Cara Mengetahui Adanya Gangguan Pendengaran Pada Bayi

header niko 728 x 90

InspirasiBersama.com – Setiap ibu tentunya tidak menginginkan seorang anaknya lahir dengan kondisi mengalami gangguan pendengaran. Seorang bayi yang lahir dengan gangguan pendengaran, kerap kali akan berdampak juga pada kemampuan berbicara. Dengan begitu mengenali gangguan pendengaran pada bayi sangatlah penting.

Menurut para pakar kesehatan mengakui kalau mendeteksi gangguan pendengaran pada bayi sejak dini bukanlah perkara yang mudah bagi seorang ibu. Untuk mendeteksi ini, maka diperlukan sebuah pemeriksaan atau tes pendengaran yang dilakukan oleh pihak medis.

sumber gambar : nakita.id

Oleh karena itu disarankan kepada ibu yang melahirkan di sebuah rumah sakit atau klinik, disarankan untuk melakukan tes pendengaran juga pada bayinya. Mengapa harus sejak dini ?. Hal ini disebabkan karena kalau sudah bayi dibawah pulang ke rumah, biasanya ibu akan malas untuk memeriksakan kembali ke rumah sakit atau kontrol.

Baca Juga  Anak Yang Kekurangan Vitamin Bisa Menyebabkan Migrain

Kalau memang terdapat masalah pada pendengaran bayi pada usia kurang dari enam bulan, maka seorang dokter bisa memberikan sebuah alat bantu pendengaran pada bayi untuk membantu bisa mendengar.

Pemasangan alat bantu dengar pada bayi ini tentu memiliki fungsi. Selain membantu pendengaran, alat ini bisa menjadi perangsang saraf pendengaran yang ada di otak untuk lebih berfungsi normal.

Baca Juga : Manfaat Terapi Musik Bagi Bayi

Apabila tidak diberikan rangsangan pendengaran sejak usia dini, maka akan membuat sel saraf pendengaran yang ada di otak akan mengalami pengerutan atau mengecil akibat tidak adanya rangsangan pendengaran.

Baca Juga  Dampak Begadang Sama Dengan Makan Tak Sehat Selama 6 Bulan

Jika seorang anak terlambat mendapatkan alat bantu dengar sejak usia dini, maka akan membuat sel saraf pendengaran pada otak akan mengecil dan sulit berfungsi kembali normal. Akibatnya akan membuat kemampuan bicara anak menjadi tidak normal.

Menurut para pakar kesehatan mengatakan bahwa bagi seorang ibu yang melahirkan bayi dalam kondisi lahir kuning, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan tes pendengaran pada bayi sejak dini. Selain itu seorang ibu yang mempunyai riwayat infeksi rubella juga demikian.

Selain melakukan tes pendengaran pada bayi sejak usia dini, para orang tua juga dituntut untuk lebih peka mengetahui adanya gangguan pendengaran pada bayi mereka. Caranya adalah merasa curiga apabila bayi kurang bisa mendengar saat kita panggil atau merespon bunyi-bunyian yang kita lakukan.

Baca Juga  Penularan Virus Zika di Singapura

Contoh lain mendeteksi gangguan pendengaran pada bayi misalnya ada suara keras seperti pintu yang tertutup dengan keras namun bayi kita yang sedang tidur tidak terganggu sama sekali.

Artikel Terkait : Tips Mengenali Gejala Keterlambatan Bicara Pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *