Bagaimana Cara Mengatasi Anak Yang Trauma ?

bisnis online

anak yang trauma

InspirasiBersama.com – Banyak orang tua yang anaknya mengalami trauma. Trauma tersebut bisa disebabkan peristiwa yang terjadi pada lingkungan kita misalnya bencana alam, orang meninggal, kecelakaan, serta tindakan kriminalitas. Banyak orang tua yang kesulitan bagaimana cara mengatasi anak yang trauma ?

Berdasarkan ungkapan psikolog forensik yang bernama Nathanael EJ Sumampauw mengatakan bahwa anak-anak Indonesia sangat erat dengan peristiwa traumatik. Hal ini disebabkan bangsa Indonesia termasuk bangsa yang mudah trauma.

Menurut Nael trauma bisa terjadi walaupun kita sendiri tidak merasakannya secara langsung. Misalnya adanya informasi yang berlebihan yang terus-menerus tentang suatu tragedi bisa membuat seseorang menjadi trauma. Saat seorang dewasa mudah mengalami trauma, maka anak-anak yang ada disekitar kita juga akan mudah untuk mengalami trauma.

Baca Juga  Nutrisi Yang Penting Bagi Kesehatan dan Kesuburan Pria

Terlebih jika anak melihat sendiri peristiwa yang membuatnya trauma. Misalnya saat melihat korban pembunuhan maupun kecelakaan maka akan bisa menimbulkan anak ketakutan saat tidur.

Pada dasarnya trauma pada anak adalah hal yang wajar. Namun jika sampai merubah perilaku anak secara berlebihan maka itu tidak wajar lagi. Setiap anak akan merespon kejadian berbeda-beda.

Ada anak yang mengalami trauma penghindaran (avoidance) dengan tidak mau melewati tempat tertentu yang membuat anak menjadi trauma. Misalnya ada kejadian kecelakaan.

Ada anak yang mengalami trauma dengan cara selalu ingat dengan kejadian yang membuatnya trauma (reexperiencing). Bahkan pada tingkat berat anak ada yang merasa ketakutan saat mendengarkan suara yang keras, hal ini disebut dengan (hyper arousal).

Baca Juga  Apa Saja Kesalahan Memasak Yang Memicu Peningkatan Berat Badan ?

Sebagai orang tua harus melihat perubahan sikap dan perilaku yang ditunjukkan anak setelah melihat kejadian yang membuatnya trauma. Apakah anak menjadi pasif dan menarik diri, atau bahkan lebih menjadi anak yang aktif dan agresif.

Atasi trauma 

Apabila kita memiliki anak yang trauma akan sesuatu peristiwa, maka orang tua dituntut untuk melakukan pendekatan dengan mencoba mengajak dialog untuk mencari tahu sejauh mana peristiwa itu bisa membuat anak kita takut.

Selanjutnya orang tua harus bisa menjelaskan tentang peristiwa yang membuat anak menjadi trauma. Tumbuhkan rasa percaya diri, optimisme dan harapan kepada anak. Dengan begitu maka akan bisa mengurangi rasa trauma anak. Selain itu saat anak kita mengalami trauma, maka orang tua harus menunjukkan sikap kasih sayang dengan cara ekspresi wajah kasih sayang, memeluk dan mencoba mengalihkan anak dengan bermain sesuatu.

Baca Juga  Tips Agar Jantung Tetap Sehat Selama Liburan

Saat anak kita sudah bisa melakukan aktivitas rutin setiap harinya, misalnya bersekolah, bermain dengan temannya dan ceria maka itu menjadi tanda kalau anak kita sudah terbebas dari rasa trauma yang berlebihan.

Artikel Terkait : Cara Mendidik Anak Tentang Pornografi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *