Ada 8 Indikasi Seorang Remaja Mengalami Deperesi

header niko 728 x 90

depresi pada remaja

InspirasiBersama.com – ┬áBagi anda yang mempunyai anak remaja, tentunya pernah menjumpai anak melakukan tidur sampai siang, jarang keluar kamar, tidak banyak bicara dan kurang bersemangat. Jika menjumpai anak remaja anda mengalami yang demikian, maka bisa jadi anak kita mengalami depresi. Ada 8 indikasi seorang remaja mengalami depresi.

Bagi seorang anak yang sudah berumur 18 tahun ke bawah, memang tidak jarang kita menjumpai mengalami depresi. Ini menjadi hal yang biasa terjadi pada remaja kita. bahkan dalam sebuah hasil statistik menyebutkan bahwa kebanyakan kasus gangguan kesehatan mental pada remaja adalah depresi dan gangguan bipolar.

Sebagai orang tua tentunya kita dituntut tahu dan memahami kapan seorang anak mengalami depresi. Hal ini sangat penting karena sebagai orang tua bisa membantu mengeluarkan anak dari zona depresi.

Berikut 8 indikasi seorang remaja mengalami depresi :
Cenderung suka murung

Indikasi pertama seorang remaja mengalami depresi adalah mengalami sering murung. Biasanya seorang remaja pada kondisi ini akan merasa sedih dan mudah tersulut emosinya. Kondisi ini bisa berlangsung selama berhari-hari bahkan mingguan. Hal ini masih dalam batas normal karena seorang remaja memang kerap kali mengalami hal yang demikian.

Baca Juga  Cara Mengenali Anak Yang Memiliki Bakat Terpendam

Baca Juga : Faktor-faktor Yang Menyebabkan Pubertas Dini Pada Anak Perempuan
Tidak tertarik lagi dengan hobinya

Tanda kedua seorang remaja yang mengalami depresi adalah munculnya perilaku yang tidak lagi tertarik melakukan hobinya. Ini menjadi tanda depresi yang perlu diwaspadai oleh orang tua karena bisa berdampak lebih besar bagi kesehatan mental anak.
Menarik diri dari orang lain

Indikasi ketiga seorang remaja mengalami depresi adalah adanya sikap menarik diri dari orang lain. Jika anak remaja kita mendadak tidak mau bersosialisasi dengan orang lain, teman sebaya, bahkan dengan anggota keluarga, maka seorang orang tua harus peka kalau anaknya mengalami depresi. Lakukan pendekatan dengan anak dan coba cari tahu apa yang membuat anak menjadi menarik diri. Hal ini bisa mengganggu kesehatan mental anak yang lebih serius.
Adanya gangguan aktivitas karena perasaan depresi

Jika anda mendapati anak remaja kita mengalami sedih, suka murung dan kemudian berlanjut dengan adanya rasa malas melakukan kegiatan seperti sekolah, mengaji, atau bermain dengan teman, maka itu menjadi tanda kalau anak remaja sedang mengalami depresi.
Perubahan pada pola makan dan jam tidur

Baca Juga  Apa Manfaat Menggunakan Bra Khusus Saat Berolahraga ?

Tanda selanjutnya seorang anak remaja mengalami depresi adalah adanya kebiasaan malas makan dan susah mengawali tidur. Remaja yang depresi kerap kali tidak merasa lapar, padahal biasanya mereka cenderung banyak makan. Selain itu mereka juga akan sulit tidur sehingga suka tidur sampai siang hari karena masih mengantuk.
Tidak nyaman dengan dirinya sendiri

Selanjutnya adalah anak remaja yang depresi akan merasa seakan-akan dirinya sudah tidak berharga lagi, tidak mempunyai harapan yang hidup, atau merasa bersalah atas terjadinya sesuatu yang membuatnya menjadi depresi.
Melakukan perilaku berisiko tinggi

Dalam tingkatan depresi yang lebih lanjut, seorang remaja bisa jadi terjerumus pada perilaku yang mempunyai resiko tinggi, misalnya seks bebas dan mengkonsumsi narkoba. Ini bisa terjadi jika depresi pada remaja kita biarkan begitu saja.
Mengungkapkan pikiran tentang menyakiti diri sendiri

Tanda terakhir seorang remaja mengalami depresi adalah akan menyakiti dirinya sendiri. Pada tahap ini seorang remaja bisa dikatakan lebih serius dan memerlukan seorang konsultan kesehatan mental atau seorang psikolog.
Apa yang harus Anda lakukan?

Baca Juga  Dampak Buruk Mengaktifkan Email Kantor Bagi Kesehatan Emosional

Jika kita mendapati seorang anak remaja kita mengalami beberapa indikasi depresi yang telah disebutkan diatas, maka sebaiknya kita mencoba melakukan komunikasi yang baik dengan anak. Dengarkan keluh kesah anak dan jangan bersifat menghakimi. Bawa ke tempat yang nyaman sehingga anak bisa mengutarakan apa yang sedang dirasakan.

Jika kita berhasil membuat anak remaja mengutarakan apa yang sebenarnya sedang dialami, maka cobalah untuk secara hati-hati memberikan saran yang positif tanpa membebani anak kita. Jangan paksa anak remaja kita untuk melakukan apa yang kita sarankan, tapi dorong atau motivasi terus kalau anak remaja kita pasti bisa keluar dari masalah ini dengan baik.

Artikel Terkait : Bisakah Depresi Menurun Kepada Anak Perempuan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *