleh tubuh. Parahnya lagi kulit kusam akan cenderung lebih terlihat pada wajah kita sehingga bisa menurunkan rasa percaya diri seseorang saat berinteraksi dengan orang lain.

Bagi anda saat ini yang memiliki banyak jerawat, maka bisa jadi itu disebabkan karena kita sering stres. Seringnya stres melanda seseorang secara otomatis akan mempengaruhi keseimbangan hormon terutama kortisol dan testosteron. Kita tahu bahwa kedua hormon tersebut berperan aktif dalam menghasilkan minyak pada kulit kita. Apabila kondisi ini yang terjadi, maka besar kemungkinan akan menimbulkan jerawat yang banyak pada wajah kita. Orang yang mempunyai banyak jerawat cenderung memiliki kulit wajah yang sensitif dan mudah iritasi yang sering menimbulkan reaksi kemerahan pada wajah. Jadi benarkah stres bisa mempengaruhi kesehatan kulit kita ? jawabnya adalah benar.

Artikel Terkait : Apa Tanda-tandanya Kalau Kita Mengalami Stres

1 15 16 17