Apa Saja Penyebab Kulit Kita Terlihat Cepat Tua

kulit cepat tua

Secara alami kita akan mengalami suatu proses penuaan. Ini adalah sebuah hal natural. Tetapi tidak jarang kita melihat sebuah proses penuaan yang muncul lebih cepat dari normalnya. Banyak faktor yang bisa menyebabkan kulit kita terlihat seperti cepat terlihat tua dari pada kondisi normal, diantaranya adalah :

– Stres
Stress adalah sebuah hal yang tidak asing bagi kita. Kita semua tentu pernah mengalami yang namanya stress. Yang menjadi masalah adalah jika stress ini terjadi secara berlebihan maka bisa merusak kesehatan kulit kita sehingga terlihat lebih cepat menua.

Mengapa demikian ? saat kita mengalami stress maka banyak nutrisi kita yang diahabiskan termasuk magnesium dan vitamin C. Magnesium dan vitamin C kita tahu sangat berperan dalam proses pembentukan kolagen yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit kita.

– Penurunan hormonal

Banyak ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang disebabkan olah faktor asupan makanan. Misalnya seorang wanita yang sedang haid biasanya akan banyak komsumsi gula untuk memperbaiki mood mereka. Dengan konsumsi banyak gula maka dapat mengakibatkan peningkatan kadar insulin dalam tubuh kita. Solusianya adalah anda harus menjaga asupan tepung dan gula agar keseimbangan hormon tubuh tetap terjaga.

– Gelisah dan kurang tidur
Tidur pada malam hari memegang peranan sangat penting bagi kesehatan kulit kita. Karena saat kita tidur pada malam hari maka ada proses peremajaan kulit. Tentunya jika lama tidur kita pada malam hari termasuk cukup sekitar 6-8 jam.

Saat kita kurang tidur pada malam hari maka akan mendorong kita untuk banyak makan. Dan biasanya lebih terdorong makan makanan yang mengandung karbohidrat.

– Terlalu banyak alkohol
Orang yang banyak mengkonsumsi alkhohol maka akan sering mengalami dehidrasi dan banyak memakan kadar vitamin B dan magnesium. Dimana vitamin B dan magnesium sangat dibutuhkan untuk kesehatan kulit kita.

– Kurangnya lemak dan minyak

Jika saat ini kulit anda terlihat kering dan bersisik, maka anda kekurangan akan lemak. Solusinya adalah konsumsilah makanan yang mengandung lemak sehat, bukan lemak yang jahat.

 

Artikel Terkait : Dampak Stress Bagi Kesehatan Kulit

Sehat Bisa Diawali Dari Alat Dapur Anda

alat dapur

Tahukah kita berdasarkan sebuah penelitian dari College of Agriculture and Environmental Sciences di University of Georgia menyatakan bahwa pisau dapur merupakan salah satu sumber penyebaran kuman pada makanan yang kita konsumsi.

Untuk bahan makanan yang dimakan secara langsung seperti buah-buahan dan salad anda sangat disarankan untuk mencuci terlebih dahulu pisau yang hendak digunakan untuk mengupas atau mengiris tadi. Untuk jenis makanan yang sifatnya dimasak, maka kuman bisa mati saat proses pemanasan.

 
Menurut penelitian yang dilakukan oleh jurnal Food Microbiolog sangat disarankan untuk mempunyai dua perelatan dapur untuk jenis makanan yang mentah dan makanan yang sudah siap langsung dimakan.
Salah satu bakteri yang bisa ditularkan dengan peralatan dapur adalah solmonella. Hal ini bisa menyebabkan kita mengalami diare, demam dan kram perut. Jenis makanan daging, susu yang tanpa proses pasteurisasi bisa menyebabkan anda diare, nyeri perut, demam dan muntah.

 
Contoh sederhananya adalah apabila ada salah satu tomat di dapur yang kotor, maka akan bisa mengontaminasi bahan makanan yang lainnya. Tomat merupakan salah satu bahan dapur yang memiliki resiko kontaminasi lebih besar dari pada jika kita memotong stroberi.

 
Untuk meminimalisir penularan kuman lewat pisau dapau anda maka solusinya adalah lakukan cuci tanga dengan benar kurang lebih selama 20 detik dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Gosok pada sela jari, kuku, punggung tangan sampai bersih dan keringkan dengan handuk bersih. Saat kita melakukan pengupasan bahan makanan, maka sangat disarankan untuk mencucinya terlebih dahulu dengan menggosok-gosok kulit luar dari buah dan sayur. Keringkan terlebih dahulu baru kita memulai untuk pemotongan.

 

Artikel Terkait : Cara Mencuci Buah dan Sayur Yang Benar

Dampak Kadar Gula Tinggi Bisa Merusak Organ Seksual

dampak kadar gula darah tinggi

Dampak yang ditakuti bagi para penderita diabetes yang kadar gula darahnya tinggi adalah gangguan pada organ seksual. Untuk itu para penderita diabetes diharap untuk selalu memantau kadar gula darahnya agar meminimalisir komplikasi pada organ seksual.

 
Hal ini telah diungkapkan olah Prof. Dr. Agung Pranoto, Sp.PD-KEMD yang mengatakan bahwa komplikasi pada organ seksual bisa terjadi pada pria maupun wanita yang menderita diabetes yang tidak terkontrol gula darahnya. Peningkatan kadar gula darah yang berlangsung terus-menerus bisa mengakibatkan neuropati atau kelainan saraf.

Apabila neuropati atau kelainan saraf ini melanda seorang wanita maka bisa menimbulkan keputihan, nyeri vagina dan vagina kering. Dengan kondisi yang seperti ini maka seorang wanita akan enggan untuk berhubungan seksual.

Sedangkan untuk kalangan pria yang menderita neuropati akan menyebabkan disfungsi ereksi atau tidak mampunya alat kelamin untuk melakukan ereksi. Kondisi ini bisa terjadi pada pria muda yang terkena diabetes tanpa sebab yang pasti. Hal ini akan diperburuk lagi jika kadar gula darah sering tidak terkontrol alias hiperglikemi atau kenaikan kadar gula darah dan diperparah lagi dengan kebiasaan merokok. Apabila kadar gula penderita diabetes dapat dikontrol dengan baik, maka tekanan darah dan kolesterol akan menjadi normal pula.

 
Artikel Terkait : Dampak Merokok Bagi Penderita Diabetes

Merokok Dapat Memperburuk Kondisi Diabetes

bahaya merokok

Artikel kali ini akan membahas tentang bahaya merokok dapat memperburuk kondisi diabetes. Orang yang menderita penyakit diabetes sangat rentan untuk terjadinya komplikasi penyakit yang berbahaya. Dan tahukah anda jika anda seorang penderita diabetes dan masih melakukan kebiasaan merokok, maka akan mempercepat timbulnya komplikasi dan bisa membuat kondisi semakin buruk.

Menurut Agung Pranoto seorang Ketua Pengurus Besar Persatuan Diabetes Indonesia ( PB Persaida ) mengatakan bahwa merokok merupakan penyebab utama rusaknya pembuluh darah yang sangat beresiko menimbulkan penyakit jantung koroner dan stroke.

Menurut Agung, orang yang menderita diabetes itu sudah mengalami kerusakan pembuluh darah, apalagi jika masih mempunyai kebiasaan merokok.

Dampak lain dari perilaku merokok adalah bisa merusak saraf tubuh kita sehingga fungsi saraf sensori kita kan mati. Hal ini akan sangat berbahaya jika pasien diabetes masih saja merokok akan bisa memperburuk komplikasi misalnya penyakit jantung.

Menurut Agung, orang normal / tidak mempunyai penyakit diabetes saat terkena serangan jantung maka akan timbul nyeri pada dada yang menjalar. Tetapi pada orang yang menderita diabetes, maka saat ada serangan jantung maka nyeri pada area dada akan hilang karena rusaknya saraf sensori akibat kebiasaan merokok.

Mengingat bahaya merokok bagi kesehatan dan penderita diabetes, maka sangat disarankan anda untuk menghindari kebiasaan merokok. Juga sangat disarankan untuk melakukan pencegahan penyakit diabetes dengan melakukan olahraga secara teratur serta makan dalam jumlah yang wajar.

 

Artikel Terkait : Bahaya Diabetes

Hati – Hati Pasien Diabetes Bisa Koma Karena Gulah Darah Rendah

cek gula darah

Orang yang terkena penyakit diabetes sangat disarankan untuk menjaga agar kadar gula darah tidak naik. Tetapi, tidak cukup hanya menjaga agar tidak tinggi saja tetapi harus menjaga pula agar gula darah tidak rendah ( hipoglikemia ). Kasus hipoglikemia biasanya rentan terjadi pada pasien diabetes yang mendapatkan therapy insulin atau obat penurun kadar gula darah.

Menurut dokter Achmad Rdjianto seorang Spesialis Penyakit Dalam yang juga sebagai Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia ( Perkeni ) mengatakan, biasanya hipoglikemi sering terjadi karena pemberian obat diabetes yang tidak tepat.

Pasien yang mengalami kondisi hipoglikemia ringan biasanya akan merasa lapar yang berlebihan, jantung berdebar-debar dan keringat dingin. Saat keadaan seperti ini sangat disarankan untuk segera konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Dengan segera makan karbohidrat diharapkan kadar gula darah dapat segera naik ke level normal. Untuk kasus hipoglikemia berat, pasien bisa jatuh pada kondisi gangguan otak sehingga pasien datang dalam kondisi yang tak sadarkan diri atau koma.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Diabcare pada tahun 2012, ada sekitar 20-30 persen penderita diabetes di Indonesia mengalami kondisi hipoglikemia. Bahkan berdasarkan penelitian yang lain, terdapat 100 persen pasien diabetes type 1 yang mengalami hipoglikemia.

Bagi anda yang mengalami diabetes atau ada anggota keluarga yang menderita diabetes sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin. Anda bisa membeli alat cek gula darah yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Dengan sering melakukan cek kadar gula darah, sangat meminimalisir terjadinya hiperglikemia atau hipoglikemia yang bisa membuat anda koma. Jika anda mendapai kasus anggota keluarga ada yang mengalami keringat dingin dan tak sadarkan diri, maka segeralah bawa ke rumah sakit terdekat untuk dapat mendapatkan segera pertolongan medis.

Artikel Terkait : Hati – Hati Banyak Orang Tak Sadar Menderita Diabetes

Tips Supaya Luka Tidak Meninggalkan Bekas

cara merawat luka

Semua orang pasti menginginkan kulitnya mulus dan tanpa bekas luka sedikitpun. Apalagi bagi seorang wanita bekas luka menjadi hal yang bisa mengganggu mereka dan bisa menurunkan rasa percaya diri seseorang. Dengan perawatan luka secara benar maka bekas luka bisa kita minimalisir agar tidak menimbulkan bekas.

Pasca terjadi luka secara alami tubuh kita akan menimbulkan parut atau scar untuk mengganti bekas luka tadi. Semakin besar bekas luka, maka semakin besar pula potensi scar yang terdapat pada kulit kita.

Secara normal proses penyembuhan luka terbagi dalam tiga fase, menurut Dr. Teddy Prasetyo seorang ahli bedah plastik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Fase pertama saat terjadi luka adalah peradangan. Fase ini biasanya akan berlangsung selama 5 hari pasca terjadinya luka. Fase kedua adalah fase perkembangan jaringan parut yaitu proses penutupan luka oleh kulit ari yang baru dan biasanya berlangsung sampai tiga bulan. Fase ketiga adalah pematangan yang bisa memakan waktu sampai 1-2 tahun lamanya.
Banyak orang yang menganggap pada saat fase kedua mereka sudah dikatan sembuh. Padahal itu baru fase kedua yaitu tertutup oleh kulit ari. Secara medis luka dikatakan benar-benar sembuh jika sudah melewati fase tiga. Artinya sudah tidak gatal lagi, tidak terjadi kemerahan, warna kulit sedah kembali normal dan fleksibel.

Menurut Dr Teddy, ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya scar pada bekas luka. Diantaranya sembuh sendiri tanpa dirawat, lokasi luka juga mempengaruhi, kelembaban kulit, dokter bedah yang kurang terampil, faktor keturunan dan usia.
Bagi anda yang tidak mau ada bekas luka yang membekas pada kulit, maka disarankan sejak awal terjadi luka anda ditangani oleh seorang dokter. Dengan sejak awal kita tertangani oleh seorang dokter maka sangat meminimalisir terjadinya bekas luka yang sangat membekas dan bisa merusak rasa percaya diri seseorang.

Perkembangan ilmu kedokteran yang terus meningkat, sekarang ini pengobatan bekas leka sudah bisa kita lakukan. Bisa dengan menggunakan obat luar ( oles ) untuk mencegah terjadinya parut. Menurut Prof. Massimo Signorini pengobatan menggunakan gel silikon dirasa cukup efektif untuk menekan pembentukan kolagen yang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan munculnya bekas luka yang menonjol. Metode ini juga bisa mengurangi ketebalan dan ketegangan bekas luka menjadi lebih lembut dan tidak menonjol.

 
Artikel Terkait : Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular

1 523 524 525 526 527 547