Benarkah Tekanan Darah Ibu Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi ?

InspirasiBersama.com – Berbicara tentang jenis kelamin bayi, maka menjadi sebuah hal yang ditunggu-tunggu oleh ibu hamil. Sang ibu akan merasa lebih bahagia jika mengetahui jenis kelamin janin yang dikandung. Ada beberapa cara untuk menentukan jenis kelamin bayi selain menggunakan USG. Salah satunya adalah dengan mengukur tekanan darah, benarkah demikian ?

Ternyata hal ini benar adanya. Berdasarkan sebuah hasil studi menyebutkan bahwa tekanan darah yang dialami ibu saat konsepsi bisa menjadi indikator jenis kelamin anak yang nantinya dilahirkan.

sumber gambar : detik.com

Dalam studi tersebut diketahui bahwa seorang ibu yang mengalami tekanan darah tinggi saat sebelum hamil, maka cenderung akan melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki.

Baca Juga : Saat Hamil, Jangan Minum Obat Nyeri Sembarangan

Untuk membuktikan hal ini, para peneliti telah melibatkan 1.411 wanita penduduk China yang diketahui berencana untuk hamil. Sebenarnya bukan hanya faktor tekanan darah saja yang menjadi pertimbangan, tetapi juga kebiasaan seperti merokok, obesitas dan kadar kolesterol juga diperhitungkan.

Ternyata wanita yang melahirkan anak laki-laki diketahui mempunyai riwayat tekanan darah yang lebih tinggi sebelum mengalami kehamilan. Perbedaan tekanan darah dengan wanita yang melahirkan anak perempuan mencapai 2,6 persen.

Hasil dari studi ini menjadi sebuah cara yang sangat menarik untuk memperkirakan jenis kelamin bayi yang kelak dilahirkan. Meskipun demikian, para peneliti tidak menyarankan untuk melakukan manipulasi terhadap tekanan darah guna mendapatkan jenis kelamin bayi yang diinginkan.

Sumber : Kompas.com

Artikel Terkait : Waktu Terbaik Untuk Melakukan Cek Tekanan Darah

Adakah Pantangan Makanan Setelah Melakukan Operasi Caesar ?

InspirasiBersama.com – Trend melahirkan secara caesar sudah banyak dilakukan oleh wanita yang hamil. Bahkan banyak kalangan ibu hamil yang sengaja ingin melahirkan secara caesar dengan berbagai alasan. Dari sini, maka muncul banyak pertanyaan yang menyatakan bahwa benarkah wanita pasca operasi caesar tidak boleh mengkonsumsi makanan tertentu karena bisa menyebabkan gatal dan jahitan lama sembuh ?.

Baca Juga : Resiko Hamil di Usia 40 Tahun Bagi Kesehatan Wanita

sumber gambar : http://infosehatwanita.com/

Ternyata menurut para dokter hal ini hanyalah mitos. Mitos kalau seorang ibu pasca operasi caesar terdapat pantangan dalam mengkonsumsi makanan. Biasanya mereka beranggapan kalau makan ikan, ayam, telur dan sayur akan menyebabkan gatal dan jahitan menjadi lama sembuh.

Mengapa hal ini hanyalah mitos ?. Pada dasarnya operasi caesar merupakan sebuah cara melahirkan yang disebabkan karena tidak dimungkinkannya seorang ibu hamil melakukan persalinan secara normal. Ini artinya operasi caesar terjadi pada ibu yang sehat dan bukan karena adanya sebuah penyakit tertentu. Jadi proses penyembuhan juga harus sempurna, dengan catatan tidak adanya komplikasi penyakit tertentu.

Setelah melakukan operasi caesar  tidak ada pantangan mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Yang tidak boleh dilakukan adalah mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu atau alternatif seperti jamu yang bisa memberikan dampak negatif. Anda harus berkonsultasi dengan dokter ahli dalam pemberian obat pasca operasi caesar.

 

Anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan seimbang agar proses penyembuhan luka pasca operasi caesar bisa berjalan lebih cepat. Selain itu disarankan pula untuk rajin berolahraga dengan skala ringan.

Artikel Terkait :Kelebihan dan Kekurangan Persalinan Normal dan Caesar

1 449 450 451 452 453 1,355