Cara Mengatasi Kecanduan Ngemil Berlebihan

header niko 728 x 90

kecanduan ngemilBagi sebagian orang, camilan ibarat sahabat dekat. Kehadirannya mampu memberi kenyamanan tersendiri. Kala sedang dilanda stres misalnya, sepotong cokelat manis bisa diandalkan untuk sedikit menenangkan pikiran. Begitu juga dengan sebungkus keripik kentang, seakan mampu menjadi suporter untuk menyelesaikan pekerjaan yang terus berdatangan. Itulah yang akhirnya membuat camilan sulit dihindari, karena bukan lagi sekadar sebagai pengganjal perut. Sehatkah kebiasaan ini?

Menurut Jodie Chime, pemilik sekaligus terapis di Sound Propensity Dorset, bagi sebagian orang, memakan kudapan tertentu, seperti gula, garam, serta penyedap, akan memberikan kesenangan tersendiri. Bila camilan sudah mampu memberikan sensasi rasa senang, bisa menjadi “obat” pengurang stres, dan bukan lagi sekadar pengganjal perut, maka mengemil sudah menjadi sebuah kebutuhan ketimbang keinginan.

Ahli kesehatan sekaligus ahli penurunan berat badan Dr. Sally Norton menambahkan, inilah yang disebut dengan solace eating. Bahwa camilan mampu memberi dampak pada perubahan psikologis. “Bahkan, otak kita bisa menunjukkan reaksi candu yang sama antara memakan camilan bergula tinggi dengan obat keras,” papar Norton.

Baca Juga  Tanpa disadari Banyak Orang Tua Melakukan Kekerasan Pada Anak

Sayangnya, meski kebiasaan mengemil bisa meningkatkan suasana hati, namun itu terjadi hanya sesaat. Sebab, camilan sudah pasti tak bisa menyelesaikan persoalan yang bisa Anda hadapi. Sebaliknya, kebiasaan ngemil malah menimbulkan permasalahan baru; bisa membuat tubuh candu terhadap kudapan tertentu, serta berpotensi membuat Anda makan berlebih, karena terbiasa merasa lapar di luar jam makan.

Untuk itu, Norton memberikan beberapa tip agar solace eating tak membuat Anda candu:

Hindari mengurangi porsi makan secara drastis

“diet dan mengurangi makan adalah 2 hal yang berbeda,” ungkap Norton. diet adalah pola makan sehat yang menghadirkan beragam variasi makanan yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga tubuh tidak mudah lapar karena nutrisinya tercukupi. Sebaliknya, mengurangi makan lebih pada menghindari makanan tertentu. Misalnya, menghindari karbohidrat atau gula demi berat badan perfect.

Baca Juga  Agar ASI Lancar Seorang Ibu Harus Bahagia

Inilah yang akhirnya memicu keinginan besar untuk ngemil di sore hari. Penyebabnya ialah, karena tubuh kekurangan nutrisi. “Saat kita mengurangi porsi makan secara drastis, maka akan ada perubahan hormon yang pada akhirnya membuat kita ingin makan camilan banyak untuk mengasup energi, di samping membuat kita puas secara batin,” lanjut Norton.

Cari penyebab utama masalah

Menurut studi yang dirilis the Diary of Immature Wellbeing, remaja yang merasa depresi, dua kali lebih besar berpotensi kecanduan solace eating demi mendapat kenyamanan sesaat. Bila makan yang cukup tak bisa menghentikan keinginan besar untuk mengemil, tandanya seseorang perlu melihat lagi, apakah ada persoalan yang membuat dirinya stres atau kelelahan. Lalu mencoba menyelesaikan masalah tersebut sebelum memutuskan untuk menjadikan camilan sebagai pelarian.

Baca Juga  Memanfaatkan Alpukat Untuk Menghapus Make Up Yang Membandel

Hentikan ngemil dengan perbanyak aktivitas

Sebelum mengemil, terutama mengonsumsi garbage sustenance di luar jam makan, buatlah skala lapar 1-10. Bila menurut Anda skala lapar jatuh di angka 6, maka jangan makan. Untuk mengalihkan pikiran dari camilan yang begitu menggoda, coba lakukan aktivitas lain, misalnya mendengarkan musik bertempo tinggi, membuat benda kreatif, atau ngobrol dengan teman. Hingga akhirnya keinginan mengemil pergi dengan sendirinya.

 

Artikel Terkait : Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *