Dampak Buruk Orang Tua Yang Mudah Marah Terhadap Anak

InspirasiBersama.com – Dampak orang tua mudah marah bagi anak. Sebagai orang tua tentu kita pernah merasa kesal atau marah terhadap anak. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor seperti anak yang nakal, orang tua yang sedang stres atau kondisi kejiwaan yang sedang labil. Dengan alasan apapun, ternyata kebiasaan suka marah terhadap anak mempunyai dampak yang kurang baik bagi kesehatan fisik maupun psikologis.

sumber gambar : http://mamaezidan.blogspot.co.id

Berikut beberapa dampak buruk orang tua yang suka marah terhadap anak :

 

Anak menjadi penakut

Dampak buruk pertama anak yang suka dimarahi oleh orang tua adalah menjadi anak yang penakut. Anak yang sering dimarahi orang tuanya akan merasa trauma sehingga saat dia mau melakukan sesuatu merasa takut kalau orang tuanya atau orang lain akan memarahinya.

Mudah cemas

Dampak kedua anak yang suka dimarahi oleh orang tuanya adalah akan menjadi anak yang mudah cemas. Hal ini tentu menjadi indikasi yang tak sehat karena anak yang mudah cemas akan membuatnya mudah mengalami stres.

Tidak percaya diri

Seorang anak yang sering dimarahi oleh orang tuanya akan cenderung tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri. Hal ini disebabkan karena anak akan merasa kehilangan akan harga dirinya dan akan mudah mengalami depresi yang bisa menjerumuskan anak pada hal-hal yang negatif seperti minum alkohol dan narkoba.

Masa bodoh

Mungkin saat ini anda mempunyai anak kecil yang memiliki sifat masa bodoh dengan perkataan orang tua. Hal ini mungkin saja disebabkan karena kita sebagai orang tua suka memarahinya.

Menjadi pemberontak

Dampak buruk yang terakhir suka memarahi anak adalah akan mendidik anak menjadi orang yang mudah berontak atau pemberoktak. Ini artinya bahwa suka memarahi seorang anak akan membuatnya menjadi jiwa yang keras kepala dan pribadi yang mudah marah.

Dengan melihat banyaknya dampak buruk suka memarahi anak, maka sebaiknya para orang tua lebih bisa mengendalikan stres agar tak menjadikan anak sebagai pelampiasan amarah.

Artikel Terkait : 3 Jenis Ucapan Yang Dilarang Diucapkan Kepada Anak

 

Ternyata Memeluk Anak Mempunyai Manfaat Yang Besar Bagi Kesehatan

InspirasiBersama.com – Mungkin kita menganggap sepela dengan kegiatan memeluk anak. Padahal menurut para pakar kesehatan mengungkapkan bahwa ada manfaat yang sangat besar jika kita sering memeluk anak.

sumber gambar : https://www.cosmomom.net

Mungkin anda akan terkaget ternyata berdasarkan sebuah hasil studi menyebutkan bahwa kebiasaan memeluk anak selama 20 detik saja akan bisa berdampak pada meningkatnya kecerdasan, anak menjadi lebih bahagia dan tentunya lebih sehat. Bukan hanya itu saja, sering memeluk anak juga akan membangun kedekatan dengan anak secara emosional. Melihat hal ini sangat disarankan untuk sering memeluk anak masing-masing ya…

Jangankan seorang anak, bayi saja yang masih berumur bulan sudah mampu mengenali mana pelukan ibu dan orang lain. Apalagi bagi seorang anak yang sering mendapatkan pelukan dari orang tua akan bisa memberikan rasa nyaman dan tenang bagi seorang anak.

Kita tahu bahwa masa kanak-kanak adalah masa dimana perkembangan anak akan berjalan dengan cepat. Jika kita ingin meningkatkan atau memaksimalkan perkembangan pada anak maka sangat disarankan untuk bisa secara rutin memeluk anak setiap hari. Sampai saat ini para pakar kesehatan belum mengetahui harus berapa kali memeluk anak dalam sehari, namun semakin sering kita lakukan tentunya akan memberikan manfaat kesehatan yang sangat besar pula.

Kekebalan tubuh seorang sangatlah penting. Dengan sistem kekebalan tubuh yang maksimal, maka seorang anak akan lebih tahan atau tak mudah terserang sakit. Kabar gembiranya adalah dengan sering memeluk anak terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Artikel Terkait : Kiat Untuk Membentuk Anak Yang Cerdas

Bagaimana Cara Mendidik Anak Agar Rajin Gosok Gigi ?

InspirasiBersama.com – Mendidik anak untuk rajin gosok gigi memang bukan perkara yang mudah. Kebanyakan anak akan merasa malas saat kita suruh gosok gigi. Lantas bagaimana cara mendidik anak agar rajin untuk gosok gigi ?

sumber gambar : http://buahhati.co.id

Berikut beberapa tips yang bisa bunda praktekkan di rumah aga anak menjadi rajin menggosok gigi :

1. Pasta Gigi Berperisa
Cara pertama adalah dengan menggunakan pasta gigi berperisai dan tentunya menggunakan pasta gigi dengan rasa yang disukai anak. Misalnya saja rasa stroberi atau anggur.

2. Bentuk Sikat Gigi yang Lucu
Cara kedua adalah dengan membelikan sikat gigi dengan bentuk yang lucu. Anda juga bisa memilih jenis sikat gigi yang berwarna-warni yang bisa membuat seorang anak tertarik.

3. Coba Pakai Sikat Gigi elektrik
Cara ketiga coba bunda belikan sikat gigi elektrik yang bisa bergerak sendiri yang akan membuat anak tertarik dan penasaran. Dengan begitu anak akan lebih tertarik untuk mencoba sikat gigi dengan sikat gigi tersebut.

4. Berikan ‘Insentif’ pada Anak

Cara yang ke empat agar anak suka dengan sikat gigi adalah dengan memberikan ‘insenstif’ berupa hadiah yang membuat anak tertarik untuk mau rutin sikat gigi.

5. Lihatkan Video YouTube tentang Sikat Gigi

Cara ke enam mendidik anak agar rajin menggosok gigi adalah dengan memperlihatkan video tentang manfaat dan kerugian gosok gigi. Hal ini dikarenakan jaman sekarang ini banyak kalangan anak-anak yang sudah mengenal gadget dan mengakses YouTube.

6. Carikan Aplikasi Sikat Gigi di Gadget
Karena kecenderungan anak jaman sekarang suka bermain gadget, maka coba dengan memberikan aplikasi sikat gigi. Dengan begitu anak akan berusaha meniru untuk rajin sikat gigi.
Artikel Terkait : Dampak Buruk Sering Memaksa Anak Untuk Makan

Salah Satu Manfaat Anak Bermain di Luar Rumah Bisa Mencegah Memakai Kacamata

InspirasiBersama.com – Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat anak milenial sekarang ini tak lepas dengan bermain di dalam rumah. Hal ini tentu sangat berbeda dengan anak pada jaman dulu yang lebih banyak bermain di luar rumah. Banyak kalangan anak-anak yang sudah kecanduan bermain gadget sehingga aktivitas fisiknya minimal dan lebih suka di dalam rumah dibandingkan dengan bermain bersama teman-temannya.

sumber gambar : http://mimipipi.net

 

Kondisi seperti ini tentu akan  berpengaruh terhadap kesehatan seorang anak salah satunya adalah obesitas dan gangguan mata. Berdasarkan sebuah hasil penelitian menyebutkan bahwa seorang anak yang lebih banyak bermain di dalam rumah lebih beresiko mengalami gangguan mata seperti rabun jauh atau miopia. Anak yang mengalami gangguan penglihatan ini akan merasakan sulit melihat jelas objek yang berada di tempat jauh.

Mungkin kalau kita mengamati sekarang ubu sudah cukup banyak anak yang masih pra sekolah namun sudah mengalami gangguan penglihatan. Mereka biasanya akan menggunakan kaca mata sebagai alat bantu untuk bisa melihat dengan jelas benda-benda yang jauh.
Mengapa anak yang lebih suka bermain di luar rumah cenderung memiliki kesehatan mata yang lebih baik ? Ternyata anak yang suka bermain di luar rumah akan lebih banyak terpapar sinar matahari yang tentunya kaya kandungan vitamin D. Selain itu anak yang suka bermain di luar rumah yang cenderung memiliki pencahayaan lebih terang akan membuat sitomulus terhadap hormon dopamin yang terdapat pada mata. Kondisi ini bisa menghembat terjadinya rabun jauh. Selain itu anak yang suka bermain di luar rumah cenderung akan lebih sering melihat jauh dibandingkan saat di dalam rumah.

Dengan begitu banyaknya manfaat jika anak suka bermain di luar rumah, maka sebaiknya para orang tua selalu mendorong anaknya untuk lebih suka bermain di luar rumah. Selain itu sebaiknya orang tua juga membatasi waktu menggunakan gadget pada anak yang bisa meningkatkan resiko rabun jauh.

Artikel Terkait : Tips Aman Menggunakan Gadget Agar Tidak Merusak Mata

 

Jangan Larang Anak Berhenti Total Makan Gula, Ini Manfaatnya

sumber gambar : http://media.viva.co.id

InspirasIBersama.com – Semua orang setuju kalau konsumsi gula bagi orang dewasa harus dibatasi. Hal ini guna mencegah kenaikan kadar gula dalam darah yang memicu diabetes. Lantas bagaimana dengan anak-anak, apakah juga perlu dibatasi ?

Menurut para pakar kesehatan anak mengatakan bahwa sebaiknya seorang anak usia 3-6 tahun tidak dibatasi dalam mengkonsumsi gula. Hal ini disebabkan karena erat dengan proses tumbuh kembang pada anak.

Pada seorang anak dengan usia 3-6 tahun membutuhkan asupan gula yang sangat mendukung kinerja otak dalam masa tumbuh kembang. Oleh karena itu seorang anak sebaiknya tidak diterapkan diet rendah gula. Berbeda dengan orang dewasa.

Meskipun demikian bukan berarti boleh berlebihan dalam mengkonsumsi gula bagi seorang anak. Seorang anak juga bisa mengalami kenaikan kadar gula darah yang berdampak kurang baik bagi kesehatan. Para ibu sebaiknya merekomendasikan anaknya untuk lebih memilih jenis karbohidrat kompleks yang lebih rendah kadar glukosanya.

Saat tubuh mengkonsumsi karbohidrat kompleks,  maka proses lonjakan kadar gula dalam darah akan berjalan lebih lambat. Berbeda saat kita mengkonsumsi karbohidrat sederhana yang membuat proses peningkatan kadar gula menjadi sangat cepat dan cepat pula untuk turun.

Jadi kesimpulannya adalah jangan batasi 100 persen anak untuk tidak makan gula sama sekali. Sebagai orang tua harus bisa membatasi asupan gula pada anak, jangan terlalu berlebihan dan juga tidak baik jika kurang.

Artikel Terkait : Kiat Untuk Membentuk Anak Yang Cerdas

 

 

 

Tips Mendidik Anak Agar Nurut Sama Orang Tua Tanpa Memukulnya

sumber gambar : meetdoctor.com

InspirasiBersama.com – Setiap orang tua tentunya menginginkan anaknya nurut. Namun pada kenyataannya bukan hal yang mudah mendidik seorang anak agar bisa nurut dengan perkataan orang tua. Ada yang beranggapan bahwa dengan memukul akan membuat anak menjadi nurut. Namun ada juga yang beranggapan memukul anak bukan cara efektif agar anak menjadi penurut. Mana yang paling benar ?

Dalam sebuah hasil penelitian dan juga sudah dipublikasikan dalam sebuah jurnal yang bernama Family Psychology mengatakan bahwa sebagian besar anak yang mendapatkan perlakukan kekerasan secara fisik akan berdampak kurang baik pada tumbuh kembangnya kelak.

Bahkan dalam sebuah hasil penelitian yang menyebutkan bahwa anak yang masih kecil dan kerap mendapatkan perlakuan kekerasan akan mempengaruhi temperamen anak tersebut dan kondisi ini akan berjalan sampai usia anak remaja.

Dari pada kita memberikan perlakuan keras pada anak agar nurut, berikut beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :

1. Paparkan Konsekuensinya
Tips pertama yang harus dilakukan oleh para orang tua adalah dengan membeberkan konsekuensi kepada anak. Misalnya saja ‘kalau si anak nakal, maka mainan kamu akan mama jual’. Jangan suka mengucapkan pada anak ‘kalau kamu nakal, maka mama akan memukulmu ‘. Beberkan konsekuensi pada anak jika melanggar.

2. Konsisten dengan Aturan yang Sudah Dibuat
Tips kedua agar anak menjadi penurut tanpa memukulnya adalah dengan cara konsisten dalam menerapkan aturan yang telah dibuat. Kalau sebelumnya anda membuat aturan jika anak nakal, maka mainan akan dijual. Maka bisa anda akalin anak dengan menyimpan mainan anak tersebut pada tempat yang aman sehingga anak akan melihat konsekuensinya jika melanggar atau nakal.

3. Beri Imbalan Saat Anak Bersikap Baik
Langkah yang ketiga adalah dengan memberikan imbalan jika anak berbuat baik. Ini adalah salah satu motivasi bagi anak agar mau berbuat baik atau nurut dengan perkataan orang tua. Misalnya saja kalau anak nurut, maka orang tua bisa membelikan makanan kecil dsb.

Jadi kesimpulannya adalah jangan beranggapan bahwa dengan menerapkan kekerasan fisik pada anak akan membuatnya jerah atau nurut pada kita. Justru hal ini akan berdampak kurang baik bagi temperamen anak dan mengganggu tumbuh kembang.

Sumber : vemale.com

Artikel Terkait : Beberapa Kesalahan Orang Tua Yang Membuat Anak Nakal

1 2 3 35