Jenis Makanan Yang Membuat Kecanduan dan Obesitas

pizza

InspirasiBersama.com – Berdasarkan sebuah studi menyatakan bahwa sering konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh bisa membuat kita menjadi kecanduan dan makan secara berlebih sehingga memicu obesitas.

Dalam sebuah studi yang lain yang dipublikasikan oleh jurnal PLOS One menemukan bahwa memang ada beberapa jenis makanan yang bisa membuat kita menjadi ketagihan atau kecanduhan untuk mengkonsumsinya.

Untuk membuktikan pernyataan penelitaan tersebut, mereka mencoba menganalisa 504 orang untuk menyebutkan beberapa makanan yang menurut peserta sangat sulit untuk dihindari. Selain itu para peserta juga diminta untuk menyebutkan beberapa makanan yang membuat mereka kecanduan untuk mengkonsumsinya. Dari situ para peneliti melakukan skor berdasarkan peringkat tertinggi.

Hasilnya adalah makanan seperti pizza menempati urutan paling atas berdasarkan pilihan para peserta. Selanjutnya ada cokelat, keripik kentang, kue kering dan es krim. Berdasarkan hasil tersebut menyebutkan bahwa pizza terbukti mampu membuat kita kecanduan. Jika anda menginginkan berat badan yang ideal maka disarankan untuk menghindari beberapa makanan yang bisa membuat ketagihan dan memicu obesitas.

Semoga dengan adanya penelitian ini membuat kita semakin selektif dalam memilih makanan yang menyehatkan dan tidak meningkatkan resiko kecanduan dan obesitas. Dengan makan-makanan yang sehat, maka kita akan terhindar dari obesitas yang menjadi pemicu utama beberapa penyakit seperti jantung, hipertensi, dan stroke.

 

Artikel Terkait : Dampak Serius Memiliki Berat Badan Yang Berlebih

Mencukur Rambut Kemaluan Bisa Mengurangi Bau Tidak Sedap Pada Vagina

mencukur bulu kemaluan

InspirasiBersama.com – Ada banyak wanita yang demi mengurangi bau yang tidak sedap lebih memilih menggunakan sabun pembersih vagina. Padahal secara kesehatan hal tersebut tidak dianjurkan karena bisa mengurangi kondisi normal pada vagina. Ada sebuah tips mudah yang bisa dilakukan oleh seorang wanita untuk mengurangi bau yang tidak sedap pada vagina dengan cara rajin mencukur rambut kemaluan secara teratur.

Secara fisiologis rambut pada vagina mempunyai peranan yang cukup penting yaitu menyerap cairan yang keluar lewat vagina. Hal ini bisa diartikan semacam zat kimia yang dilepaskan untuk melindungi vagina dan saluran kemih. Saat rambut pada vagina dibiarkan begitu saja, maka rambut akan tumbuh lebih lebat dan memicu bau yang tidak sedap.

Para pakar kesehatan menyarankan untuk mengurangi bau pada vagina dengan melakukan mencukur secara rutin. Namun yang perlu diperhatikan adalah kurang baik jika mencukur habis bulu pada kemaluan. Saat bulu kemaluan dicukur habis, maka akan menimbulkan beberapa penyakit kulit diantaranya bisul atau jerawat sehingga membuat kita menjadi kurang nyaman. Yang bagus adalah dengan mencukur menggunakan gunting tetap menyisahkan rambut yang tipis.

Yang perlu diperhatikan lagi adalah alat yang digunakan untuk mencukur bulu kemaluan. Tidak dianjurkan untuk menggunakan pisau cukur karena bisa menimbulkan iritasi yang bisa membuat bau menjadi tidak sedap. Yang bagus adalah dengan menggunakan gunting untuk menghindarkan dari iritasi. Dengan mencukur rambut kemaluan secara teratur maka akan mengurangi bau yang tidak sedap pada vagina.

 

Artikel Terkait : Efek Samping Sabun Pembersih vagina

Apakah Boleh Berenang Saat Hamil ?

berenang saat hamil

InspirasiBersama.com – Bagi masyarakat Indonesia pantangan bagi wanita hamil sudah tidak asing lagi. Para orang tua, pasti memberikan banyak pantangan kepada anak perempuannya saat hamil. Mulai dari membatasi aktifitas fisik sampai pada asupan makanan yang tidak boleh dikonsumsi. Hal ini dilakukan dengan tujuan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama hamil sampai melahirkan.

Ternyata tidak semua jenis olahraga harus dihindari oleh wanita hamil, olahraga berenang ternyata sangat bagus bagi wanita yang sedang hamil. Mereka yang sering melakukan renang saat hamil akan membuat otot-otot pada rahim menjadi lebih kuat. Selain itu juga membuat memperkuat sendi pada panggul yang sangat bermanfaat saat wanita melahirkan.

Ada banyak manfaat yang didapat jika ibu hamil sering melakukan olahraga renang. Olahraga renang termasuk salah satu olahraga yang sangat sedikit resiko untuk cidera sehingga sangat aman bagi ibu hamil. Resiko yang mungkin terjadi adalah tenggelam, kram atau masalah kulit akibat pengaruh air pada kolam renang. Dengan sering berenang, maka akan membuat paru dan jantung ibu hamil menjadi lebih sehat, otot – otot semakin lentur dan melatih pernapasan. Disamping itu berenang juga bisa berdampak pada stabilnya suhu badan bagi wanita hamil.

Namun yang perlu diperhatikan adalah gaya saat berenang. Bayi ibu yang hamil tentu tidak boleh berenang dengan agresif layaknya saat tidak hamil. Gerakannya harus lebih santai dan perlahan-lahan. Dengan begitu rahim ibu akan tetap aman dari guncangan saat berenang. Seorang ibu hamil juga tidak dianjurkan untuk berenang dengan menggunakan gaya kupu-kupu atau gaya punggung.

Selain itu ibu hamil juga harus memperhatikan waktu yang tepat dan durasi waktu yang diperbolehkan dalam berenang. Bagi ibu yang hamil sangat disarankan untuk berenang pada pagi dan sore hari dan tidak boleh melebihi dari 30 menit untuk menghindari kelelahan yang bisa membahayakan bagi ibu hamil.

 

Artikel Terkait : Apa Saja Yang Harus diwaspadai Saat Hamil

Saat Hamil Jangan Sembarangan Menggunakan Obat Pereda Nyeri

minum obat pada wanita hamil

InspirasiBersama.com – Bagi anda yang saat ini sedang hamil, sangat disarankan untuk tidak menggunakan obat pereda nyeri secara sembarangan. Berdasarkan sebuah studi, konsumsi obat analgesik atau pereda rasa nyeri saat hamil bisa mempengaruhi kesehatan pada bayi.

Sebelumnya para peneliti hanya memfokuskan pada efek paparan bahan kimia terhadap kesehatan janin terutama adanya gangguan pada kelenjar endokrin bayi. Namun akhir-akhir ini penelitian yang terbaru mencoba mengungkap pengaruh konsumsi obat analgesik terhadap hormon pada bayi. Ternyata penggunaan obat jenis analgesik atau acetaminophen mempunyai efek pada kesehatan janin.

Hasilnya adalah bagi ibu hamil yang mengkonsumsi obat pereda nyeri atau analgesik meningkatkan resiko kelainan pada testis pada bayi laki-laki. Selain berdampak buruk pada janin, efek konsumsi obat analgesik pada wanita hamil juga mempengaruhi kesehatan ibu hamil.

Bagi sang ibu hamil, konsumsi obat pereda nyeri bisa menurunkan kesuburan wanita. Akibatnya adalah wanita akan sulit mendapatkan keturunan. Hal ini dikarenakan mampu mempengaruhi ukuran ovarium dan gangguan pada organ reproduksi wanita sehingga mempengaruhi perkembangan sel telur.

Bagi kebanyakan wanita hamil di Indonesia mungkin belum banyak yang mengerti tentang efek samping penggunaan obat saat hamil. Sering kita melihat ibu hamil saat badannya terasa panas, mereka tanpa bertanya terlebih dahulu ke dokter langsung minum obat anti-piretik atau pereda nyeri dan panas. Untuk itu bagi wanita hamil yang hendak mengkonsumsi obat tertentu, maka sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Dengan demikian akan menghindarkan dari efek samping obat yang sangat membahayakan kesehatan ibu dan bayi.

 

Artikel Terkait : Pentingnya Berat Badan Ideal Saat Hamil

 

 

Dampak Sering Berjemur Menggelapkan Kulit Meningkatkan Resiko Kanker Kulit

dampak negatif berjemur

InspirasiBersama.com – Sering kita melihat seseorang bule yang berjemur di pantai dengan tujuan agar mendapatkan warna kulit yang lebih gelap. Padahal apa yang dia lakukan berdampak meningkatkan resiko melanoma atau kanker kulit. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyebutkan bahwa berjemur untuk mencokelatkan kulit ternyata meningkatkan resiko melanoma atau kanker kulit sampai enam kali lipat bagi wanita muda AS.

Dengan maraknya para wanita AS yang melakukan hal ini, beberapa negara bagian di AS melarang teknik berjemur atau mencokelatkan kulit bagi mereka yang usianya belum sampai 18 tahun.

Dalam penelitian ini, peneliti telah melibatkan 681 orang dengan rentan usia 25-49 tahun yang sudah didiagnosa melanoma. Sementara itu pada kelompok yang lain peneliti membandingkan dengan 654 orang yang tidak menderita melanoma dengan rentan usia yang sama.

Hasilnya adalah bagi mereka wanita yang sering melakukan berjemur untuk mencokelatkan kulit, 2, 3 kali akan mengalami melanoma pada usia 40-an. Bahkan mereka beresiko enam kali lipat didiagnosa melanoma pada usia 20-an.
Artinya kebanyakan dari mereka yang sudah didiagnosa melanoma pada usia 20 tahunan, sudah sering melakukan berjemur sinar matahari sejak usia 16 tahun. Sedangkan bagi mereka yang mengalami melanoma pada usia 40-an mengaku sudah melakukan sering berjemur pada usia 24 dan berlanjut sampai usia 40 tahun.

Hal ini menunjukkan betapa besar resiko melanoma terjadi pada wanita muda yang sering melakukan berjemur sinar matahari. Jika hal ini dibiarkan akan ada lebih banyak lagi wanita muda yang terdiagnosa melanoma.

Melihat data dari wanita muda di AS, sebaiknya kita sebagai warga negara Indonesia terutama bagi wanita untuk tidak melakukan berjemur dengan harapan agar warna kulit bisa terlihat lebih gelap dan terkesan eksotik. Hal ini dikarenakan wanita beresiko tinggi terkena melanoma terutama pada wanita muda.

 

Artikel Terkait : Cara Mengenali Gejala Kanker Kulit

Hal-hal Yang Menyebabkan Anak Menjadi Hiperaktif

anak yang hiperaktif

InspirasiBersama.com – Jika kita berbicara tentang perilaku anak, maka unsur genetik juga menentukan karakter anak. Kalau kita mengamati ada sebagian anak yang sangat aktif sekali, namun ada juga anak yang cenderung kalem dan tidak banyak bermain dengan temannya. Namun apa sebenarnya yang menyebabkan anak menjadi hiperaktif ?

Terkadang kita sering melihat seorang anak yang sangat aktif bahkan bisa dibilang tidak ada kata lelah dalam beraktifitas. Kondisi anak yang seperti ini bukan menjadi indikator anak yang sehat, justru anak yang terlalu aktif tanpa kenal lelah mengalami suatu masalah pada perilaku. Ini memerlukan terapi seorang dokter.

Anak yang mengalami perilaku yang hiperaktif kalangan medis menyebutnya dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Pada kondisi ini anak mengalami tidak bisa diam meskipun melakukan hal yang santai misalnya minum susu. Pada anak yang mengalami hiperaktif, saat minum susu tetap saja melakukan aktifitas seperti berlari-lari. Anak yang mengalami hiperaktif akan sulit untuk diajak berkonsentrasi terhadap sesuatu.

Selain sulit untuk berkonsentrasi, anak yang hiperaktif cenderung sulit bergaul dengan temannya. Disamping itu anak yang hiperaktif akan mengalami gangguan isturahat tidur karena sulit untuk melakukan tidur karena banyaknya aktifitas yang dikerjakan. Hasilnya membuat mata anak menjadi berkantung dan terlihat gelap. Anak yang hiperaktif juga kerap mengalami pegal-pegal pada kaki saat malam hari karena aktifitas yang tanpa henti.

Berdasarkan sebuah penelitian, anak yang mengalami hiperaktif bisa dipengaruhi oleh genetik orang tua. Apabila orang tua mempunyai riwayat hiperaktif saat kecil, maka kemungkinan besar anak akan mengalami hiperaktif juga.

Selain faktor genetik, anak yang mengalami hiperaktif juga bisa disebabkan oleh faktor neuroligik ibu saat hamil dan faktor pola hidup yang tidak sehat bahkan buruk pada saat ibu hamil. Bagi wanita yang masih terlalu muda sudah hamil dan mempunyai pola makan yang tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol maka bisa memicu anak menjadi hiperaktif. Selain itu bagi bayi yang lahir berat badan yang kurang dan saat lahir melalui proses yang lama akan meningkatkan resiko anak menjadi hiperaktif.

 

Artikel Terkait : Tanda – tanda Anak Yang Menderita Autisme

1 465 466 467 468 469 542