Waspada Ternyata Kanker Juga Dapat Menyerang Anak-Anak

InspirasiBersama.com – Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat berbahaya. Bahkan menurut riset di negara kita Indonesia kanker menjadi penyebab kematian terbesar ketiga setelah penyakit jantung. Taukah anda ternyata kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, di usia anak-anak juga dapat terserang kanker.

 

Waspada kanker pada anak,karena kanker pada anak dapat menyerang secara tiba-tiba. Hal ini karena kanker pada anak terjadi bukan karena gen atau makanan yang dapat memicu kanker,namun  semua atas kehendak Tuhan.

sumber gambar : http://www.autoimuncare.com

Penyakit kanker mempunyai banyak jenis. Namun, yang sering menyerang anak-anak yakni leukemia / kanker darah dan retinoblastoma / kanker bola mata. Dr Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K), MHA, IBCLC, mengungkapkan jika belum ada langka untuk mencegah kanker pada anak. Selain itu ternyata deteksi dini pada kanker pada anak hanya dapat dilakukan untuk satu jenis kanker saja yakni retinoblastoma. Nama pemeriksaannya  biasa disebut “lihat merah” atau biasa disebut juga “see red”.

Deteksi dini jika terkena kanker sangatlah penting, namun gejalah yang sering dialami oleh penderita kanker seringkali menyerupai gejala penyakit lain. Misalnya demam tinggi yang sering dicurigai gejala tyfus namun ternyata salah satu penanda kanker. Hal ini yang menjadi orangtua seringkali terlambat dalam mendeteksi penyakit yang sedang menyerang buah hatinya.

Hal ini juga yang sering dialami oleh sekian banyak para penderita kanker, rata-rata para penderita kanker datang untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan saat sudah mencapai stadium lanjut. Oleh sebab itu, para orang tua harus tau dan memahami bagaimana gejala-gejala yang dapat mengarah pada sakit kanker.

Menurut Dr Edi, kanker terbagi menjadi dua kelompok besar yakni kanker cair dan padat. Untuk kanker padat biasanya akan muncul benjolan. Oleh karena itu, jika muncul benjolan sebaiknya cepat dipriksakan ke dokter.

Artikel Terkait : Tips Mengenali Gejala Kanker Darah Pada Anak

Bagaimana Pola Asuh Pada Anak Yang Pemalu Agar Tidak Minder ?

InspirasiBersama.com – Bagaimana pola asuh pada anak yang pemalu agar tidak minder ?. Diantara deretan anak yang kita punya, biasanya ada salah satu anak yang mempunyai sifat pemalu atau introvet. Mereka cenderung menjadi anak yang tertutup dan sedikit mengalami kesulitan saat beradaptasi dengan orang yang baru.

 

Menyikapi hal yang demikian orang tua dituntut untuk mampu memberikan pola asuh yang tepat untuk mengatasi anak yang introvet atau pemalu. Hal ini sangat penting untuk mencegah anak merasa minder saat bergaul dengan teman-temannya baik dalam lingkungan sekolah, keluarga dan lingkungan yang lain.

sumber gambar : Nakita.Grid.ID

Anak yang mengalami introvet atau sifat pemalu, akan merasa dirinya berbeda dengan orang lain terutama pada teman-temannya. Mereka akan beranggapan bahwa dia adalah sosok yang tidak diharapkan dalam pergaulan teman sebayanya. Ini adalah kondisi yang berbahaya dan harus diatasi oleh para orang tua.

 

Ada beberapa ciri yang bisa diketahui oleh orang tua jika seorang anak memiliki sifat introvet, diantaranya cenderung pendiam, lebih suka bermain sendiri di rumah, kurang bisa memulai percakapan , pemalu, dan sedikit mempunyai teman. Kondisi ini berbeda sebaliknya jika seorang anak mempunyai sifat ekstrovet.

 

Menurut para pakar, ada pola asuh tersendiri yang harus diketahui oleh orang tua dalam mengasuh anak yang introvet. Pada intinya pola asuh pada anak yang introvet dituntut untuk lebih lembut, sabar yang disebabkan karena sifat anak yang lebih sensitif.

 

Pola asuh pertama yang harus diberikan oleh orang tua adalah harus bisa memberikan rasa nyaman bagi anak dilingkungan keluarga terdekat sendiri.

 

Setelah anak merasa nyaman dan berani mengutarakan pendapat dalam lingkungan keluarga, berikan kesempatan anak untuk mencoba lebih bersosialisasi dengan keluarga yang lebih besar. Berikan stimulus bagi anak untuk mengikuti kegiatan yang melibatkan interaksi dengan orang banyak.

Artikel Terkait : Pola Asuh Pada Anak Tidak Harus Berujung Pada Kebahagiaan

Dampak Buruk Suka Minum Alkohol Pada Usia Muda Bisa Memicu Bunuh Diri

sumber gambar : http://analisadaily.com

InspirasiBersama.com – Sudah bukan rahasia lagi kalau minuman keras atau alkohol tidak baik bagi kesehatan. Ternyata kebiasaan suka minum alkohol bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan saja, tetapi juga bisa memicu perilaku bunuh diri pada usia muda. Hal ini sudah terbukti secara ilmiah yang dibuktikan dalam sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Profesor David Cottrell yang berasal dari University of Leeds.

Oleh karena itu bagi kalangan muda sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi minuman keras atau alkohol. Dalam sebuah lansiran Daily Mail juga menyebutkan bahwa mereka yang mengalami sakit dan dirawat di rumah sakit akibat minuman keras juga cenderung untuk melakukan bunuh diri.

Dengan adanya hasil penelitian ini, maka dalam merawat pasien dengan gangguan kesehatan akibat kebiasaan minum alkohol harus berhati-hati. Kita harus mempertimbangkan kemungkinan untuk melakukan bunuh diri dengan cara melibatkan tim psikiatri.
Artikel Terkait : Sering Minum Alkohol Bisa Meningkatkan Resiko Kanker

Penyebab Anak Gemuk Memiliki Sedikit Teman

InspirasiBersama.com – Penyebab anak gemuk memiliki sedikit teman. Saat kita memperhatikan sekelompok anak bermain, maka sering kali kita melihat anak yang obesitas tidak disukai dalam permainan tersebut. Mereka cenderung bermain sendiri dengan segelintir anak yang lain yang jumlahnya sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa anak obesitas lebih tidak disukai oleh teman-temannya.

Hal ini juga sudah dibuktikan dalam sebuah hasil studi. Anak yang obesitas cenderung mempunyai masa sekolah yang kurang menyenangkan karena hanya memiliki sedikit teman.

sumber gambar : http://obesitaspadaanak.com

Dalam hasil studi tersebut menyebutkan bahwa anak yang tergolong obesitas cenderung akan ditolak saat bermain dengan teman-teman sekolahnya. Menurut para peneliti penyebab dari masalah ini belum jelas.

Namun para peneliti menyebutkan bahwa kemungkinan ini terjadi akibat stigma negatif terhadapn anak yang gemuk. Teman akan beranggapan bahwa anak yang gemuk pastinya suka makan, malas, dan sering kali berlaku kasar dengan teman yang lain.

Studi tentang anak gemuk terhadap pertemanan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Pada studi sebelumnya juga menyebutkan bahwa anak gemuk kerap menjadi korban bullying oleh teman-temannya. Hal ini erat kaitannya dengan berat badan yang berlebih.

Pada kondisi ini peran orang tua sangatlah penting untuk mendidik anak obesitas agar mempunyai perilaku yang lebih baik. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan adalah senantiasa mengajarkan anak untuk mempunyai sifat empati terhadap orang lain terutama teman sebaya, berikan contoh yang baik tentang rasa empati dan berbuat baik pada orang lain, dan berikan pengetahuan betapa pentingnya saling membantu dan perhatian kepada orang lain terutama pada teman.

Artikel Terkait : Cara Menyikapi Anak Yang Menjadi Korban Bullying Akibat Obesitas

Dampak Buruk Menaruh TV di Kamar Anak Bisa Memicu Obesitas

InspirasiBersama.com – Dampak buruk menaruh TV di kamar anak bisa memicu obesitas. Bukan lagi sebuah rahasia kalau obesitas pada anak memberi dampak buruk dari segi kesehatan. Kondisi ini bisa memicu berbagai jenis penyakit dan tentunya mengganggu tumbuh kembang anak.

Dulu banyak kalangan orang tua yang senang jika melihat anak kecilnya gemuk. Hal ini karena anak akan terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Namun banyak studi ternyata hal ini berdampak buruk bagi kesehatan sekaligus tumbuh kembang anak. Selain itu anak yang mengalami obesitas juga rentan mengalami depresi saat dewasa kelak.

sumber gambar : http://beritahati.com

Memang kondisi obesitas pada erat lebih disebabkan karena konsumsi makanan dalam jumlah yang besar dan dilakukan secara berulang-ulang. Namun dalam sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan orang tua menaruh TV dalam kamar anak juga meningkatkan resiko anak menjadi obesitas.

Studi tentang hal ini dilakukan oleh para pakar yang berasal dari University Collage London yang menemukan banyaknya kasus obesitas pada anak yang ternyata dipicu oleh adanya TV dalam kamar mereka.

Hasil dari studi tersebut menyebutkan bahwa seorang anak yang ternyata sejak usia tujuh tahun sudah mempunyai televisi di dalam kamar, maka mengalami resiko obesitas lebih besar.

Para peneliti menyebutkan bahwa faktor televisi yang ada di dalam kamar anak menjadi faktor eksternal seorang anak mengalami obesitas. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan mereka.

Kalau kita perhatikan memang benar bahwa dengan menaruh TV di dalam kamar anak, maka mendorong anak untuk lebih suka duduk manis atau tidur di dalam kamar sambil menonton acara kesukaan mereka. Dengan begitu mereka akan malas untuk keluar rumah dan beraktivitas fisik dengan teman.

Yang menjadi ironi adalah banyak orang tua yang lebih suka melihat anak mereka tidak keluar rumah dan asyik menonton televisi di dalam rumah. Padahal hal ini bisa memicu obesitas pada anak yang berpengaruh buruk bagi kesehatan mereka. Itulah dampak buruk menaruh TV dalam kamar anak yang bisa memicu obesitas.

Artikel Terkait : Dampak Negatif Gadget Bagi Anak

Tips Membuat Anak Cepat Tinggi dengan Rutin Konsumsi Satu Butir Telor Setiap Hari

InspirasiBersama.com – Tips membuat anak cepat tinggi dengan rutin konsumsi satu butir telor setiap hari. Memiliki tinggi badan yang ideal adalah salah satu indikator seorang anak memiliki kecukupan gizi yang baik selain tidak mudah sakit.

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun masih banyak orang tua yang kurang faham tentang makanan yang baik dikonsumsi oleh anak. Salah satu menu yang baik untuk membuat anak cepat tinggi adalah dengan rutin makan satu butir telur setiap hari. Bisa berupa telor goreng, rebus, omelet, orak-arik dan jenis lainnya.

sumber gambar : republika.co.id

Apakah hal ini sudah ada bukti ilmiahnya ? Tentu, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Ekuador yang dilakukan selama 6 bulan menyimpulkan bahwa gangguan tumbuh kembang seperti tubuh pendek (stunting) pada anak bisa dicegah dengan rutin mengkonsumsi telur setiap hari.

Sebenarnya kondisi tubuh anak yang pendek atau stunting lebih disebabkan karena asupan gizi yang kurang dan berlangsung lama. Kondisi ini bukan hanya berpengaruh pada tinggi badan anak saja, tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan yang kurang. Tidak berhenti sampai disitu saja, saat sang anak berusia dewasa maka dia akan rentan mengalami sakit.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa banyaknya kasus stunting pada anak lebih banyak terdapat pada negara yang memiliki tingkat ekonomi yang rendah sampai menengah.

Di negara tercinta kita Indonesia penderita stunting juga masih terbilang banyak yang jumlahnya hampir mencapai 9 juta balita. Yang menjadi ironis adalah masih banyak kalangan orang tua yang beranggapan bahwa kondisi anak yang pendek atau stunting lebih disebabkan karena faktor keturunan.

Telor memang mengandung banyak nutrisi yang baik untuk proses pertumbuhan anak. Meskipun demikian orang tua juga harus memberikan nutrisi yang beragam pada anak yang mencakup jenis vitamin dan mineral. Caranya dengan membiasakan anak untuk suka makan sayur dan buah. Jika semua nutrisi tercukupi, maka anak akan tumbuh dengan baik, tinggi dan tidak mudah sakit.

Artikel Terkait : Pentingnya Mengenalkan Sayur Pada Anak Sedini Mungkin

1 2 3 4 5 35