Tips Supaya Anak Lebih Suka Minum Air Putih di Banding Minuman Yang Lainnya

InspirasiBersama.com – Hampir setiap anak jika disuruh memilih antara air putih dan minuman yang sudah memiliki rasa pasti mereka akan memilih minuman yang sudah ada rasanya.

sumber gambar : multiscreensite.com

Membiasakan seorang anak untuk lebih suka minum air putih memang tidaklah mudah. Namun jika anak tidak dibiasakan untuk rutin minum air putih sejak kecil dan lebih suka minum minuman yang mempunyai rasa maka kebiasaan tersebut dapat terbawa sampai anak tumbuh besar.

Salah satu psikolog anak mengungkapkan jika peran orangtua sangat berpengaruh untuk membuat anak lebih suka minum air putih ketimbang minuman yang lainnya. Salah satu cara yang dapat diterapkan orangtua untuk membuat anak rutin minum air putih yakni dengan memberikan contoh pada anak secara nyata.

Misalnya setelah melakukan aktivitas dengan anak seperti bermain,olahraga bareng atau kegiatan apapun hendaknya orangtua mengajak anak untuk minum air putih dan sebagai orangtua juga harus mencontohkan sehingga anak akan mengikuti.

Dengan memberikan contoh kepada anak secara nyata dapat membuat anak mengingat dengan baik tentang kebiasaan minum air putih yang mempunyai pengaruh positive untuk kesehatan tubuh.

Selain memberikan contoh kebiasaan orang tua untuk lebih sering minum air putih, orang tua juga disarankan untuk tidak membiasakan menyimpan jenis minuman yang mengandung rasa di rumah atau lemari es. Jika hal ini dilakukan, maka akan mendorong anak untuk mencoba mencicipi dan pada akhirnya merasa enak dan ketagihan.

Artikel Terkait : Mengapa Anak Penting Untuk diajak Jalan-jalan ?

Benarkah Anak Yang Lahir Caesar Beresiko Besar Mengalami Alergi ?

InspirasiBersama.com – Teknologi kesehatan yang berkembang dengan pesat membuat banyak kasus persalinan dilakukan secara caesar. Hal ini guna menurunkan berbagai resiko yang bisa mengancam ibu atau sang bayi. Namun benarkah muncul dugaan bahwa bayi yang lahir caesar beresiko besar mengalami alergi ?

sumber gambar : http://waspada.co.id

 

Ternyata jawabnya adalah benar. Hal ini sesuai dengan pernyataan Word Allergy Organization yang menyebutkan bahwa salah satu penyebab alergi pada seorang anak adalah disebabkan karena proses persalinan caesar.

Secara umum kasus alergi memang lebih banyak melanda anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Bahkan Word Allergy Organization menyebutkan prosentase anak yang mengalami alergi sebanyak 4-6 persen, sedangkan pada kasus orang dewasa hanya sebesar 1-3 persen. Kondisi ini lebih banyak disebabkan karena adanya riwayat keluarga yang mengalami penyakit atopik.

Bukan hanya penyebab alergi adalah faktor genetik saja, menurut para pakar kasus alergi juga bisa disebabkan karena luar seperti penggunaan obat antibiotik pada saat persalinan hingga pada paparan asap rokok.

Dalam sebuah hasil studi yang dilakukan di Amerika menyebutkan bahwa secara umum alergi yang sering kali terjadi pada kalangan anak-anak adalah alergi protein susu sapi. Kondisi ini juga paling banyak terjadi di berbagai negara di dunia.
Artikel Terkait : Kelebihan dan Kekurangan Persalinan Caesar dan Normal

Manfaat Pola Asuh Seorang Ayah Bisa Menurunkan Resiko Obesitas Bagi Anak

InspirasiBersama.com – Siapa bilang seorang ayah tak penting dalam ikut memberikan pola asuh pada anak. Selama ini banyak yang menganggap kalau hanya ibu saja yang penting memberikan pola asuh pada anak. Ternyata seorang ayah yang ikut memberikan pola asuh pada anak berperan menurunkan resiko obesitas pada anak.

paran asuh seorang ayah bagi tumbuh kembang anak

Seorang ayah yang sering kali mengajak bermain anaknya, maka akan membuat anak lebih aktif bermain dan menurunkan resiko obesitas. Hal ini juga sudah dibuktikan dalam sebuah hasil penelitian. Bahkan dalam hasil penelitian yang dilansir oleh Reuters menyebutkan bahwa kondisi ini mampu menurunkan resiko obesitas sebanyak 30 persen.

Bagi anak yang juga mendapatkan pengasuhan dari seorang ayah selain dari ibu, maka akan mendapatkan pengasuhan yang optimal. Hal ini akan membuat seorang anak merasa lebih diberikan kasih sayang oleh kedua orang tua.

Secara detail hasil dari penelitian yang dilakukan dengan melibatkan 10700 anak menyebutkan bahwa seorang ayah yang lebih banyak memberikan pola asuh pada anak, maka bisa menurunkan resiko obesitas pada anak usia 2-4 tahun sampai 6 persen. Sedangkan jika anak sudah berusia 7 tahun, maka bisa menurunkan resiko obesitas sampai 8 persen.

Yang pasti jika seorang ayah lebih banyak terlibat dalam pengasuhan anak, maka akan membuat anak lebih suka bermain secara aktif di luar rumah. Dengan begitu akan membuat anak lebih banyak aktif bergerak sehingga mampu menurunkan resiko obesitas.

Kondisi ini dinilai lebih baik dibandingkan jika anak suka bermain gadget atau game di dalam rumah yang membuatnya duduk dalam waktu yang lama yang memicu obesitas yang berdampak buruk bagi kesehatannya.
Artikel Terkait : Manfaat Seorang Ayah Yang Sering Membacakan Cerita Pada Anak

Waspada Ternyata Kanker Juga Dapat Menyerang Anak-Anak

InspirasiBersama.com – Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat berbahaya. Bahkan menurut riset di negara kita Indonesia kanker menjadi penyebab kematian terbesar ketiga setelah penyakit jantung. Taukah anda ternyata kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, di usia anak-anak juga dapat terserang kanker.

 

Waspada kanker pada anak,karena kanker pada anak dapat menyerang secara tiba-tiba. Hal ini karena kanker pada anak terjadi bukan karena gen atau makanan yang dapat memicu kanker,namun  semua atas kehendak Tuhan.

sumber gambar : http://www.autoimuncare.com

Penyakit kanker mempunyai banyak jenis. Namun, yang sering menyerang anak-anak yakni leukemia / kanker darah dan retinoblastoma / kanker bola mata. Dr Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K), MHA, IBCLC, mengungkapkan jika belum ada langka untuk mencegah kanker pada anak. Selain itu ternyata deteksi dini pada kanker pada anak hanya dapat dilakukan untuk satu jenis kanker saja yakni retinoblastoma. Nama pemeriksaannya  biasa disebut “lihat merah” atau biasa disebut juga “see red”.

Deteksi dini jika terkena kanker sangatlah penting, namun gejalah yang sering dialami oleh penderita kanker seringkali menyerupai gejala penyakit lain. Misalnya demam tinggi yang sering dicurigai gejala tyfus namun ternyata salah satu penanda kanker. Hal ini yang menjadi orangtua seringkali terlambat dalam mendeteksi penyakit yang sedang menyerang buah hatinya.

Hal ini juga yang sering dialami oleh sekian banyak para penderita kanker, rata-rata para penderita kanker datang untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan saat sudah mencapai stadium lanjut. Oleh sebab itu, para orang tua harus tau dan memahami bagaimana gejala-gejala yang dapat mengarah pada sakit kanker.

Menurut Dr Edi, kanker terbagi menjadi dua kelompok besar yakni kanker cair dan padat. Untuk kanker padat biasanya akan muncul benjolan. Oleh karena itu, jika muncul benjolan sebaiknya cepat dipriksakan ke dokter.

Artikel Terkait : Tips Mengenali Gejala Kanker Darah Pada Anak

Bagaimana Pola Asuh Pada Anak Yang Pemalu Agar Tidak Minder ?

InspirasiBersama.com – Bagaimana pola asuh pada anak yang pemalu agar tidak minder ?. Diantara deretan anak yang kita punya, biasanya ada salah satu anak yang mempunyai sifat pemalu atau introvet. Mereka cenderung menjadi anak yang tertutup dan sedikit mengalami kesulitan saat beradaptasi dengan orang yang baru.

 

Menyikapi hal yang demikian orang tua dituntut untuk mampu memberikan pola asuh yang tepat untuk mengatasi anak yang introvet atau pemalu. Hal ini sangat penting untuk mencegah anak merasa minder saat bergaul dengan teman-temannya baik dalam lingkungan sekolah, keluarga dan lingkungan yang lain.

sumber gambar : Nakita.Grid.ID

Anak yang mengalami introvet atau sifat pemalu, akan merasa dirinya berbeda dengan orang lain terutama pada teman-temannya. Mereka akan beranggapan bahwa dia adalah sosok yang tidak diharapkan dalam pergaulan teman sebayanya. Ini adalah kondisi yang berbahaya dan harus diatasi oleh para orang tua.

 

Ada beberapa ciri yang bisa diketahui oleh orang tua jika seorang anak memiliki sifat introvet, diantaranya cenderung pendiam, lebih suka bermain sendiri di rumah, kurang bisa memulai percakapan , pemalu, dan sedikit mempunyai teman. Kondisi ini berbeda sebaliknya jika seorang anak mempunyai sifat ekstrovet.

 

Menurut para pakar, ada pola asuh tersendiri yang harus diketahui oleh orang tua dalam mengasuh anak yang introvet. Pada intinya pola asuh pada anak yang introvet dituntut untuk lebih lembut, sabar yang disebabkan karena sifat anak yang lebih sensitif.

 

Pola asuh pertama yang harus diberikan oleh orang tua adalah harus bisa memberikan rasa nyaman bagi anak dilingkungan keluarga terdekat sendiri.

 

Setelah anak merasa nyaman dan berani mengutarakan pendapat dalam lingkungan keluarga, berikan kesempatan anak untuk mencoba lebih bersosialisasi dengan keluarga yang lebih besar. Berikan stimulus bagi anak untuk mengikuti kegiatan yang melibatkan interaksi dengan orang banyak.

Artikel Terkait : Pola Asuh Pada Anak Tidak Harus Berujung Pada Kebahagiaan

Dampak Buruk Suka Minum Alkohol Pada Usia Muda Bisa Memicu Bunuh Diri

sumber gambar : http://analisadaily.com

InspirasiBersama.com – Sudah bukan rahasia lagi kalau minuman keras atau alkohol tidak baik bagi kesehatan. Ternyata kebiasaan suka minum alkohol bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan saja, tetapi juga bisa memicu perilaku bunuh diri pada usia muda. Hal ini sudah terbukti secara ilmiah yang dibuktikan dalam sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Profesor David Cottrell yang berasal dari University of Leeds.

Oleh karena itu bagi kalangan muda sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi minuman keras atau alkohol. Dalam sebuah lansiran Daily Mail juga menyebutkan bahwa mereka yang mengalami sakit dan dirawat di rumah sakit akibat minuman keras juga cenderung untuk melakukan bunuh diri.

Dengan adanya hasil penelitian ini, maka dalam merawat pasien dengan gangguan kesehatan akibat kebiasaan minum alkohol harus berhati-hati. Kita harus mempertimbangkan kemungkinan untuk melakukan bunuh diri dengan cara melibatkan tim psikiatri.
Artikel Terkait : Sering Minum Alkohol Bisa Meningkatkan Resiko Kanker

1 2 3 33