Benarkah Bayi Yang Dibedong Meningkatkan Resiko Sindrom Kematian Mendadak ?

header niko 728 x 90

membedong bayi

InspirasiBersama.com – Membedong bayi merupakan kebiasaan para orang tua yang dilakukan kepada bayi yang baru lahir. Para orang tua terdahulu melakukan bedong dengan harapan agar bayi lebih hangat sehingga bayi akan tenang karena kondisi tersebut dipercayai sama seperti pada rahim ibu. Namun ada anggapan bahwa benarkah bayi yang dibedong meningkatkan resiko sindrom kematian mendadak ?

Kegiatan membedong bayi dengan harapan agar bayi lebih tenang ternyata berdasarkan sebuah studi menyatakan bahwa kegiatan itu memiliki dampak yang tidak seluruhnya bermanfaat bagi bayi. Bahkan para peneliti menemukan bahaya dibalik membedong bayi. Bayi yang dilakukan bedong akan meningkatkan resiko sindrom kematian mendadak (SIDS).

Baca Juga  Inilah Manfaat Konsumsi Lobak Bagi Kesehatan

Saat bayi sudah bisa melakukan miring kanan kiri dan tengkurap, maka jika kita lakukan membedong akan menyebabkan bayi mengalami sindrom kematian mendadak saat bayi dalam kondisi miring atau tengkurap namun dalam kondisi terbedong kain.

Secara normal, pada usia bayi menginjak 4-6 bulan, maka biasanya bayi akan mampu berguling sendiri. Bukan hanya bisa menyebabkan sindrom kematian mendadak, membedong bayi juga akan menghambat perkembangan tangan dan kaki bayi karena bedong yang ketat.

Bahkan menurut seorang ahli, apabila seorang bayi tidur dengan kondisi miring atau tengkurap dengan dibedong, maka resiko kematian mendadak akan meningkat sampai dua kali lipat. Hasil dari penelitian ini telah dipublikasikan dalam sebuah jurnal Pediatrics.

Baca Juga  Mengatasi Trauma Yang disebabkan Karena Persekusi

Mengingat tentang bahaya membedong pada bayi, maka menurut para peneliti sangat penting memberikan edukasi kepada para orang tua agar meninggalkan kebiasaan membedong pada bayi.

Di negara Inggris, angka kematian bayi yang disebabkan karena kematian mendadak (SIDS) akibat membedong bayi sekitar 290 kematian. Hal ini bukan berarti membedong dilarang total dilakukan oleh para ibu, namun sebagai orang tua harus tahu bagaimana cara membedong bayi yang benar dan aman bagi kesehatan bayi. Selain itu kita harus tahu kapan sebaiknya bayi dilakukan bedong dan kapan sebaiknya tidak dilakukan.

Baca Juga  Pentingnya Cek Kadar Gula Bagi Penderita Diabetes

Bukan hanya karena faktor resiko bedong saja yang menyebabkan sindrom kematian bayi secara mendadak (SIDS), namun jika seorang ibu mempunyai gaya hidup yang buruk misalnya merokok saat hamil maka bisa menyebabkan SIDS.

Artikel Terkait : Lakukan Tips Ini Agar Bayi Bisa Tidur Lebih Berkualitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *