Kebiasaan Sering Memaksa Anak Agar Mau Makan Bisa Membuat Anak Trauma

memaksa makan anak

InspirasiBersama.com – Banyak para orang tua yang sering memaksa anaknya makan agar tidak menjadi kurang gizi. Ternyata kebiasaan ini kurang baik bagi mental anak. Menurut salah seorang psikolog mengatakan, saat anak sering mendapatkan paksaan makan dari orang tuanya, maka akan berdampak negatif pada mental anak. Sering orang tua melakukan hal ini karena dengan harapan anaknya tidak mengalami kekurangan gizi.

Jika anak sering kita paksakan untuk makan, maka akan membuat anak kita menjadi takut kepada orang tuanya. Disamping itu anak akan mempunyai persepsi yang negatif terhadap jenis makanan yang sehat. Hal ini bisa membuat anak menjadi trauma terhadap makanan tertentu.

Selain itu anak yang sering mendapatkan paksaan saat makan, maka akan mengurangi kemampuan anak dalam memilih sesuatu. Anak akan merasa terbiasa untuk disediakan dan harus memakananya.

Jika seorang anak sudah merasa trauma terhadap makanan tertentu, maka saat akan disuguhkan dengan jenis makanan lain maka anak akan cenderung untuk menolak makanan tersebut meskipun anak belum tahu rasanya.

Yang perlu diketahui oleh orang tua adalah memberikan menu makanan yang sehat dan bergizi bagi anak membutuhkan sebuah proses yang tidak mudah. Orang tua dituntut untuk pandai-pandai membujuk anak untuk mau makan bergizi tanpa ada unsur paksaan. Apalagi saat anak sudah mulai sekolah, maka di usia itu anak akan mempunyai sifat untuk terkadang menolak aturan orang tua.

Menurut para psikolog, sebaiknya para orang tua lebih mengedepankan kompromi kepada anak dari pada memaksanya untuk makan. Pandai-pandailah sebagai orang tua untuk bernegosiasi agar anak kita mau makan, buat aturan yang bisa disepakati bersama dengan anak. Selain itu orang tua juga dituntut untuk melakukan edukasi kepada anak tentang pentingnya nutrisi sehat.

Misalnya saja cara mengenalkan anak dengan makanan yang baru. Anda bisa membuat negosiasi kepada anak untuk melakukan satu gigitan saja, selanjutnya terserah anak untuk berhenti atau makan. Biasanya kalau rasanya enak, anak kita akan mau setelah mencoba mencicipinya.

Apabila saat ini anak anda sudah berusia 6-12 tahun, maka penting sekali orang tua memberikan pengetahuan kepada anak tentang manfaat berbagai macam jenis makanan bagi kesehatan. Dengan demikian perlahan anak akan sadar akan pentingnya makanan yang sehat dan bergizi.

Sumber : Kompas.com

Artikel Terkait : Cara Mengatasi Anak Yang Tidak Suka Makan Nasi

Begini Cara Mengatasi Bayi Yang Hidungnya Tersumbat

mengatasi sumbatan hidung pada bayi

InspirasiBersama.com – Hidung tersumbat merupakan kondisi yang sangat mengganggu kita. Hal ini biasanya sering terjadi saat kita mengalami pilek. Saat itu ada banyak cairan dan kotoran dalam hidung kita sehingga membuat kita sulit bernapas. Coba bayangkan jika hidung tersumbat dialami oleh seorang bayi, bagi orang dewasa saja sangat mengganggu. Seorang bayi yang mengalami hidungnya tersumbat pasti mengalami rewel sehingga membuat para ibu resah. Untuk itu sangat penting bagi seorang ibu mengerti cara mengatasi bayi yang hidungnya tersumbat.

Bagi seorang bayi, pilek merupakan penyakit yang sering dialami. Hal ini disebabkan karena saat masih bayi, maka antibodi masih belum terbentuk dengan kuat sehingga rentan masuknya bakteri atau virus. Namun yang menjadi masalah adalah banyak ibu yang merasa panik tidak tahu harus bagaimana jika bayinya mengalami hidung tersumbat. Jika memang anak anda terserang pilek yang lebih serius, maka sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini untuk mengurangi resiko pneumonia yang mungkin terjadi.

 
Setelah anda membawa anak atau bayi ke dokter, maka di rumah seorang ibu dituntut untuk bisa membantu meringankan hidung bayi yang tersumbat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hidung yang tersumbat pada bayi :

  •  Bantu bayi Anda membuang ingusnya
    Saat seorang bayi mengalami pilek, maka akan disertai dengan tersumbatnya hidung oleh ingus dan kotoran yang menghambat saluran hidung. Hal itulah yang membuat para bayi yang menderita pilek tidak nyaman alias rewel. Bagi para ibu, bisa menggunakan alat penghisap ingus bayi atau yang dikenal dengan aspirator. Ini adalah alat khusus untuk menghisap cairan hidung pada bayi. Jika anda tidak mempunyai aspirator, maka bisa menggunakan cairan saline atau cairan yang mengandung garam. Anda bisa membelinya di apotek terdekat. Teteskan cairan saline pada hidung bayi yang berfungsi untuk mengencerkan kotoran dan membantu mengeluarkan kotoran dalam hidung.
  • Si kecil memerlukan cukup cairan
    Pada saat seorang bayi mengalami hidung tersumbat, maka bayi akan membutuhkan banyak cairan. Untuk memenuhinya, seorang ibu harus memberikan banyak air putih dan jus untuk mengatasi kekurangan cairan. Jika usia si kecil sudah besar, maka anda bisa membuatkannya sup hangat yang membuatnya nyaman.
  • Uap untuk hidung yang tersumbat
    Bagi seorang bayi yang mengalami hidung tersumbat, maka membutuhkan lingkungan udara yang lembab dan hangat. Anda bisa memanfaatkan uap air hangat yang ditaruh di baskom. Usahakan bayi anda menghirup uang air hangat tadi. Dengan menghirup uang air hangat, maka bisa membuat bayi lebih nyaman sehingga mampu bernapas dengan lega.

 

Yang perlu diwaspadai bagi anda yang mempunyai seorang bayi yang sering mengalami flu, maka sangat tidak disarankan untuk tidak menggunakan obat flu secara sembarangan. Hal ini bisa menimbulkan efek samping bagi seorang bayi yang masih rentan terhadap alergi. Untuk itu sangat disarankan untuk membawanya ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sumber : alodokter.com

Artikel Terkait : Cara Alami Mengatasi Anak Yang Sedang Batuk

Apa Pentingnya Melatih Anak Untuk Tidur Secara Teratur ?

tidur tepat waktu bagi anak

InspirasiBersama.com – Tahukah kita untuk meningkatkan prestasi akademik anak, kita bisa melakukan membiasakan anak untuk tidur secara teratur pada malam hari. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli yang berasal dari Australia. Dari hasil penelitian tersebut membuktikan kalau seorang anak bisa tidur malam dengan teratur, maka akan berdampak pada prestasi akademik di sekolah.

Dr Kate Williams yang berasal dari QUT’s Faclty of Education adalah sosok dibalik penelitian ini. Beliau melakukan analisa terhadap kurang lebih 2.8880 anak yang mereka amati mulai dari usia nol setelah lahir sampai dengan usia 7 tahun.

Penelitian ini termasuk sebuah studi berskala besar dengan melibatkan banyak anak serta dengan waktu pengamatan yang panjang. Dan penelitian ini termasuk bagian dari dari Growing Up di Australia.

Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa seorang anak yang sering mengalami gangguan tidur mulai dari tidur tidak tepat waktu, tidur pada jam yang terbilang larut dan sering mengalami terbangun saat tidur ternyata hasil dari prestasi akademiknya kurang memuaskan. Selain itu anak yang mengalami gangguan tidur juga cenderung memiliki sifat yang mudah emosi, hiperaktif dan susah untuk diatur.

Menurut Dr Williams hasil penelitian ini sangat penting bagi para orang tua untuk pentingnya melatih anak untuk tidur secara teratur. Hal ini harus dimulai sejak dini sampai anak usia 5 tahun. Jika orang tua gagal dalam melatih anaknya tidur dengan teratur, maka dampaknya akan mempengaruhi prestasi akademik anak.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk melatih anak untuk tidur secara teratur. Anda bisa melakukan ikut berbaring tidur dengan anak saat jam tidur tiba, jika waktu tidur anak sudah tiba maka anda bisa menyuruh anak untuk masuk ke kamar untuk siap-siap tidur dan berusaha menghentikan segala kegiatan anak jika dirasa jam tidur malam sudah tiba. Dengan membiasakan anak anda melakukan beberapa hal tersebut, maka saat anak usia 5 tahun akan mampu melakukan tidur secara teratur pada malam hari.

Sumber : Kompas.com

Artikel Terkait : Tips Agar Bayi Tidur Lebih Nyenyak Pada Malam Hari

1 33 34 35